Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
61.Linda Hamil


__ADS_3

"Hati-hati sayang, jangan sampai anak kita terluka!" ujar Alan sambil melepas sendal istrinya.


"Anak mu masih sebiji kacang hijau kenapa kau serepot ini?"


"Benih ku berkualitas, kenapa kau harus menyamakannya dengan sebiji kacang hijau?" Alan tidak terima, "Masih ada kacang yang lebih mahal di dunia ini,"


"Terserah kau saja!" seru Linda yang memejamkan matanya.


"Kau ingin makan apa sayang?" tanya Alan yang baru ingat jika sejak pagi istrinya belum makan.


"Aku hanya ingin minum susu kedelai."


"Makan nasi sedikit ya, biar bayi kita sehat," bujuk Alan.


"Yang berkuah, panas, jangan pedas, nasinya sedikit saja, banyakin sayurnya!" Linda mengatakan dengan jelas permintaannya.


"Iya bunga hati ku. Sekarang istirahat dulu. Aku ingin melihat Melan, dia pasti lelah,"


"Kau yang membuatnya lelah. Dasar kakak yang jahat!"


Alan hanya tertawa garing sambil menggaruk kepalanya. Pria itu keluar kamar untuk meminta pembantu memasak apa yang di minta istrinya setelah itu barulah pergi melihat adiknya.


"Kenapa belum mandi?" tanya Alan yang melihat adiknya sibuk membongkar koper.


"Kak, jangan mengganggu ku bisa tidak?" Melan memohon dengan wajah memelas, "Aku akan mandi lalu pergi beristirahat!"

__ADS_1


"Em, terserah kau!" seru Alan kembali menutup pintu kamar adiknya.


Alan pergi ke dapur lagi untuk memastikan bibi memasak dengan benar dan sesuai permintaan istrinya.


"Maaf tuan, ada tamu!" bibi yang lain memberitahu Alan.


"Siapa, Gian?"


"Bukan, sepertinya belum pernah ke sini,"


Alan mengerutkan keningnya penasaran. Pria tersebut kemudian pergi ke ruang tamu. Bibir Alan langsung tersungging melihat siapa yang bertamu ke rumahnya.


"Angin apa yang membawa mu bertamu ke rumah mantan istri mu?" tanya Alan sedikit menyinggung.


"Jika masalah pekerjaan kita bahas hari senin saja. Aku sedang sibuk sekarang!" ujar Alan.


Davin malah tertawa, "Orang seperti mu sibuk ngapain, segalanya ada?"


"Istri ku sedang hamil, jadi aku harus fokus merawat dia!" jawab Alan membuat mata Davin melebar.


"Linda hamil?" tanya Davin tidak percaya.


"Ya, Linda sedang mengandung anak ku. Kenapa?"


Davin memaksa senyumnya, "Oh tidak. Selamat untuk kalian!"

__ADS_1


"Jadi, untuk sekarang aku tidak ingin membahas apa pun selain istri ku!" ujar Alan.


Mau tidak mau Davin pulang dengan keadaan kecewa. Maksud hati ingin bertemu secara pribadi agar Alan tergerak hatinya untuk membantu perusahaannya namun yang Davin dapat hanya sebuah kecemburuan.


"Apa, Alan tidak mau membahas masalah pekerjaan hanya karena Linda hamil?" Diana bertanya dengan nada tinggi.


"Iya mah, Alan bilang hari senin,"


"Guna-guna apa yang di berikan Linda pada Alan sehingga Alan sangat menurut padanya?"


"Mah, turunkan nada mu!"pinta Robby pusing.


"Mamah heran deh pah. Kok bisa Alan menurut dengan Linda. Semoga aja Linda keguguran!" Diana berdoa jahat untuk Linda.


"Davin menyesal sudah menceraikan Linda. Linda perempuan baik!" lirih Davin.


"Ngapain kamu menyesal, Linda hanya benalu bagi keluarga kita!" sahut Diana.


"Seharusnya papah dan mamah sadar, kalian tidak menepati janji kalian pada keluarga Linda. Bahkan, papah sendiri yang menjadi penyebab ayah Linda meninggal. Pantas jika Linda balas dendam pada keluarga kita!" ujar Davin yang benar-benar kesal kemudian langsung pergi.


"Hih, anak mu itu kenapa jadi marah?" Diana ikutan kesal.


**** Mampir di karya baru otor ya😊 favorit dulu aja bacanya nanti nunggu banyak****


__ADS_1


__ADS_2