Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
48.Siang-siang Begini?


__ADS_3

Rapat selesai, semua orang mulai bubar kecuali Linda. Wanita ini duduk santai hingga membuat Airin terpancing untuk mencari gara-gara di tempat itu.


"Mantan Alan tertawa melihat ini," cibir Airin.


"Melihat apa?" Davin bertanya.


"Ya tertawa saja kenapa Alan bisa menikah dengan seorang perempuan tidak jelas dan statusnya janda pula," kata Airin terus mencibir.


"Apa kalian sudah selesai?" tanya Linda, "Jika sudah segera pergi dari sini." Linda mengusir dua sampah di depannya.


"Kau mengusir ku?" tanya Davin tidak suka, "Aku masih bisa menghargai Alan, tapi tidak dengan mu."


"Aku heran pada mu Davin, kau ini memiliki masalah hidup apa?" tanya Linda melipat ke dua tangannya, "Perasaan kau dan keluarga mu suka sekali mengusik ku. Apa karena kau takut jika semua orang tahu bahwa perusahaan mu itu adalah sebagian milik ku?"


deg,...Davin terdiam sejenak mencerna ucapan Linda. Ekspresi wajahnya mendadak bingung.


"Sayang, apa kau sudah selesai?" tanya Alan yang tiba-tiba masuk.


"Oh, aku sudah selesai," jawab Linda.


"Aku ingin mengajak mu pergi, ayo!" ajak Alan.


"Mantan mu pasti akan tertawa jika kau jalan bersama dengan ku. Tapi sayang, ada yang lebih panas hatinya jika melihat kita berdua," ujar Linda langsung membuat Alan paham maksud dari ucapan istrinya.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Alan pura-pura tidak mengerti, "Apa ada yang mengejek mu janda lagi?"


"Aku dengar tadi begitu," kata Linda.


"Kau adalah janda kesayangan tuan Alan. Jadi, jangan dengarkan ucapan tidak berbobot seperti itu," sahut Alan lalu mengajak istrinya keluar.


"Linda,...!" panggil Davin membuat langkah suami istri itu terhenti, "Jelaskan apa maksud mu tadi?"


Linda tersenyum, menatap tajam ke arah mantan suaminya, "Jangan tanyakan ini pada ku, tanyakan saja pada papah mu yang bijaksana itu. Sudah puaskah kalian merusak kehidupan ku?"


Kata-kata Linda terdengar dingin, sorot matanya tajam penuh amarah tertahan. Airin yang bingung tidak bisa mengeluarkan suaranya begitu juga dengan Davin.


Mereka hanya terdiam melihat Alan dan Linda pergi. Namun, dalam hati Airin dan Davin sangatlah panas karena Alan menggandeng mesra istrinya.


"Kenapa kau diam saja?" tanya Airin.


"Katanya kau bisa merusak hubungan mereka, mana nyatanya?" tanya Davin emosi.


"Jadi, kau pikir sejak tadi aku menyinggung mantan istri mu itu kau sebut apa?" Airin kesal, "Jika ku lihat, kau ini sepertinya menyesal telah menceraikan Linda. Apa Linda jauh lebih cantik dari istri mu sekarang?" tanya Airin menebak.


"Diam kau!" bentak Davin kemudian pergi.


Sedangkan Helen, setelah berhasil menjadi seorang pemain sinetron berkat bantuan Alan, wanita ini terus bersikap seolah dirinya artis papan atas. Benar jika Helen memiliki bakat dalam bidang ini, namun semuanya hanyalah sementara karena Alan ingin menaikan mereka lalu menjatuhkannya.

__ADS_1


Vina yang mendampingi kakak iparnya itu terus memamerkannya di media sosial. Status mereka sebagai keluarga terpandang nyatanya lebih udik dari yang orang lain pikirkan.


Sementara itu, Alan mengajak istrinya pulang ke apartemen yang berada tak jauh dari perusahaan. Tentu saja hal ini membuat Linda kebingungan.


"Suami ku, ngapain kita ke sini?" tanya Linda yang benar-benar bingung.


"Sayang, kau mandi dulu ya!" titah Alan langsung membuat Linda paham maksud suaminya.


"Hih, siang-siang begini?" ujar Linda.


"Tadi malam aku sedang ingin, tapi ku lihat kau sudah tidur. Jadi, aku tidak tega membangunkan mu sayang," kata Alan dengan sikap manjanya, "Sayang, aku ingin dedek bayi," rengek Alan.


Belum lagi Linda menjawab, Alan sudah melepas jasnya lalu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar. Mereka pergi mandi bersama, sudah pasti ada adegan guyur mengguyur. Bahkan, dengan tubuh basah sepasang suami istri itu bermain di atas ranjang.


"Kenapa belum keluar juga?" tanya Linda.


"Maafkan aku sayang, tadi pagi aku minum obat kuat!" jawab Alan membuat Linda menelan ludah kasar.


Berbagai macam gaya di keluarkan Alan untuk memuaskan hasratnya. Tidak lupa lelaki ini membuat istrinya melayang sebelum dirinya. Siang yang panas ini, di tambah adegan yang tidak terlalu panas. Butuh waktu yang cukup lama bagi Alan dan Linda untuk saling memuaskan.


Linda tertidur dalam pelukan Alan, dengan sengaja Alan mengambil foto mereka berdua lalu memamerkannya di media sosial. Davin yang melihat foto Linda yang terlelap di bawah balutan selimut juga pelukan Alan langsung melempar ponselnya cemburu. Sebagai seorang laki-laki, tentu saja Davin tahu apa yang sudah di lakukan pasangan suami istri tersebut.


"Brengsek!" umpat Davin, "Jadi, Alan mengajak Linda pergi hanya untuk ini?"

__ADS_1


Lelaki itu mendengus kesal, mengumpat pada Alan atas rasa cemburu yang tidak bisa ungkapkan. Jujur saja, ketika melihat Linda yang sekarang membuat Davin mati rasa pada istrinya.


__ADS_2