Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter
SEASON 2 Part 15. Bersemangatlah


__ADS_3

“Yuna, kau sedang kesal padaku bukan? Apa aku melakukan kesalahan padamu...” Di penghujung hariku yang buruk, tiba-tiba Oppa bertanya padaku. Aku sudah membereskan semuanya dan  mau pamit pulang, tiba-tiba aku merasa sangat lelah hari ini dan merasa tidur adalah satu-satunya cara memulihkan diri.


“Tidak, kenapa aku harus kesal...” Jika aku kesalpun, aku tak bisa mengatakan apapun padanya.


“Bu Melisa berkata, arti kata terserah, kau membebaskan aku memilih, tapi tak menyukai pilihanku. Aku bener-benar tak tahu  maksudnya. Apa yang harus kupilih?” Aku langsung tersenyum, sampai dia bertanya apa arti kata terserah padaku.


“Aku tidak sedang kesal padamu. Aku hanya  sedang pre-menstrual syndrome kurasa, dan kadang itu terasa sangat buruk dengan kelebihan cafein. Hanya itu yang sedang terjadi. Thanks  by the way Doc.” Aku berusaha tersenyum seperti biasa.


“Kau yakin? Kau bisa bicara apapun padaku? Atau cerita masalah apapun...” Aku  meringis, termasuk aku menyukaimu? Mungkin setelahnya kau akan langsung mati-matian menghindariku.


“Aku hanya mau pulang Dok. Kurasa aku sedang badmood karena PMS. Siklus wanita kadang memang menyebalkan”


“Kau mau es-krim?” Aku tertawa. Kadang dia tahu bagaimana bersikap manis.


“Tidak, aku hanya butuh tidur untuk memperbaiki suasana hatiku. Besok aku akan baik-baik  saja. Selamat malam Dok.” Aku bersiap meninggalkan  ruangannya.


“Yuna. Kau bisa bicara apapun padaku. Anggap saja aku ...teman, keluargamu. Kau sudah  banyak membantu, jadi apapun kau punya masalah, bicaralah. Aku tak bisa menebak apa masalahmu...”


“Sure, kau bisa membelikanku es-krim dan menyimpannya untuk nanti Doc.” Dia tertawa untuk itu. “Sampai jumpa besok jika begitu.” Aku menghilang dari depannya sekarang.


Oppa memang benar aku butuh es-krim.



Dalam dua hari ini ada empat operasi breast implant, aku diberi kesempatan untuk melakukan sayatan pertamaku dalam beberapa bulan ini. Operasi ini tidak lama, kami biasa menyelesaikannya tidak lebih dari dua jam.


“Tidak sulitkan?”


“Hmm... rasanya menyenangkan bisa menyelesaikan yang pertama dengan baik. Ini berkat bantuan dan bimbingan dokter juga.” Aku harus berterima kasih atas kesempatan yang diberikan padaku.

__ADS_1


“Kau juga cepat belajar.” Post operative akan ditangani perawat dengan bantuan dokter anesthesia. Sore akan ada kunjungan ke pasien, hari  ini berjalan lancar kami menyelesaikan semuanya tepat jam 4 sore.


“Ini untuk merayakan operasi pertamamu.” Segelas es krim dengan ukuran cup cukup besar didepan mukaku.


“Kau benar-benar membeli es krimnya Dok...” Kadang dia sangat baik padaku. Entah kenapa, mungkin selama ini akulah yang pertama bisa mendekatinya. Aku yakin beberapa usahaku membuahkan hasil.


“Tentu saja. Ini  perayaan.” Aku tertawa senang dan membuka cupnya. “Kau suka rasa itu?” Dia membelikanku vanilla caramel, aku langsung mengangguk.


“Ini  selalu jadi pilihan favorite. Kau mau  dok? Aku bisa mencarikanmu mangkok kecil?”


“Tidak.” Aku makan dengan semangat sambil melengkapi chart didepannya. “Kau mengingatkanku pada putriku, itu eskrim kesukaannya juga. Dia berumur 6 tahun, dia cerewet sekali...” Aku tersenyum mendengarnya. Tapi perkataan itu juga menikam punggungku dengan dingin.


Aku mengingatkanku  dengan putrinya. Apa dia benar-benar menganggapku ...


“Ini dia... Dia lucu sekali bukan.” Dia memperlihatkan gambar seorang anak perempuan di ponselnya. Aku melihat seorang anak dengan rambut sebahu lurus yang sedang tersenyum sambil bergaya.


“Dia sangat cantik.”


“Jika kau membuka hatimu, mungkin dimasa  depan kau akan punya yang sama cantiknya.” Dia tersenyum getir, tapi tak melihatku, tetap ke ponselnya.


“Mungkin...”


Bersemangatlah Yuna. Mungkin maksudnya bukan menyamakan kau dengan putrinya.


Dia sudah bisa bercerita tentang keluarganya padamu. Perlu waktu untuk sepenuhnya membuka diri. Kau hanya harus bersabar, tak usah buru-buru... Ini baru beberapa bulan. Jangan memaksakan apapun. Dia sudah sebaik ini padamu. Kau hanya harus bersabar. Aku  harus menyemangati diriku sendiri sekarang. Menjadi sedikit optimis lagi.


“Bersemangatlah Dok,...”  Dia meregangkan tangannya.


"Dok, kau baik-baik saja, kau terlihat tidak bersemangat?"

__ADS_1


"Hmm.. Belakangan aku sering kelelahan."


"Berlangsung lama? Seperti datang dan pergi?" Aku mulai bertanya sesuai urutan pertanyaan yang ada di dalam kepalaku.


"Jangan khawatir, kurasa ini hanya karena bertahun-tahun ini aku benar-benar pemalas, jadwal tidurku buruk, banyak hal tidak sehat kulakukan. Aku harus mulai setidaknya mulai jogging." Dan dia bersin. "Ternyata ini flu."


"Pulanglah lebih awal Dok, besok tak ada jadwal di Sabtu, tapi Senin ada ada beberapa jadwal konsultasi baru dan check up, kau full office hours lusa dari pagi, Selasa ada operasi...lebih baik kau ambil istirahat dua hari."


"Oke. Aku ambil off satu hari besok. Aku pulang saja sekarang..."


"Noted Dok."


🎈🎈🎈🎈


Aku membuat Samgyetang untuknya dan wedhang. Samgyetang adalah sup ayam gingseng, ini bagus jika kau sedang memulihkan kondisimu kesehatanmu.


Aku tak ingin mengganggunya, jadi aku hanya mengantarkannya melalui kurir online di siang hari.


"Dok, aku mengantarkan Samgyetang untukmu dan wedhang."


"Ehh kau membuat Samgyetang? Kenapa kau sangat repot?"


"Tidak aku kadang kala membuatnya untuk Mama, jadi aku sudah terbiasa. Ini juga membuat untuk Mama, kusisihkan untukmu bersama wedhang jahe. Itu minuman manis dari jahe untuk menjaga kondisi. Aku tak ingin menggangu istirahatmu. Dalam 25 menit kurirnya akan sampai oke. Aku sudah mengirimnya.. " Aku mencari cara agar tak terlalu mencolok memperhatikannya sehingga membuatnya terganggu.


"Baiklah, kau sangat baik padaku."


"Aku ingin berterima kasih untuk pengajaranmu. Oke Dok, aku tak ingin menggangumu, aku diajak belanja oleh Mama. See you... get well soon Dok." Dan aku memutuskan teleponnya dengan segera. Itu caraku memperhatikan tapi tak ingin menggangunya.


Dia mengirimkan pesan sudah menerimanya. Aku hanya membalasnya dengan emoticon smile dan satu jempol.

__ADS_1


Aku merasa cukup dengan apa yang kuusahakan sekarang.


__ADS_2