
"Benar kata Linda, bikin ketagihan tapi melelahkan!" celetuk Julia membuat teh yang baru saja di minum Gian langsung menyembur keluar.
"Heh, apa yang kalian bahas hah?" tanya Gian langsung penasaran.
"Kau ini kenapa sih, bisa minum apa gak?"
"Jawab aku, apa yang kalian bahas?" tekan Gian penasaran.
"Apanya, mau tahu urusan perempuan saja!"
"Jawab aku atau tidak ku beri jatah kau malam ini," ancam Gian membuat Julia tertawa, "Kenapa kau tertawa hah?"
"Kau sudah melakukannya malam tadi, subuh tadi. Apa masih kurang? lalu kenapa kau harus mengancam ku? seharusnya aku yang mengancam mu."
Julia mengejek suaminya, malu rasanya Gian, seolah dirinya lah yang paling benar.
Jika di tempat Julia dan Gian sekarang pukul tujuh pagi, di tempat Alan dan Linda sudah pukul sembilan pagi. Jadi, keluarga Alan sekarang sedang bersantai di rumah. Meskipun di tinggal pergi oleh Gian, Alan masih bersantai tidak pergi ke kantor.
"Sayang, apa sudah selesai?" tanya Alan dengan raut wajah penuh harap.
"Belum, sedikit lagi,"
Alan langsung membuang nafas kasar, "Benar kata orang, jangan berharap pada manusia!" gerutunya.
"Kau ini kenapa?" tanya Linda, "anak mu sangat pendiam kenapa kau malah seperti bayi?"
"Aku bayi yang paling utama harus kau penuhi kebutuhannya!" tegas Alan, "bagaimana bisa aku menahannya sangat lama, sedangkan bentuk tubuh mu setelah melahirkan semakin membuat ku tergoda."
"Sayang, di dengar anak mu!" sentak Linda dengan mata melotot.
"Biarkan saja, biarkan dia berguru pada daddynya!"
Sudahlah, ujung-ujungnya Linda sangat malas berdebat dengan suaminya ini. Keseharian Linda sejak memiliki anak, wanita ini akan keluar rumah jika ada keperluan mendesak saja. Begitu juga dengan Alan, mereka sekarang lebih betah berada di rumah sejak kehadiran Hansel. Hampir setiap hari juga Melan menyempatkan waktu untuk menelpon kakaknya hanya untuk melihat sang keponakan.
Siang telah berganti malam, Linda sudah menidurkan anaknya. Wanita ini berdiri, memandang ke arah box bayi di samping tempat tidurnya.
Alan yang baru masuk langsung menghampiri sang istri lalu memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Alan.
"Aku tidak percaya jika aku sudah sampai ketahap ini," jawab Linda membuat suaminya bingung.
"Aku pernah berada di titik terendah dalam hidup ku sejak di tinggal orangtua ku. Semua orang mencemooh, menghina dan selalu merendahkan ku. Aku pernah gagal dalam pernikahan, tapi kau datang merangkul ku. Membantu ku, mengubah seluruh hidup ku. Kau memilih ku untuk menjadi pasangan mu, tidak melihat dari latarbelakang atau pun fisik ku. Sekarang aku sudah memiliki anak, aku memiliki suami yang sangat sayang pada ku. Di banding harta, aku jauh lebih bersyukur memiliki mu dan Hanse." Tutur Linda panjang lebar. Wanita ini merasa sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sekarang.
"Kau terlalu banyak memuji ku sayang. Aku juga merasakan hal yang sama seperti mu. Sekarang, kau dan Hansel adalah alasan agar aku semakin bersikap dewasa dalam menentukan kebahagiaan keluarga kita. Anggap saja sifat kekanakan ku itu hiburan untuk mu," ujar Alan.
"Hiburan kata mu, terkadang kau sendiri membuat ku jengkel!"
"Tapi, ngomong-ngomong kenapa kau memakai baju dinas malam ini?" tanya Alan yang baru sadar jika istrinya malam ini mengenakan lingerie.
"Ah, anu itu, cuma ingin aja," jawab Linda mulai panik.
"Bohong!" seru Alan tidak percaya.
"Sayang aku serius!"
"Aku tetap tidak percaya. Aku akan memeriksanya sendiri. Berani kau berbohong pada ku, akan ku habisi kau malam ini. Akan ku buat kau tidak bisa berjalan!" ancam Alan.
Lelaki ini langsung menggendong istrinya ke kamar mandi. Benar saja, terjadi keributan di sana, Alan terus berusaha melepas lingerie istrinya.
Linda yang sudah sangat polos mencoba berusaha menutup bagian tubuh depannya.
"Aku hanya ingin memberi mu kejutan. Aku tidak bermaksud membohongi mu!" ujar Linda.
Alan tidak peduli lagi, air liur lelaki ini sudah hampir jatuh ke lantai. Buru-buru Alan melepas semua pakaian lalu menggendong sang istri menuju tempat tidur.
"Habislah aku!" batin Linda.
Di atas tempat tidur, Alan mulai sibuk berjelajah kembali di tubuh istrinya yang sudah satu bulan lebih tidak dia sentuh. Rakus sekali lelaki ini, hampir di setiap tempat favoritnya di beri tanda.
"Aku sudah tidak tahan!" ujar Alan bersiap-siap memasukan rudalnya.
Namun, baru juga juniornya menyentuh pintu gua, tangisan Hansel menghentikan aktifitas mereka. Linda langsung mendorong tubuh suaminya, wanita ini menarik selimut lalu menghampiri anaknya.
Sedangkan Alan, pria ini langsung berguling-guling di atas tempat tidur. Linda tertawa geli melihat tingkah suaminya. Hanya butuh sebotol susu, Hansel kembali tertidur lagi.
__ADS_1
"Lihat, adik ku kembali tidur lagi. Kau harus bertanggung jawab!" ucap Alan kesal.
Linda tidak mau mengecewakan suaminya, wanita ini langsung membuang selimutnya sembarang lalu menaiki tubuh suaminya.
"Aku suka kau yang sekarang sayang!" ucap Alan.
Bukan main, demi memuaskan suami Linda rela membangunkan beberapa kali junior suaminya. Untung saja malam ini Hansel bisa di ajak bekerjasama, bocah tampan itu tidur sangat lelap sekali seakan mengerti dengan keadaan orangtuanya yang butuh pelepasan.
Begitu juga dengan Gian dan Julia, pengantin baru ini saling bercocok tanam. Julia yang biasanya terlihat petakilan ternyata hanya kalah di ranjang saja. Gian suka sekali memompa sang istri dengan bermacam gaya yang menurutnya memiliki sensasi tersendiri.
Sedangkan Alan dan Linda, sepasang suami istri ini sama-sama terbaring lelah setelah melakukan pelepasan bersama-sama. Terlihat jelas jika keduanya masih mengatur nafas.
Alan melihat istrinya sudah sangat kelelahan langsung menggendong sang istri menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri.
Setelah kembali berpakaian, Alan dan Linda melihat anaknya sebentar lalu kembali naik keatas tempat tidur. Linda tidur berbantalkan lengan suaminya.
"Aku sangat puas, malam ini kau sangat agresif sayang. Besok lagi ya...!" ujar Alan.
"Tidurlah, aku sudah sangat mengantuk," sahut Linda.
"Sayang, aku benar-benar puas. Permainan mu sangat panas. Belajar dari mana kau?" tanya Alan penasaran.
"Biarkan aku tidur. Jika tidak aku tidak akan melakukan hal yang sama seperti malam ini lagi," ancam Linda.
"Kalau begitu tidurlah. Terimakasih untuk malam ini, kau sudah sangat memuaskan ku. Aku mencintaimu istriku," ucap Alan lalu mengecup kening istrinya.
Linda tidur dalam pelukan suaminya, wanita benar-benar tidak ingin kehilangan sang suami, jadi sebisa mungkin Linda tidak ingin membuat Alan kecewa.
Linda sudah mendapatkan suami yang tulus mencintai dirinya apa adanya. Memiliki anak yang sekarang menjadi penguat dalam hidupnya. Tidak ada lagi yang berani mengusik Linda, Alan telah membuatnya duduk sebagai seorang ratu. Linda telah bahagia, begitu juga dengan Julia dan Gian yang baru memulai rumah tangga mereka. Melan yang sedang menuntaskan pendidikannya dan orang-orang jahat yang sudah di balas oleh Alan. Semoga keluarga mereka bahagia selalu, tidak ada orang jahat yang mengusik mereka kembali.
******TAMAT****
Terimakasih kepada kalian yang sudah membaca cerita ini, semoga murah rezeki dan sehat selalu😊 Terimakasih atas dukungan kalian semua, terimakasih Like, rate, Vote and comen yang bikin otor ngakak😁 Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Mohon maaf jika banyak kekurangan dalam penulisan, typo yang berserakan. Mohon maaf juga jika akhir ceritanya kurang memuaskan. jangan lupa mampir ya😊
Yang suka cerita kocak dan lucu, silahkan mampir di "MENIKAHI CALON IBUKU" yang suka cerita air mata silahkan mampir di "NAFSU SANG DUDA"
Berhubung usia kehamilan otor sudah memasuki bulan ke lima jadi nulisnya slow ya😊
__ADS_1