
Davin melempar ponselnya kesal, hati pria itu semakin terbakar cemburu ketika melihat foto kemesraan Alan dan Linda yang sedang pergi bulan madu. Di foto tersebut Linda nampak cantik dengan balutan gaun merah maroon. Saat itu Alan sedang memberikan sebuah gelang berlian.
Davin masih ingat betul siapa Linda, hanya seorang anak bawahan di perusahaan yang mengabdikan diri sejak usia muda. Davin juga masih ingat betul bagaimana penampilan Linda sehari-hari yang hanya mengenakan celana kulot dan baju kaos dengan rambut di kuncir berkacamata.
Namun sekarang, Linda sudah menjelma menjadi sosok wanita berkelas sejak menikah dengan Alan.
"Maaf, rapat sudah di mulai. Semuanya sedang menunggu bapak," ujar Tita memberitahu.
"Kamu tahu gak kalau saya sedang pusing?" tanya Alan meninggikan suaranya, "batalkan rapatnya!" titah pria itu kemudian pergi.
Tita hanya tercengang melihat sikap bosnya itu yang akhir-akhir ini memiliki sifat pemarah dan mudah tersinggung.
"Heh, pasti sedang panas melihat kebahagiaan mantan istrinya sekarang," batin Tita menebak.
Sementara itu, Alan dan Linda yang sedang berbahagia tidak mau di ganggu oleh siapa pun bahkan panggilan telpon dari Gian saja di abaikan oleh Alan.
__ADS_1
Alan mengajak istrinya pergi ke mana pun yang Linda mau, membelanjakan istrinya meskipun Linda sudah merasa cukup dengan apa yang dia punya.
Saat ini, bukan hanya Davin yang panas ketika melihat foto liburan Alan dan Linda. Ada Vina yang sangat penasaran dengan kehidupan mantan kakak iparnya itu.
Sepengetahuan Vina, Linda tidak memiliki akun sosial media pribadi. Namun, sejak menikah dengan Alan entah kenapa ada satu akun yang suka memamerkan kemesraan yang mengatasnamakan Alan dan Linda.
"Gak usah iri, nanti juga di buang sama Alan," ucap Diana pada
anak bungsunya.
"Ini tidak bisa di biarkan mah, enak aja lepas dari kak Davin malah dia yang bahagia. Sama saja ini menghina keluarga kita," ujar Vina yang begitu jahatnya.
"Kalau kita bisa mengusiknya, kenapa tidak. Si gendut itu tidak boleh bahagia!" kata Vina yang memiliki rasa iri pada kehidupan Linda yang sekarang.
"Kamu bisa apa coba, sepertinya kau terlalu sibuk mengurusi mantan kakak ipar mu itu?" Helen bergabung bersama mertua dan adik iparnya.
__ADS_1
"Ya aku gak suka aja lihat dia senang!" kata Vina malah membuat Helen tertawa.
"Alan itu orang besar, bagaimana bisa kita mengusik mereka?" tanya Helen meremehkan kemampuan Vina.
"Kita lihat saja nanti, aku bisa melakukan segalanya," ucap Vina dengan sombongnya.
Sementara itu, loby perusahaan ada seorang wanita yang sejak tadi menunggu Alan. Gian tidak berniat menemui wanita itu, namun pada akhirnya Gian pergi juga menemuinya.
"Sebenarnya kau mau apa sih?" tanya Gian kesal.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Alan," jawab wanita itu tanpa malu.
"Alan tidak ada, dia sedang pergi bulan madu!" jawab Gian malah membuat wanita itu tertawa.
"Aku tahu jika pernikahan beberapa waktu lalu itu hanya permainan. Aku datang ke sini hanya untuk menemui Alan sebentar. Suruh dia keluar!" perintah wanita itu keras kepala.
__ADS_1
"Dasar tidak punya muka!" umpat Gian, "kau lihat ini," kata Gian menunjukkan rekaman video Alan dan Linda yang sedang pergi jalan-jalan.
Wanita itu hanya bisa mengepalkan tangannya kemudian pergi begitu saja. Entah siapa wanita ini, yang jelas masih ada hubungannya dengan Alan namun bagi Alan itu tidak ada hubungan dengan dirinya.