
"Apa...?" Alan terkejut ketika mendengar cerita istri dan adiknya. Tidak, bukan hanya terkejut tetapi Alan juga tertawa geli.
"Aku rasa dia hampir tidak tidur malam karena memikirkan kak Linda," ujar Melan.
"Tentu saja, aku yang suaminya saja hampir setiap malam tidak tidur," sahut Alan.
"Memalukan!" seru Linda.
"Ini kebenaran sayang. Kau juga hampir setiap malam tidak tidur!" kata Alan menggoda istrinya.
"Ya memang begitu,kak Linda sedang hamil besar sudah tentu akan mengalami sulit tidur," ucap Melan yang tak paham maksud kakaknya.
"Kau benar, anak kecil menang tidak harus tahu!" ujar Alan.
"Apa yang akan kau lakukan sayang?" tanya Linda.
"Dia bilang ingin datang menemui ku, sudah pasti aku akan menunggunya," jawab Alan terlihat santai, "sayang ku,aku akan tertawa jika kau kembali pada mantan suami mu itu. Menggelikan!"
"Kau pikir aku mau? hanya perempuan bodoh yang mau kembali bersama Davin!" sahut Linda.
Alan mengusap rambut istrinya, "Tidak, mana mungkin aku memberikan batu yang sudah ku asah seperti berlian kepada orang lain. Enak saja!"
__ADS_1
"Ah, sudahlah. Urusan kalian, aku mau istirahat," ujar Melan berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya.
Alan mengajak istrinya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Alan suami yang baik, sebelum beristirahat laki-laki ini memastikan kembali jika istrinya sudah makan atau belumnya.
Sementara itu, Davin sedang menimbang diri untuk bertemu dengan Alan. Tentu saja Davin menyiapkan kata-kata untuk membungkam mulut Alan nantinya.
"Apa yang sedang kau lakukan Davin?" tanya Robby mengejutkan Davin.
"Pah, Davin ingin tanya sesuatu."
"Tanya apa Davin, sepertinya sangat serius?"
"Apa papah memiliki bukti perjanjian jika ayah Linda dulu pernah menitipkan Linda kepada kita?"
"Jangan bilang kau menyukai Linda?"
"Linda sekarang sangat cantik. Bahkan semua orang mengenalnya, setiap laki-laki pasti mengimpikan untuk mendapatkannya."
"Jangan gila kamu Davin.Keluarga kita pernah hancur hanya karena kita tidak sengaja menyinggung Alan,"
"Pah, Linda itu perempuan bodoh yang mudah terhasut. Davin bisa mendapatkan Linda kembali berserta nama besar keluarga kita. Papah tenang saja!",
__ADS_1
"Jangan Davin, buang ambisi mu. Kehidupan kita baru saja membaik. papah mohon jangan bersikap yang bisa membuat kita hancur!" Robby memohon pada anaknya.
Robby meninggalkan anaknya yang terdiam. Robby menganggap jika Davin mendengarkan perkataannya namun nyatanya tidak. Laki-laki ini semakin berambisi untuk mendapatkan Linda kembali.
"Benarkah?" tanya Gian tidak percaya dengan cerita Julia, "benar-benar sudah gila!"
"Maaf ya, aku jadi penasaran sejelek apa Linda dulu?"
"Linda tidak jelek amat, hanya saja dia tidak pandai merawat diri dan juga tubuhnya sedikit besar. Kau pasti tahulah bagaimana penampilan perempuan yang tidak pernah merawat diri. Jangankan pakaian, Linda juga tidak pernah menggunakan lipstik dan bedak," Gian memberitahu Julia.
"Tapi kenapa Alan sangat mencintai Linda?" tanya Julia semakin penasaran.
"Aku juga tidak tahu. Yang ku tahu Alan bukan tipe laki-laki yang mudah menyatakan cinta atau menyukai perempuan. Kita tidak pernah tahu kebaikan apa yang di pandang Alan dari Linda."
"Lalu, bagaimana dengan aku?"
"Apanya?" tanya Gian bingung.
"Apa yang kau pandang dari diriku?"
Gian menatap wajah Julia, mencubit pipi wanita itu lalu menjawab, "Nanti saja, setelah kita menikah aku akan menjawabnya!"
__ADS_1
Julia mendengus kesal, Gian suka sekali menggantung jawaban.Sepasang kekasih ini berencana menikah setelah Linda melahirkan nanti.