
Aku memperhatikannya kemudian. Dia meninggalkanku berjalan dengan cepat dan didepan teman-teman internnya yang lain menghampirinya termasuk Leo. Aku berjalan ke arah lain, menuju ke kantorku sendiri.
“Yun, Sabtu hangout yuk.” dari yang kudengar nampaknya mereka mengatur sebuah acara hang-out. Sabtu malam. Hmm...dia populer, memang tidak diragukan. Para laki-laki itu malah memastikan dia ikut ke acara mereka.
“Siapa aja yang ikut...” Balasan berikutnya yang kudengar. Aku jadi ingat masa-masa aku menjadi dokter muda. Kurasa di jaman sekarang, mereka lebih longgar, dulu aku lebih suka menghabiskan waktu free ku dengan membayar hutang tidur.
“Kebanyakan semua anak intern...” Apa ada yang akan terjadi? Apa Leo akan mengambil kesempatan mendekatinya sekarang. Aku meninggalkannya ke ruanganku sendiri. Bagaimanapun itu lingkaran pertemanannya, aku tidak berhak mengatakan apa-apa soal itu.
“Dok, pasien boleh masuk...” Yuna mengetuk pintuku, tapi matanya ke ponsel.
“Oke.” Aku memperhatikannya sekarang.
__ADS_1
“Aku akan memanggilnya masuk.” Dia sama sekali tak mau melihatku.
“Yuna?” Aku memanggilnya agar dia melihat padaku.
“Yah...?” Dia terpaksa melihatku nampaknya.
“Ehmm... Saya punya undangan pesta ulang tahun dari seorang teman Sabtu ini. Kau mau ikut?”
“Sabtu, maaf tidak bisa, teman saya tadi ngajak ke acara mereka juga.” Langsung tanpa berpikir panjang dia menolakku. Kali ini tanpa senyum sama sekali, ini pasti ada sesuatu yang salah.
“Apa kau sedang kesal?” Dia melihatku sesaat terlihat dia ingin menjawab. Tapi kemudian tampaknya dia membatalkannya.
“Saya akan memanggil pasiennya Dok.” Malah menjawab dengan yang tak ada hubungannya dengan yang kutanyakan. Kenapa dia? Sebelumnya dia masih baik-baik saja.
__ADS_1
Kenapa dia tidak mau ikut? Selama ini dengan senang hati dia ikut. Tapi dia lebih memilih pergi dengan teman-temannya. Dan wajahnya, sepertinya dia sedang kesal padaku. Aku tak mengerti apa yang ada dipikirannya.
Keesokan harinya dia masih tampak menghindariku.
“Yuna, aku membawakan makanan.” Aku mencoba berbaikan dengan cara ini. Apa aku ada salah bicara, tapi sebelumnya dia masih bicara dengan nada normal. Kenapa para wanita ini cepat sekali berubah.
“Ohhh, thanks Dok. Aku bagi ke teman-teman nanti.” Bahkan dia tak mau lagi menganggap segala sesuatunya sebagai pemberian personal. Ini tak pernah terjadi sebelumnya.
Ada apa? Pikiranku sibuk mencari penyebab. Jangan-jangan dia marah karena tadi aku memamerkan Joo-mi adalah pacar pertamaku, tadi dia langsung membalasku dengan menunjukkan daftar pacarnya. Apa itu yang terjadi? Tapi dia menanggapinya dengan tersenyum kemarin? Benarkah dia tersinggung karena itu?
Well, tadinya aku hanya ingin sedikit menggodanya tapi aku tak menyadari kemungkinan sekarang dia benar-benar tersinggung, mungkin di tambah dengan Hyo-rim sebelumnya juga. Aku tak bermaksud memancingnya, sebenarnya tadi itu hanya kejujuran spontan dan melihat kotak makan siangnya yang telah dia berikan padaku, aku merasa bersalah padanya sekarang.
Aku akan mengajaknya bicara. Aku merasa takut dia akan sakit hati sekarang. Dan tiba-tiba dia menghindar terlibat pembicaraan lagi denganku lagi selain masalah pekerjaan, seperti beberapa hari sebelumnya.
__ADS_1
Gosh, kenapa aku sekarang aku merasa terlalu tua untuk permainan semacam ini.