
Dua hari kemudian, Raisa kembali datang ke rumah Nicho. Namun nihil, Nicho tidak ada di rumah. Raisa melangkahkan kakinya perlahan menuju keluar dari gerbang utama.
Dari balik jendela di lantai atas, Nicho memandang Raisa yang tengah berjalan pergi meninggalkan rumahnya.
"Maafkan aku Raisa, aku hanya ingin tahu, sebesar apa perasaanmu untukku."
***
Malam harinya, Nicho melangkah keluar menuju garasi yang berada di samping halaman rumahnya. Terlihat ada banyak mobil berjejer, Nicho punya koleksi beberapa mobil mewah, dan beberapa mobil balap. Dia tampak merenung dengan mengedarkan pandangannya ke semua mobilnya.
"Kali ini aku harus pakai yang mana? Hmm."
Setelah cukup lama berpikir, Nicho akhirnya memilih salah satu mobil balapnya, Lykan Hypersport warna hitam. Dia mulai mengendarai mobil itu dan keluar dari gerbang utama.
***
"Raisa, aku benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana kau bisa memutuskan hubunganmu dengan Arthur. Dia berasal dari keluarga terpandang, padahal kalian sudah bertunangan."
"Maaf."
"Maaf-maaf! Itu saja yang bisa kau katakan!"
"Sudahlah margareth."
"Alan?"
Ayah Raisa berjalan mendekat lalu memeluk putrinya.
"Alan, ada apa denganmu?"
"Sudah cukup. Kita jangan terus menekan Raisa, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri. Dia sudah banyak berkorban untuk kita."
"Ayah.."
"Alan, apa kau baru salah minum obat ha!"
"Belakangan ini aku merenung, aku mulai menyadari kesalahanku. Sebagai seorang ayah aku sangat egois, bagaimana bisa aku menjual putriku bahkan membiarkan dia kehilangan harga diri. Raisa, ayah minta maaf."
"Ayah.." Raisa memeluk ayahnya dengan terisak
Margareth merasa kesal melihat pemandangan di depannya ini.
"Nyonya, ada tamu yang baru datang." kata seorang penjaga gerbang
Margareth bergegas ke luar rumah untuk melihat siapa yang datang, seketika dia langsung gelagapan.
"Tuan Nicho?"
"Selamat malam nyonya."
"Silahkan masuk tuan."
__ADS_1
Margareth mempersilahkan Nicho duduk di ruang tamu.
"Maaf, ada perlu apa ya tuan? Tiba-tiba anda datang ke rumah kami."
"Saya ingin bertemu dengan Raisa. Apa Raisa ada di rumah?"
"Raisa? Iya, dia ada di dalam. Sebentar ya tuan, saya panggilkan dulu."
***
"Hey!! Sudah cukup acara berpelukannya! Raisa, ada yang mencarimu."
"Siapa ibu?"
"Siapa lagi kalau bukan Nicholas William, pria kaya raya itu." jawab Margareth sinis
"Apa! Tuan datang kesini?"
"Iya, sekarang dia menunggumu di ruang tamu. Dan aku tidak menyangka, kau tidak sepolos penampilanmu. Kau bisa di dekati oleh dua laki-laki konglomerat."
"Margareth!! Jaga bicaramu!!"
"Kau berani membentakku Alan!"
"Ayah, ibu, cukup. Jangan bertengkar, nanti tuan bisa dengar ucapan kalian."
Raisa bergegas ke ruang tamu, lalu mendudukkan dirinya di sofa.
"Raisa?"
"Aku.. ingin mengajakmu makan malam."
"Makan malam?"
"Iya, apa kamu ada waktu?"
Raisa berpikir sejenak.
"Iya, saya bisa tuan."
Nicho tersenyum lega.
"Kalau begitu saya bersiap-siap dulu."
"Iya, kamu tidak perlu buru-buru Raisa. Aku akan sabar menunggumu."
Setelah Raisa pergi ke kamarnya, Alan dan Margareth duduk menemani Nicho sambil berbincang di ruang tamu.
Sementara di dalam kamarnya, Raisa bingung harus memakai baju apa. Setelah cukup lama, Raisa pun turun dari lantai dua. Spontan Nicho berdiri dari duduk, ia tak henti memandang Raisa yang terlihat cantik dengan dress panjang selutut warna merah marun dan make up natural. Alan dan Margareth juga ikut berdiri.
"Tuan, nyonya. Saya minta izin untuk mengajak Raisa pergi."
__ADS_1
"Iya, silahkan tuan." balas Alan
"Kami tidak keberatan." sahut Margareth
Nicho mengulurkan tangannya, Raisa menyambut telapak tangan Nicho dan menuju ke mobil.
"Alan, tumben ya dia pergi tidak bersama supirnya. Biasanya dia kan pakai mobil mewah, sekarang pakai mobil sport."
"Sudahlah Margareth. Ayo kita masuk."
***
Nicho melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Raisa memandang keluar jendela, ia menikmati suasana kota yang begitu indah saat malam hari.
"Raisa?"
"Iya tuan."
"Baru kali ini aku mengajakmu jalan-jalan, dan aku sendiri yang menyetir."
Raisa hanya diam sambil tersenyum.
"Aku sudah lama sekali tidak memakai mobil ini. Dulu aku suka ikut balapan liar waktu aku masih kuliah, haha. Waktu itu aku masih bisa bersenang-senang dan menikmati kebebasan. Dan aku punya alasan tertentu, mengapa aku memilih mobil ini untuk membawamu pergi."
"Memang apa alasannya tuan?"
"Karena, aku mengendarai mobil ini saat aku berdoa kepada Tuhan agar aku di pertemukan dengan seorang gadis yang akan membuatku jatuh hati, bahkan aku sampai menangis mengejarnya. Dan ternyata, gadis itu adalah kamu."
Deg
Raisa terdiam dengan semburat merah menghiasi pipinya.
***
Mobil Nicho pun sampai dan memasuki area parkir. Mereka berdua menuju ke sebuah restoran yang berada di tepi pantai, mereka duduk di meja makan yang telah di siapkan dengan elegan. Pantulan cahaya yang berkilauan di permukaan air laut, di kelilingi cahaya lilin dan lentera temaram, serta sinar rembulan yang membuat suasana kian romantis. Di iringi oleh hempasan ombak dan alunan musik yang mengalun. Kerlip cahaya yang berpendar dari arah restoran sekilas tampak seperti sekelompok kunang-kunang yang menerangi malam.
"Raisa, kamu tahu bahwa kamulah satu-satunya wanita yang memegang hati dan jiwaku. Raisa, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu tuan."
Raisa melihat cincin berlian cantik yang tersemat di tengah kotak kecil di tangan Nicho.
"Menikahlah denganku, Raisa Angelina. Jadilah istriku, ibu dari anak-anakku, pendamping seumur hidupku."
Tenggorokan Raisa tercekat, ia tak sanggup mengucapkan sepatah katapun untuk membalas. Matanya terasa panas. Samar ia mendengar alunan lembut lagu romantis melodi yang menyentuh hatinya (Celine Dion - My Heart Will Go On / Titanic).
"Apa aku harus menunggu jawabanmu tahun depan?" Nicho mengangkat sebelah alis dengan usil
"Ya, aku akan menikah denganmu." ujar Raisa seiring air mata jatuh ke pipinya
Di depannya, Nicho memindahkan cincin itu dari kotaknya ke jari manis Raisa. Nicho mencondongkan tubuh ke arah Raisa dan mencium bibir Raisa dengan lembut dan penuh cinta. Bahkan tanpa mengucapkannya, Raisa bisa merasakan apa yang di rasakan olehnya.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan like dan komen ya🤗