
Berhubung Melan sudah pulang, Linda mengajak adik iparnya dan Julia pergi makan-makan untuk sekedar melepas rasa rindu.
Kali ini Alan tidak ikut, karena Linda hanya ingin pergi bertiga saja. Ketiganya nampak senang saling bertukar cerita tentang pasangan masing-masing.
"Linda,...!" sapa suara yang sudah lama tidak di dengar oleh Linda.
Ketiga wanita itu sontak menoleh laku saling pandang.
"Mau apa kau?" tanya Julia yang sangat tidak menyukai Davin.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada mu.Sudah lama aku ingin bertemu dengan mu, tapi barus sekarang kita tidak sengaja bertemu!" ujar Davin.
"Tidak sengaja atau memang di sengaja?" cetus Melan.
"Biarkan Linda bicara. Aku tidak bicara pada kalian berdua!" ekspresi Davin juga menunjukkan rasa tidak sukanya pada Melan dan Julia.
"Davin, tidak ada hal yang harus kita bicarakan. Semuanya sudah selesai...!" tegas Linda.
"Tidak, sebentar saja!" Davin memohon.
"Sudahlah Davin, pergi saja. Jangan mengganggu ku!" sahut Linda.
__ADS_1
"Lima menit, tidak lebih!" Davin memaksa.
Linda memutar bola matanya jengah,"Baiklah!" kata Linda yang sedikit penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan Davin.
"Kak, yakin?" tanya Melan.
"Yakin, aku penasaran dengan apa yang ingin dia bicarakan!" jawab Linda lalu bangkit dari duduknya dengan hati-hati.
Hanya berjarak tiga meja, Linda dan Davin duduk saling berhadapan.
"Kau semakin cantik Linda!" puji Davin.
"Cepatlah Davin, aku tidak punya banyak waktu untuk mu!"
Linda mengerutkan keningnya dalam, wanita ini semakin penasaran dengan tujuan Davin.
"Kerjasama apa maksud mu?" tanya Linda.
"Sebelum meninggal, ayah mu menitipkan mu pada ku, bukan pada Alan."
"Katakan yang jelas Davin!"
__ADS_1
"Kita bisa kembali bersama asal setelah melahirkan kau langsung menceraikan Alan. Tapi, sebelum itu kau harus mengeruk semua kekayaan Alan terlebih dahulu!" ucap Davin membuat Linda syok.
"Davin, kau ini lucu sekali ya. Alan lebih segalanya di bandingkan kau, lalu kenapa aku harus sibuk bersusah payah untuk menyakiti dia?"
"Tapi ayah mu sudah memberi amanah pada ku untuk menjaga mu. Bukan Alan!"
Linda terkekeh geli, "Amanah yang mana yang sedang kau bicarakan? rencana apa lagi yang sedang kau dan keluarga mu pikirkan?" tanya Linda, "Aku dan Alan saling mencintai, Alan adalah satu-satunya laki-laki yang mau menerima ku apa adanya. Jadi, jangan ganggu aku lagi,"
"Aku akan bicara pada Alan!"
"Aku tidak peduli...!" sahut Linda kemudian pergi.
Benar-benar kesal, suasana hati Linda berubah tidak nyaman. Wanita itu mengajak Melan dan Julia pulang. Sepanjang perjalanan Linda menceritakan pada adik iparnya dan Julia. Tentu saja tanggapan mereka sangat marah besar.
"Ku pikir dia sudah gila!" ucap Melan.
"Bukan gila, Davin pasti tidak bisa melupakan mu secara kau sekarang jauh lebih cantik," sahut Julia.
"Kak Alan harus segera bertindak!" seru Melan.
"Sekian lama tidak muncul, tiba-tiba muncul dan berbicara seperti itu. Dasar tidak waras!" kata Linda yang tidak habis pikir dengan Davin.
__ADS_1
Mereka langsung pulang ke rumah, Alan tidak ada di rumah karena sesuai jadwal laki-laki itu harus menghadiri rapat penting tahunan. Linda menarik nafas dalam, memandang kembali foto pernikahannya bersama Alan.
"Hanya perempuan bodoh yang ingin menyakiti mu!" ucap Linda.