Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter
SEASON 2. Part 52. Aku Mencintaimu 2


__ADS_3

"Sebenarnya aku tak masalah, tapi mungkin jika akhir pekan kita kembali ke tempat kita sendiri? Atau kita mungkin pelan-pelan bisa mencari rumah dekat rumah Mamamu nanti, kita nanti pikirkan lagi  jangan sekaligus oke..."


"Baiklah."


"Kita kerumah sebentar oke. Ada yang mau kuberikan padamu..."


"Berikan padaku?" Aku langsung tersenyum lebar. Kira-kira apa yang akan dia berikan aku bertanya-tanya sekarang. "Apa yang akan kau berikan?" Langsung menempel di lengannya berharap diberitahu kejutannya.


"Bersabarlah, itu kejutan..." Dia tetap menyembunyikan kejutannya.


"Aku tak sabar. Beritahu aku sekarang."


"Tidak nanti saja...."


"Oppaaa... kau memang senang membuatku penasaran." Dia cuma tersenyum. Sementara aku tak sabar menanti apa yang dia ingin berikan.


Kami sampai di unitnya kemudian dan aku sudah tak bisa diam  dengan berdebar menantikan apa yang hendak diberikannya padaku.


"Kita sudah sampai...apa hadiahnya." Aku langsung menagih padanya.

__ADS_1


"Kesinilah..." Dia menaruh tasnya dan mengajakku ke kamarnya.


"Ada di kamarmu?"


"Iya..." Dia tersenyum kecil.


"Kenapa itu bisa ada di kamarmu?" Sebenarnya aku punya tebakan apa yang akan diberikannya. Tapi aku hanya terlalu gugup dan terus bertanya padanya sekarang.


Dia tidak menjawabku dan menarikku ke kamarnya. Aku berdebar-debar sekarang, ... dan dia meraih pinggangku dan memberikan ciuman gemas setelah pintu itu tertutup.


"Kau hanya ingin menciumku ya..." Tanganku naik ke tengkuknya. Memberinya ciuman balasan dengan segera, dan merindukan memeluknya begitu dekat.


"Hmm... kita sibuk beberapa hari ini, kupikir pasien belum terlalu banyak setelah kita pulang, ternyata kenyataannya beda, malah banyak pekerjaan dari unit bedah plastik..."


"Tidak aku ingin dirumah bersamamu, memelukmu... Aku orang rumahan sebenarnya." Ciumannya yang tadi sedikit tertunda menyasarku kembali. "Aku merindukan memelukmu beberapa hari ini, andai aku bisa membuatmu tinggal bersamaku sekarang...." Dia membuatku jatuh ke bed dan berada dalam pelukannya, sebelum membalikku menjadi berada di bawahnya.


"Nanti kau diomeli Mamaku kalo aku gak pulang..."


"Hmm... bilang Mamamu kamu sedang sibuk."

__ADS_1


"Sibuk apa..."


"Sibuk pacaran..." Aku tertawa.


Tak butuh lama untuk membuat kami menggapai satu sama lain. Saling menyentuh saling merindukan satu sama lain, memeluknya adalah hal yang paling menyenangkan sekarang dan kemudian kami hanya duduk saling bicara s berdua sambil melihat layar televisi, menikmati waktu istirahat kamu dan aku dengan cepat melupakan dia bilang ingin memberikan hadiah. Karena bersamanya sekarang adalah hadiahku yang paling menyenangkan.


"Aku menyukai akhir film ini." Mataku terpaku pada  cerita di layar televisi.


"Hmm..." Dia ikut melihat layar televisi yang memutar sebuah film fantasy petualangan.


"Asal happy ending aku suka..."


"Ini juga happy ending." Dan dia mengambil tangangku,  dan sebuah cincin terselip di jariku manisku kemudian.


"Ini... " Mataku berbinar melihat sebuah cincin berlian solitaire yang telah terselip manis di jariku.


"Maukah kau jadi istriku?" Dan dia mengatakannya dalam bahasa Indonesia, sesaat aku hanya menatap matanya sambil tersenyum. Moment ini terlalu berharga untuk dilewatkan.


"Mau...." Aku menjawabnya sambil menciumnya sekejab. Kupikir sebenarnya dia tidak akan membelikanku cincin lamaran, toh sudah jelas kami sedang menyiapkan pernikahan. Tapi ternyata dia mempunyai rencananya sendiri.

__ADS_1


"Aku mencintaimu..."


"Aku juga mencintaimu."  Sebuah ciuman ke keningku membuatku merasa menjadi gadis paling bahagia sekarang.


__ADS_2