
"Kapan dia akan hadir di sini sayang?" tanya Alan sambil mengusap lembut perut istrinya.
"Berdoa saja secepatnya. Sayang, aku masih merasa jika hidup yang aku jalani sekarang seperti mimpi," ujar Linda.
"Mimpi mu nyata sayang," sahut Alan.
"Aku masih penasaran, alasan apa yang membuat mu mau membantu ku dan mencintai ku?" tanya Linda kembali.
"Tidak ada alasan bagi ku untuk mencintai mu. Nyatanya, yang memiliki alasan saja bisa pergi," jawab Alan sambil memainkan dagu istrinya.
"Yang memiliki alasan saja bisa pergi, bagaimana dengan yang tidak memiliki alasan?"
"Heh, aku tidak seperti itu. Aku sudah pernah di kecewakan dan aku tidak ingin membuat orang lain merasa kecewa sama seperti apa yang aku rasakan," tutur Alan.
"Benarkah? besok kita akan pulang, sebenarnya aku lebih betah berada di rumah mu," ujar Linda yang sudah tidak sabar untuk pulang.
"Rumah kita sayang, sampai kapan pun itu akan menjadi rumah kita. Rumah di mana anak-anak kita akan lahir dan besar nanti," ucap Alan semakin membuat hati Linda meleleh.
Linda dengan berani mengecup bibir suaminya yang sedang rebahan di pangkuannya. Tentu saja hal tersebut memancing Alan untuk melakukan hal yang lebih. Malam ini, ranjang kembali bergoyang. Pendingin ruangan semakin turun tapi tetap saja keringat mereka keluar menyatu.
Hari yang di tunggu tiba, senang rasanya bagi Linda telah kembali pulang ke rumah meski pun sekarang tidak ada Melan. Linda berguling-guling di atas tempat tidur, membuat Alan tertawa melihat istrinya.
__ADS_1
"Kenapa seperti itu, seperti anak kecil saja?" tegur Alan.
"Suami ku, kau tidak akan pernah tahu rasanya merindukan tempat tidur mu sendiri jika kau tidak melakukan hal seperti ini," ujar Linda semakin membuat Alan tertawa.
"Kau sudah banyak berubah sayang, dulu kau hanya diam saja ketika orang lain menghina mu. Tapi ternyata aslinya kau sangat lucu dan menggemaskan," ucap Alan lalu menarik istrinya ke dalam pelukan.
"Terkadang, kita hanya perlu menutup mata dan telinga agar kita lebih waras. Percuma saja kita ikut berkoar, orang bodoh tetap menganggap dirinya pintar," kata Linda lalu melepas pelukan suaminya.
"Heh, tapi hati mu pasti sakit!" Alan menunjuk letak hati istrinya.
"Sudah biasa, bukan kah kalau ingin membalas kita bisa melakukan cara lain?"
"Jadi, mari melakukannya dengan cara yang berkelas!" gumam Alan langsung di iyakan oleh istrinya, "apa kau tahu sebab apa ayah mu mengabdikan seluruh hidupnya pada keluarga Davin?" tanya Alan membuat kening Linda berkerut.
"Maaf jika aku lancang, tapi sebenarnya ada sesuatu yang tidak pernah kau tahu," ujar Alan semakin membuat Linda penasaran.
"Kau menyelidiki keluarga Davin?" tebak Linda.
"Menurut mu?" tanya Alan membuat Linda sejenak terdiam, "kenapa aku kekeh mau menerima kerja sama dari mereka? itu karena ada hak diri mu di perusahaan itu," ujar Alan membuat Linda bingung.
"Alan, aku tidak mengerti. Jelaskan!" pinta Linda.
__ADS_1
"Perjodohan mu dan Davin adalah sebuah perjanjian di kala ayah mu dan papah Davin masih muda dulu. Mantan mertua mu itu juga sebenarnya menjanjikan sebagian saham pada ayah mu jika ayah mu bisa membangkitkan kembali usaha keluarga mereka. Berhubung mantan mertua mu itu tidak mau rugi, makanya sebelum ayah mu meninggal dia ingin melihat mu menikah. Semua di lakukannya hanya untuk melihat mu hidup dalam berkecukupan," Alan mulai memberitahu istrinya.
"Aku masih tidak mengerti. Jadi, menurut mu om Robby itu jahat?"
"Ya, karena dia tidak mau perusahaan keluarganya di kelola oleh dua orang. Davin tidak tahu akan hal ini,"
"Dari mana kau tahu semuanya?" tanya Linda tidak percaya.
"Aku mencaritahu segalanya tentang mu. Tentang latar belakang keluarga mu dan sebab apa kau bisa menikah dengan Davin. Maafkan aku Linda," ucap Alan.
Linda terduduk diam, masih mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut suaminya. Jadi, ayahnya melakukan semua ini demi dirinya.
"Seharusnya, kau ikut ambil dalam perusahaan keluarga mereka. Tapi, selama ayah mu masih hidup papah Davin selalu mengulur waktu untuk memberikannya pada ayah mu,"
"Apa kau tahu alasannya kenapa?" tanya Linda.
"Tentu, di saat ayah mu meminta jabatan Direktur, Robby selalu bilang menunggu kau lulus kuliah baru dia akan menyerahkan. Setelah kau lulus kuliah, Robby meminta sampai kau dan Davin menikah. Dia sudah mengingkari janjinya pada ayah mu,"
"Apa aku bisa mempercayai mu?" tanya Linda mulai lesu.
"Aku memaksa mu percaya. Untuk informasi seperti ini aku sudah membayar mahal seseorang," kata Alan.
__ADS_1
Kenapa Alan melakukannya semuanya, itu karena Alan benar-benar mencintai Linda. Jika mengingat penghinaan yang di berikan pada Linda dari semua karyawan Davin, ingin rasanya Alan merobohkan perusahaan Davin.