Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter
SEASON 1 Part 28. I'm Unstoppable (2)


__ADS_3

“Kau bermain pasir pagi-pagi disini.” Seseorang tiba disampingku, menemaniku duduk melewati keremangan fajar. Seseorang yang mungkin dikirimkan untuk menemaniku berjalan sampai akhir.


“Aku hanya sedang mengingat masa lalu dan bersyukur akhirnya aku sampai ke hari ini...” Dia menatapku.


“Punya penyesalan?”


“Tidak... sama sekali tidak.” Dia duduk diam disampingku beberapa saat dengan pikirannya sendiri.


“Kau  takut bertemu mantan suamimu hari ini?”


“Tidak,bukan  takut. Aku hanya tidak ingin punya masalah tambahan. Tapi nampaknya jika dia kesini memang punya maksud tertentu.”


“Apa tebakanmu?”


“Dia pernah berkata dia akan membuatku menyesal meninggalkannya. Mungkin dia semacam ingin pamer istri cantiknya. Dan bicara padaku aku bahwa aku akhirnya menjadi semacam karyawannya karena dia termasuk pemegang saham. Tapi aku tak akan perduli dengan hal semacam itu. Aku seorang profesional yang ada disini karena kompetensi, aku ada di posisiku sekarang bukan karena belas kasihannya.”



“Kau tahu, kau wanita paling mengagumkan yang pernah kutemui.” Aku  tertawa kecil.


“Kau tak tahu apa yang aku sudah tinggalkan, lalu mulai dari dasar. Umpamanya aku pindah dari ladang emas ke ladang batubara. Dari harem Sultan ke kehidupan ratyat jelata...”


“Karena itu kau hebat.”


“Entahlah... Mungkin takdir yang mengarahkanku kesini, pilihan yang kubuat sulit, tapi aku tak menyesalinya sedikitpun. Aku bahagia hari ini ...”  Mungkin satu saat aku akan menceritakan padanya kisahku  di pantai ini, bersama para nelayan,  burung kenari  dan sang fajar. Mungkin saat aku berbagi adalah saat aku memilikinya seutuhnya, dia akan tahu titik balik kehidupanku sampai hari ini. Pada saatnya aku akan menceritakan padanya bagiamana para nelayan itu mungkin adalah salah satu malaikat yang dikirimkan untukku.


“Aku berjanji kau takkan pernah sendiri lagi.” Mataku memanas saat ini, aku terharu begitu saja saat dia mengucapkan janji itu.


“Jangan sembarangan berjanji,...” Aku tertawa kecil untuk menghilangkan bening air di mataku. Dia diam saja tapi mengambil tanganku.


“Aku tahu.” Sebuah kalimat pendek yang dia sendiri tahu artinya.

__ADS_1


Aku tersenyum memandang sang fajar. Bukankah pagi ini terlalu indah untuk dilewatkan.


Malam menjelang, aku sudah dengan penampilan terbaikku. Gaun designer hitam sequin itu pas dibadanku, kilaunya membuatku menjadi pusat perhatian, rambutku di blow sempurna, sebuah kalung kecil dan anting mutiara menjadi pelengkap penampilanku dan aku siap menghadiri makan malam dengan para pemegang saham.



Biasanya meja akan dibagi antara para executive profesional  dan pemegang saham. Jadi mereka  bisa berbincang dengan kami para  profesional yang terlibat secara langsung mengelola unit usaha. Tugas kami juga menyakinkan bahwa semua dikelola dengan baik, investasi mereka akan berkembang dan tentu saja akhirnya diharapkan mereka bersedia menambah investasinya di masa depan.


Dan mungkin saja sang ex-ku yang sombong itu sengaja mencari namaku dan meminta ke komisaris menempatkanku di mejanya. Tapi demi apapun aku memang ingin bertanya apa maunya masuk ke perusahaan ini.


Jika hanya untuk pamer aku  akan mempermalukannya. Aku melihat email yang baru masuk di detik-detik terakhir aku ditempatkan ke meja 8. Isi meja delapan adalah aku memeriksa dengan cepat... Mr. Simon Ishak, & partner, sudah kuduga dia merencanakan ini. Tapi ternyata aku tetap  dipasangkan dengan Vincent, hmm keuntungan, jika aku perlu memberinya bogem mungkin Bambang tak  akan keberatan membantuku. Tapi setelahnya dia akan menarik investasinya....Hmm  baiklah bogem mungkin terlalu berlebihan, tapi kenapa tiba-tiba aku bersemangat soal makan malam ini.


Sebuah ketukan di pintuku kemudian. Pasti Vincent yang  menjemputku. Aku membuka pintu dan tersenyum padanya. Sesaat dia mematung dan menatapku tak berkedip.


“Hei,... Kau baik-baik saja.” Aku melambai di depan matanya, dia memegang tanganku dan menutup pintu.


“Sayang, kau berdandan cantik begini untuk membuat panas mantan suamimu. Kenapa aku sangat cemburu  sekarang.” Dia memegang pingangku dan memberiku ciuman.


“Kapan kau berdandan untukku.”


“Aku berdandan untuk diriku sendiri, dan  aku milikmu. Ex-ku hanya bisa menggigit jarinya sekarang. Kau bisa menciumku didepannya kalau kau ingin.”


“Begitukah...” Dia memang tak menciumku tapi memanggut leherku, membuatku menggelinjang dan mendesah kemudian. “Sayang... Bagaimana jika kurusak saja  makeupmu sedikit, jadi dia tahu aku suka menciummu.Mungkin kau bisa memamerkan sedikit gaya manjamu padaku...” Aku tertawa.


“Kau nampaknya sangat terlatih dalam provokasi.”


“Tentu saja, aku pernah kuliah bersama otak-otak licik para pengacara sialan itu, mereka sangat ahli mencari masalah, dan membuat orang sakit jantung. Tapi tak apa setelahnya  mereka  bisa mendapatkan CT scan dan membeli  ring jantung khusus untuk sumbatan mereka.” Aku tambah tertawa. Nampaknya gabungan gelar SH dan Dr. di  namanya itu sangat berguna.


“Vin, apapun yang terjadi malam ini aku ingin menghadapinya sendiri dulu.”


“Kau yakin...”

__ADS_1


“Aku yakin. Kau bisa membantuku jika situasinya memanas...”


“Hmm..baiklah. Aku percaya dia tak akan berani macam-macam. Tapi sebelumnya... berikan tanganmu?”


“Tanganku?” Aku tak mengerti.


“Ulurkan tanganmu...” Aku menebak bagaimana mengulurkan tangan. Apa dia mau... melamar? Tak mungkin, bahkan aku belum bertemu Ibunya, jadi kenapa aku harus mengulurkan tangan. Dia mengambil sebuah kotak dari saku jasnya, dan membukanya, ternyata itu adalah  sebuah bracelet berlian yang sangat indah. Mataku terpesona melihat keindahannya...


“Ini... terlalu... “ Aku tahu ini harganya mungkin  bisa berharga berbulan-bulan gajiku.


“Tidak ada yang berlebihan untukmu. Aku akan selalu memegang tanganmu sekarang. Kau percaya...


“Vin... “ Aku tak bisa berkata-kata lagi. “Ini makasih, indah sekali...”


“Aku senang kau menyukainya, sekarang kau siap buat menghajar ex-mu itu.”


“Tentu saja, aku akan pamer betapa glowingnya aku  sekarang.” Yang kumaksud glowing adalah bracelet di tanganku. Dia tertawa.


“Dasar. Ayo, kita pergi  sayang...”


Aku mengandeng lengannya dan siap memamerkan diriku. Aku berharga, dan pasanganku juga orang yang menghargaiku sebagai satu-satunya. Tidak ada yang lain.


 ❤❤❤❤


Buat kamu yang sedang berjuang, percayalah semua kerja kerasmu hari ini akan ada hasilnya di masa depan. Fight girls, You're Unstoppable!


🥰 Mak tetep ngarepin Vote+ Hadiah + Like + Comment . Vote yaaa ranknya melorot


 


 

__ADS_1


__ADS_2