Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter
SEASON 1 Part 24. Tak Bisa Diarahkan.


__ADS_3

"Kau sudah menerima jadwal pertemuan pekan depan kan." Aku bertanya ketika kami kemudian sudah bersama di mobilnya untuk makan malam beberapa hari kemudian setelah Vincent masuk kantor kembali.


"Hmm... aku melihatnya sekilas tadi. Kenapa? Kita harus kesana kan, itu undangan untuk Director dan Kepala Finance masing-masing unit usaha..." Aku menghela napas.


"Ada nama mantan suamiku di daftar 50 emiten terbesar yang ikut pertemuan. Setelah sekian lama akhirnya mungkin aku bertemu dia lagi." Ini mengangguku dari kemarin, kenapa bisa dia ada di daftar 50 emiten terbesar. Apa dia punya sebuah tujuan pribadi membeli saham perusahaan tempatku bekerja.


"Kenapa memangnya kau takut sesuatu?" Vincent langsung membuat pertanyaan.


"Perpisahan kami bukan hal yang lancar. Dia memperpanjang proses perceraian kami sampai dua tahun. Dia tidak pernah rela melepasku. Dia selalu berkata aku yang pertama dan yang selalu yang diutamakan, dia berkata aku terlalu naif dan bodoh untuk berpisah dengannya. Aku mendapatkan segalanya darinya tapi memilih jalan sulit. Tahun lalu dia tidak ada di daftar emiten, dia baru masuk tahun ini. Aku tak tahu kenapa dia masuk ke sini. Apa dia punya tujuan khusus aku tak tahu..."


"Dia tahu kau bekerja disini."


"Mama berkata dia pernah menelepon Mama dan pernah bertanya dimana aku bekerja sekarang. Aku membencinya karena mempersulit perceraian kami, dia akhirnya menyerah karena sama sekali tak bisa membujukku setelah menahan proses perceraian kami selama dua tahun. Bahkan setelahnya dia masih berusaha membujukku. Masih mengirimkan uang bulananku yang kukembalikan mentah-mentah semuanya setelahnya. Entah apa yang dia inginkan. Padahal tanpa aku dia bisa bebas melakukan apa saja. Kemunculannya kali ini membuat aku tak yakin..."


"Tak akan ada yang terjadi, kalian sudah berpisah lama. Lagipula ada aku, kau tak usah khawatir. By the way ini mungkin akan jadi kali pertama kita jalan-jalan pertama kita keluar kota." Aku jadi tersenyum. Dia benar ini kali pertama kami keluar kota berdua.


"Baiklah, ini akan jadi kali pertama kita jalan-jalan kita berdua."



"Dan Sabtu ini aku kerumahmu oke. Berkenalan dengan Ibumu. Jumat dan Sabtu depan kita harus ke Bali. " Aku menatapnya sambil tersenyum senang.


"Ohhh begitu." Kondisi ini entah kenapa aku berpikir mungkin kurang dari setahun lagi mungkin aku akan menikah.


"Iya begitu sayang...Ibumu sudah tahukan tentang aku?" Dia mengerlingku.


"Entah, mungkin sudah dari Lenna."


"Ohhh, jadi kau belum cerita langsung pada Ibumu? Kenapa? Apa aku belum memenuhi persyaratan untuk diceritakan kepada Ibumu, apa lagi yang kau ingin aku lakukan. Apa aku masih diragukan." Dia menghadapkan aku ke arahnya dan memandangku dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Aku hanya tidak suka membebani ibu dengan pikiran yang belum pasti. Jika kau datang dia jadi melihat ini pasti orangnya. Aku bukan orang yang mudah cerita persoalanku."


"Kau tahu kan kau bisa bercerita apapun padaku. Bahkan hal remeh..."


"Iya, aku hanya bilang aku bukan orang yang selalu cerita semuanya kepada Mama. Mungkin aku lebih suka menyimpannya sendiri..."


"Kau keberatan aku bertemu Ibumu?" Bambang menaikkan alisnya.


"Tidak, tentu saja tidak. Kenapa aku keberatan."


"Entahlah kau terlihat sedikit tidak yakin. Apa aku masih punya kekurangan.


"Itu hanya perasaanmu saja. Aku tak berkata begitu."


"Baiklah jadi hanya perasaanku. Jadi aku boleh kerumahmu kan, bertemu calon Ibu Mertua?"


"Iya datanglah Bambang. Aku sudah bilang iya..." Aku kelepasan memanggilnya Bambang.


"Anggap saja itu panggilan sayang..."


"Bambang? Tak ada yang lebih bagus, aku kira aku tak punya kemiripan dengan Bambang...Kau memang aneh, padahal aku lebih mirip dengan Thor,..."


Thor punya rambut, dia cepak. Bambang ini terlalu menganggap dirinya tinggi sekarang.


๐Ÿงก๐Ÿงก


Lenna tidak berhasil mengorek keterangan apapun ke Ardy. Dia hanya bilang pergi kuliah dan punya sedikit pekerjaan. Tapi kemudian Lenna bilang dia sama sekali tak pernah terlihat membawa buku kuliah, diktat atau terlihat mengerjakan tugas atau apapun yang berhubungan dengan kuliahnya.


Dia hanya pergi pagi dan pulang malam. Sebenarnya apa yang dia kerjakan. Sabtu ini dia pagi-pagi sudah bersiap-siap pergi lagi. Aku mencegatnya di pintu keluar.

__ADS_1


"Ardy, kamu kemana pagi-pagi pulangnya selalu malam?" Dia menghela napas mendapatkan aku berada di pintu. Mana yang sudah bangun ikut mendengar pertanyaanku.


"Ada tugas kuliah sama teman Kak."


"Tugas kuliah? Kok perginya pagi-pagi pulangnya malam?" Aku mengejarnya.


"Magang."


"Magang? Tugas magang itu si akhir akhir semester, kamu kan baru masuk semester tiga."


"Ya pokoknya aku gak macem-macem deh..."



"Sebenernya kamu kemana sih, ngomong yang jujur bisa!? Kamu gak kuliah kan kemarin, belum cukup kamu masuk kantor polisi bulan kemarin, kamu mau apa lagi?! Kamu mau jadi apa sih!?" Aku jadi naik darah karena dia bertele-tele padaku.


"Terserah kakaklah!" Dia tetap melangkah pergi, tak memperdulikan pertanyaanku.


"Ardy! Kakak belum selesai ngomong!" Dia berhenti didepan pintu. "Sebenarnya kamu kemana, tahu gak sih orang itu mikirin kamu, takut kamu kenapa-kenapa. Ngomong yang bener kanapa!" Dia berbalik memandangku.


"Ardy cape nurutin Kakak! Ardy mau berenti kuliah, kerja di tempat teman Ardy! Dia punya toko kue besar, lebih baik Ardy kerja disitu daripada ngabisin uang Kakak puluhan juta per semester di bidang yang Ardy gak suka! Jadi Ardy bukan pergi maen, Ardy kerja, jadi helper koki, gak papa Ardy mulai dari nol jadi helper, yang penting Ardy seneng apa yang Ardy kerjain. Mulai sekarang Ardy gak akan ngabisin uang Kakak lagi! Aku mau pergi!" Dan dia pergi begitu saja kemudian.


Setelah dia benar-benar pergi. Aku dan Ibu mematung dengan kata-katanya. Anak itu tak ada yang bisa memerintahnya, dia selalu berjalan dengan apa yang dia inginkan.


Aku memberinya kuliah di tempat puluhan juta supaya dia punya masa depan yang lebih baik. Tapi dia malah memilih bekerja menjadi helper koki.


Jika Ayah masih hidup apa yang akan dikatakannya.


โคโค

__ADS_1


Bagi Vote + Hadiah + Jempolnya yaaa ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜…๐Ÿ˜˜


Muachh Thank you


__ADS_2