
Airin menangis di dalam ruangan Davin, membuat Davin kebisingan. Sudah berulang kali Davin menyuruh Airin berhenti menangis namun tetap saja wanita itu tidak mau.
"Di rumah ada tiga nenek lampir di kantor ada satu. Sumpah, aku pusing!" keluh Davin, "Heh Airin, ayo cepat. Kita ada rapat hari ini."
"Aku sedang sedih, kau malah seperti ini," ujar Airin marah.
"Kau di sini untuk bekerja bukan untuk bersedih. Ayo cepat, aku ingin melihat Linda," kata Davin langsung membuat Airin gagal fokus.
"Melihat Linda?" Airin mengulangi kata-kata Davin hingga membuat Davin panik.
"Tidak, bukan itu maksud ku. Aku tidak ingin Linda datang terlebih dahulu," kilah pria itu.
Mereka kemudian pergi ke restoran yang sudah di janjikan sebelumnya. Kali ini Davin pergi bersama Tita dan beberapa karyawan lainnya. Sedangkan Linda hanya pergi berdua dengan Julia.
Di akui Davin jika Linda sebenarnya pintar, hanya saja wanita itu tidak suka beradu mulut dengan orang lain dan membiarkan orang lain menghina dan merendahkannya.
Cukup sungkan ketika beberapa karyawan Davin melihat Linda yang tersenyum ramah pada mereka.
Mereka langsung melakukan meeting, Linda hanya diam saja sambil mendengar penjelasan dari karyawan. Sedangkan Davin sejak tadi malah sibuk memandangi wajah mantan istrinya sementara itu Airin terus mengumpat kesal karena Linda sudah menyiramnya dengan air tadi pagi.
"Aku tidak setuju!" seru Linda ketika Tita menyarankan Helen lah yang menjadi bintang tamu di acara peresmian hotel.
"Di sini harus menggunakan suara terbanyak, kau tidak bisa protes Linda," ujar Davin yang mau menang sendiri.
"Oh, jadi ini alasan mu membawa ramai orang?" tanya Linda.
"Helen sekarang sedang naik daun, dia pantas untuk menjadi bintang tamu di acara peresmian," Davin masih membela istrinya.
__ADS_1
"Apa kau takut kalah cantik dari Helen?" tanya Airin mencibir.
"Hih, cantikan Linda kemana-mana. Buka mata kalian!" seru Julia tidak terima.
"Aku mau bintang tamu kita artis papan atas yang sudah di kenal banyak orang," Linda masih terlihat santai.
"Helen adalah arti baru yang sekarang sedang di sanjung. Jika kita memakai dia otomatis hotel tersebut akan banyak di kenal," Tita membuka suara.
"Aku hanya ingin artis yang bebas dari masalah dan baik di pandang!" tegas Linda.
"Apa kau sedang mengatai istri ku?" tanya Davin tidak suka.
"Apa kau tahu banyak tentang istri mu?" Linda bertanya balik.
"Tentu saja aku tahu, dia istri ku!"
"Jaga ucapan mu Linda!" bentak Davin membuat suasana ruangan tersebut menjadi panas.
"Apa yang harus aku jaga?"
"Apa kau masih sakit hati karena aku menceraikan mu dan memilih Helen sebagai istri ku?" tanya Davin mengejek dengan maksud hati ingin mempermalukan mantan istrinya tersebut.
"Wah, percaya diri sekali kau," ujar Linda, "Jika aku memiliki bukti, apa yang akan kau lakukan untuk Helen?" tanya Linda membuat semua orang penasaran pada Linda.
"Kau menyelidiki istri ku?" tanya Davin penuh selidik.
"Helen adalah artis di bawah naungan perusahaan suami ku. Jadi, aku tahu segalanya," jawab Linda membuat Davin terkejut. Pria ini tidak percaya jika istrinya berada di bawah management Alan.
__ADS_1
"Ku rasa ada sesuatu!" bisik karyawan Davin pada karyawan di sebelahnya.
"Aku tahu kau masih sakit hati dengan kami. Tapi, jangan membawa masalah pribadi ke pekerjaan!" ucap Davin dengan percaya dirinya.
Linda tertawa renyah, sedangkan Julia hanya sibuk dengan ponselnya.
"Bukankah kau sendiri yang sejak awal membawa masalah pribadi ke pekerjaan kita? lalu kenapa kau selalu menuduhku?"
"Bilang saja kau masih tidak terima aku ceraikan!" ujar Davin semakin membuat Linda tertawa.
"Kau laki-laki bodoh yang ku pernah ku temui Davin. Buka ini," ujar Linda menyodorkan sebuah amplop.
Semua mata tertuju ke arah amplop, dengan cepat Davin mengambil lalu membukanya.
"Jika kau masih tidak percaya, kau bisa datang ke alamat yang tertulis. Maka, kau akan bertemu dengan mertua dan suaminya Helen!" perjelas Linda.
Merah padam sudah wajah Davin, matanya melotot nyaris keluar. Tangannya bergetar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Airin dan Tita sendiri takut untuk mengeluarkan suara.
"Ini adalah alasan kenapa aku tidak setuju jika Helen yang menjadi bintang tamunya. Dia seorang artis baru yang sedang naik daun, aku tidak mau para wartawan mengulik kehidupannya dan mendapatkan hasil terburuk yang akan berpengaruh pada pekerjaan ku!" tutur Linda panjang lebar kemudian mengajak Julia pergi.
Davin meremas dua lembar foto pernikahan istrinya bersama pria lain. Tapi, bagaimana bisa Helen melakukan ini semua pada Davin karena pernikahan mereka sah di mata agama dan negara.
Para karyawan mulai berbisik, ini akan menjadi gosip paling panas di kantor setelah gosip panas tentang Linda dulunya.
😊😊Mampir di novel baru ya😊😊
__ADS_1