
"Jadi semua ini karena ulah mamah?" tanya Davin dengan suara pelannya.
"Habisnya mamah benci banget sama Linda. Jadi mamah keceplosan!" jawab Diana tanpa merasa bersalah.
"Apa mamah tahu jika ucapan mamah seperti itu sudah mempengaruhi perusahaan. Kita bangkrut lagi mah!" Davin akhirnya terduduk lemas.
Plaaaak,...
Tiba-tiba Robby menampar Diana hingga membuat Davin terkejut.
"Papah memukul mamah?" tanya Diana sambil mengusap pipinya.
"Aku dan Davin sudah sangat menjatuhkan harga diri kami demi menyelamatkan perusahaan. Tapi, kau tanpa merasa bersalah sudah merusak semuanya!"
"Ini juga kesalahan mu pah, jika jauh tidak menjanjikan pada keluarga Linda, tidak mungkin akan seperti ini,"
"Apa kau lupa jika ayah Linda lah yang sudah membantu membangun kembali perusahaan kita? Selama ini aku selalu menurut dengan ucapan dan perintah mu. Lihat hasilnya, kita jatuh miskin mah, tidak akan ada lagi yang akan membantu kita," Robby terduduk lemas sambil mengacak rambutnya frustasi.
Sementara itu, Alan sedang menemani istrinya untuk beristirahat. Alan mengusap perut yang masih datar, ucapan Diana membekas di hatinya. Sampai kapan pun Alan tidak akan pernah melupakannya.
"Bagaimana bisa ku hidup bersama orang-orang seperti itu?" lirih Alan terus menatap wajah lelap istrinya.
Sakit hati Alan, meskipun pertemuannya dengan Linda sangat singkat, entah kenapa Alan langsung jatuh hati pada wanita itu.
__ADS_1
Cukup lama Linda tertidur, mungkin wanita ini kelelahan apa lagi usia kandungannya sudah memasuki bulan kedua. Alan tidak tidur, laki-laki ini hanya sibuk memantau pekerjaan para karyawannya lewat laporan yang di kirimkan Gian atau pun Julia.
"Sayang,....!" panggil Linda dengan suara seraknya.
Alan langsung meletakan ponselnya lalu menghampiri sang istri.
"Kau sudah bangun, minum dulu,"
"Kepala ku pusing. Perut ku mual serasa ingin muntah tapi tidak bisa!" keluh Linda.
"Sebaiknya kita pergi ke Dokter, aku takut kau kenapa-kenapa."
"Tidak, aku hanya ingin meminjam dada mu saja," tolak Linda langsung bersandar di dada suaminya.
"Kau ingin makan apa sayang, sejak siang kau belum makan?" tanya Alan sambil mengusap perut istrinya.
"Kau ingin makan daging apa?" tanya Alan sekali lagi.
"Daging gajah!" jawab Linda bercanda.
"Sayang, apa kau serius?"
"Tidak, aku hanya bercanda. Kau ini selalu serius!"
__ADS_1
Alan menarik nafas panjang, pria ini menyuruh istrinya untuk mandi karena selesai makan Alan akan mengajak Linda pergi ke Dokter yang sudah di rekomendasi oleh Gibran.
Tentu saja Alan mengajak Linda makan di restoran mahal. Memilih kualitas daging yang terbaik untuk makanan anaknya di dalam perut.
Linda merasa senang karena Alan selalu mengabulkan apa yang dia minta. Sejak hamil, selera makan Linda berubah menjadi mahal. Hampir setiap hari Linda makan di restoran mahal.
Selesai makan, mereka langsung pergi ke rumah sakit. Seorang Dokter perempuan sedang melakukan pemeriksaan kehamilan Linda. Tidak lupa Dokter tersebut menyiapkan obat dan beberapa vitamin.
"Apa toge kami sehat?" tanya Alan membuat Dokter Sarah bingung.
"Maaf pak, toge apa ya?" tanya Sarah bingung namun tidak dengan Linda yang sudah menahan tawanya.
"Maaf Dokter Sarah, toge yang di maksud suami ku adalah bayi kami," perjelas Linda.
"Gitu aja gak tahu!" seru Alan.
"Sudah bukan toge lagi pak, sekarang sudah menjadi tunas kacang hijau," ujar Sarah yang sudah tidak bisa menahan tawanya.
"Sudah, jangan di bahas. Ada satu yang harus kita bahas!" kata Alan lagi-lagi membuat Linda dan Sarah bingung.
"Sayang, apa lagi?" tanya Linda berbisik.
"Begini Dokter Sarah, sejak istri ku di nyatakan hamil, aku tidak pernah menyentuhnya. Apakah kami kaum lelaki di perbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri?" tanya Alan tanpa rasa malu. Linda hanya bisa melongo, menutup mulutnya karena tidak percaya jika suaminya akan bertanya ke hal sensitif seperti itu.
__ADS_1
"Membuat ku malu saja!" ucap Linda sambil mencubit lengan suaminya.
"Tidak apa-apa bu Linda, ini adalah pertanyaan wajar bagi para suami," Dokter Sarah tersenyum, wanita ini kemudian menjelaskan tentang hubungan suami istri di masa kehamilan. Alan cukup puas, sekali laki-laki ini mencolek pipi Linda hingga membuat wanita itu kesal.