Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter
SEASON 2. Part 28. Korean Social Dinner 1


__ADS_3

Hubungan kami berjalan dengan baik setelahnya. Setidaknya kami mencoba memahami satu sama lain, mencoba terbiasa satu sama lain. Rasanya menyenangkan, walaupun untuk sementara kami menyembunyikan hubungan kami, tapi setelah jam kantor dia menjadi dirinya yang lain, caring, family man yang suka bercanda, dia bebas menunjukkan sisi lainnya padaku.


Dan sekarang dia  mengajakku ke sebuah restoran Korean dan bertemu dengan teman-temannya yang juga adalah expatriate disini. Aku senang karena dia melibatkanku dengan lingkungannya. Jika seseorang sudah melibatkanmu di lingkungan luarnya selain pekerjaan, dengan teman-temannya, itu tandanya dia sudah mempercayaimu sebagai partnernya. Dan ini pertama kalinya aku terlibat dengan makan malam seperti  ini. I’m over thrilled now....


Walaupun ini bukan pertama kali aku bersosialisasi dengan orang Korea, tapi dengan adanya Oppa aku harus baik-baik menjaga sikap apalagi aku mengerti bahasa Korea. Aku menghabiskan waktu untuk berdandan di toilet kantor, mencoba menjadi yang kedua setelah Yoona....sang idola. Mereplikasi dandanan flawlessnya yang tentu saja tak perlu usaha yang  besar. Orang-orang Korea itu adalah orang yang selalu menunjukkan sisi terbaik mereka, jadi penampilan adalah sangat penting bagi mereka. Aku memakai gaun casual yang warna tidak terlalu mencolok tapi chic.


Tapi hasilnya terbayar saat Oppa sekali lagi menatapku seakan tak mengenalku, saat aku tiba di kursi sebelahnya, ...


“Oppa jangan berlebihan,aku tahu aku memang cantik.” Aku melirik padanya sambil mengedipkan matanya.


“Kau mau ciuman 자기 (jagi/ honey)?” Dan dia merangkul pinggangku dengan gemas dan mulai mencoba mencium pipiku.

__ADS_1


“Tidak, makeup ku akan rusak, perlu waktu lama untuk menyelesaikan ombre lips ini. Kau tidak boleh menciumku sekarang.” Dan aku menahan dagunya menjauhkan bibirnya dari wajahku.


“Kenapa kau pelit sekali. Aku cuma mencium pipimu...” Aku tertawa melihat wajah gemasnya.


“Oppa, foundationku nanti meleleh. Ayo jalan, kita akan terlambat.” Dia tertawa dengan alasan tak jelasku.


“Tidak, cium dulu.” Dia masih berkeras, dan memepetku sedemikian rupa.


“Mungkin, ini melibatkan minum-minum. Kau jarang minum, jangan sampai kau pulang kerumah dengan mabuk. Tak apa menolak minuman oke.”


“Iya.”

__ADS_1


“Apa kau mengerti aturannya, biasannya kau akan ditanya umur, mereka ingin tahu umurmu, jadi mereka bisa memutuskan memanggilmu apa, ini rata-rata umurnya sudah diatas umurmu, ingatlah untuk memanggil mereka eonni dan oppa. Dan Ahjussi jika lebih tua diatas 20 tahun, ada satu orang yang perlu kau panggil ahjussi, dia sudah hampir 50, tapi istrinya sepertinya jauh lebih muda panggil eonni saja.. .” Oppa menjelaskan


“Baik,  aku mengerti Oppa...” Disana ditanya umur saat baru  bertemu adalah hal wajar. Dengan mengetahui umur seseorang kita tahu bagaimana untuk menempatkan hierarki pergaulan di meja makan.


“Ingat tuangkan minuman ke mereka oke..., karena kau yang termuda.Itu etika dalam jamuan makan.” Contoh hierarki adalah misal menuangkan minum.


Dalam etika perjamuan Korean, sangat jarang seseorang menuangkan langsung minuman untuk dirinya sendiri. Itu akan dianggap tidak beretika. Karena table mannernya adalah menuangkan minum adalah tugas yang muda  dulu ke seniornya sebagai bentuk rasa hormat ke yang lebih  tua, dan kemudian baru bisa berbalik yang tua menuangkan untuk yang muda. Dan sebaliknya jika itu sudah dilakukan, setiap orang berkewajipan menjaga agar gelas minum orang yang berada disampingnya  selalu penuh. Jika kau tidak melakukan itu, maka kau akan menyebabkan orang disebelahmu kehilangan muka karena harus menuangkan minumannya sendiri.


 


 

__ADS_1


__ADS_2