
Perasaan ini, terlalu membuatku berada di awang-awang. Aku merasa seperti bijih kapas yang terlalu gembira terbang bersama angin, membuatku kadang takut bagaimana jika aku tiba-tiba dihempaskan ke bumi oleh sang hujan badai. Tapi kemudian aku berpikir ini mungkin sebuah anugerah pelangi setelah badai panjang.
Entahlah....
Selama hidup roda terus berputar, kau hanya berusaha semampumu untuk bisa bangkit lagi ketika kau jatuh dibawah dan kemudian berusaha berempati kebawah ketika kau sedang berada diatas. Itulah hidup...
Aku melihat Sandra di cafetaria, entah kenapa aku sekarang tak membencinya. Dia cantik, punya karier cemerlang, tapi selama bertahun-tahun sampai sekarang dia masih sendiri. Ada sesuatu yang menahan hatinya, benarkah karena dia masih mengharapkan Vincent.
Kurasa bukan... Ada sesuatu yang lain. Dia baru bertemu Vincent lagi, mungkin sebuah kenangan buruk dengan orang lain. Mungkin pengalaman cintanya juga sama buruknya denganku sebelumnya. Aku merasa aku dan dia mungkin punya kesamaan. Ada trauma masa lalu yang membatasi hati kami.
"Si sombong itu masih menggangumu." Sekarang Andreas yang baru duduk didepanku bertanya ketika melihatku memperhatikan Sandra. Vincent sedang pergi seminar dan berada di meeting kantor pusat group untuk beberapa hari ini dan tidak muncul di kantor.
"Hmm entahlah. Tidak kurasa, dia tidak melakukan apapun." Mungkin apa yang kukatakan padanya sedikit banyak didengarkannya.
"Sayang cantik tapi mengharapkan seseorang yang salah, dengan kesombongan seperti itu siapa yang mau mendekatinya. Dia pikir ketika dia jadi yang utama semua orang harus mengutamakan dia juga..." Aku jadi tertarik dengan kalimat Andreas
"Apa kau diam-diam memperhatikannya."
"Aku baru sadar dan memperhatikan belakangan, dia selalu memakai baju lengan panjang." Andreas masih memperhatikan Sandra.
"Apa yang ingin kau katakan?" Aku memikirkan perkataannya lengan panjang adalah tanda bahwa dia mempunyai sesuatu tanda di lengannya.
"Entahlah mungkin aku salah. Hanya asosiasiku dengan lengan panjang tak begitu baik. Aku punya pengalaman tak mengenakkan soal lengan panjang seperti itu..." Andreas benar-benar memperhatikan gadis itu ternyata.
"Maksudmu dia semacam punya bekas suntikan." Satu-satunya yang terpikir olehku yang berhubungan dengan luka di lengan. Aku juga sering diam-diam mengawasi adikku dengan memperhatikan lengannya. Aku sangat takut mereka terjerat pemakaian narkoba.
"Hmm salah satunya. Dia dokter, kurasa dia harusnya punya kontrol diri soal drug. Tapi mungkin juga masalah yang lain."
__ADS_1
"Kenapa kau tak mendekatinya. Kurasa orang yang terlihat sombong kadang hanya sebagai bentuk pertahanan. Belum tentu mereka merasa penguasa dunia di dalam dirinya. Mungkin itu hanya cara mereka menutup gangguan tak perlu... Aku sering bersikap sombong, sebagai cara melindungi diri dari orang iseng." Andreas tersenyum dengan pengakuanku.
...
(Park Young Rin)Sandra...
...๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ๐น๏ธ...
"Hmm... Entahlah." Andreas tak menjawabku. Kupikir entah bagaimana Sandra menarik perhatiannya. Wanita itu punya wajah baby face yang sempurna, tapi banyak yang mendekatinya, lihat saja saat dia makan banyak yang mencoba bicara dengannya mejanya penuh dengan beberapa dokter single.
"Kudengar kemarin ada kecelakaan beruntun. Banyak korban di UGD,..."
"Kau benar asal ada kecelakaan kami timku sibuk. Banyak pasien yang berada di pengawasan kami. Aku harus segera kembali. Kutinggal oke..." Aku melambai padanya saat dia menyelesaikan makannya dengan cepat. Aku jadi tinggal sendiri memainkan ponselku.
"Yang mengatakan itu pria atau wanita?" Aku langsung membalas pertanyaannya dengan pertanyaan.
"Wanita..."
"Kau dalam masalah. Sangat jelas sekali..."
"Apa maksudmu?"
"Itu artinya 'up to you' tapi jelas-jelas dia tidak suka dengan pilihanmu. Jadi dia menjawabmu dengan 'terserah'...!" Aku menambahkan intonasi dalam nadaku.
"Haaa benar itu cara dia mengatakannya!" Aku tertawa. Dan dia langsung terpekur di mejanya.
"Tampaknya seseorang wanita marah padamu. Siapa yang kau buat marah Dok."
__ADS_1
"Aku ... Biarkan aku berpikir dulu." Dia tak mau cerita. Ternyata dimana-mana sama saja bahkan seorang dokter matang seperti Dokter Joshua bisa terjerat drsma wanita juga.
Ponselku berbunyi dengan sebuah pesan.
'Mel, kok si Ardy sekarang selalu pergi pagi ya pulangnya selalu malem. Katanya ada kerjaan, tapi dia gak bilang kerjaan apa. Mama tanya kok dia gak jawab sama sekali. Libur semesternya udah selesai minggu ini. Dia kuliahnya harusnya udah mulai.'
'Gak tahu Ma, coba Mama suruh Lenna yang tanya deh. Dia biasanya lebih mau ngomong sama Lenna.'
Ada apa lagi dengan Ardy. Baru tiga minggu aku duduk tenang, apa aku harus menghadapi satu masalah lagi soal adik bungsuku ini. Kadang aku bertanya kenapa dia selalu punya cara untuk membuat orang lain memikirkannya.
'Ya udah coba Mama tanya Lenna deh.' Balasan Mama kemudian membuatku merasa aku harus meneruskan chat ini ke Lenna. Lenna yang pengertian membalasku dengan cepat san berjanji akan menemukan sesuatu untukku. Sementara Dokter Joshua masih makan dan diam saja plus dia nampaknya berpikir keras tentang apa yang ku katakan membuatku tersenyum melihatnya.
"Ada apa dok, kau mau kubantu memecahkan masalahmu. Wanita selalu membingungkan bukan..." Aku tertawa melihat dokter Joshua sampai begitu diam.
"Hmm...biar kutemukan sendiri jawabannya. Ini sepertinya ini akan memusingkan." Dia menggelengkan kepalanya sambil menghela napas. Entah apa yang terjadi tapi tampaknya seorang wanita membuatnya kelabakan.
Sebuah email masuk ke ponselku. Ada jadwal pertemuan di sebuah Hotel di Bali untuk laporan kantor pusat group pusat ke semua Head Finance dan Director masing-masing unit usaha. Pertemuan tahunan para pemegang saham dan investor utama.
Sebuah nama menarik perhatianku, barisan 50 emiten pemegang saham terbesar yang diundang Simon Ishak?! Kapan dia menjadi salah satu pemegang saham korporasi, tahun lalu belum ada. Tahun ini ada namanya. Sudah 8 tahun aku tak pernah bertemu dengannya. Kupikir seumur hidupku aku tak akan bertemu dengannya lagi...
Tapi ini walaupun pertemuan resmi, kami mungkin tidak berinteraksi. Isinya hanya laporan kepada para pemegang saham. Kebanyakan kemungkinan hanya mewakilkan kepada Direktur keuangan. Director dan Head Finance yang hadir hanya sebagai keharusan karena kami ujung tombak masing-masing unit usaha plus karena ini hari kedua adalah pertemuan khusus antara Direktur Keuangan Pusat Group dengan semua Kepala Unit.
Tapi tetap saja nama kami semua tercantum di daftar peserta, kami mungkin saja bertemu. Sudahlah apa yang mungkin dia lakukan lagipula aku sudah punya seseorang.
๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก
๐ Dokter Joshua dan Dokter Andreas akan punya chapter cerita sendiri nanti ya ๐ฅฐ Ditunggu ya
__ADS_1