
Kembali ke aktifitas seperti biasa, Alan juga sudah mulai sibuk karena laki-laki ini sudah banyak meninggalkan pekerjaannya sejak merencanakan pernikahan.
Pagi ini, Linda datang ke kantor seorang diri. Wanita ini berjalan masuk dengan anggunnya sambil membalas sapaan karyawan Suaminya. Baru sekarang Linda merasa di hargai seperti ini. Bukan karena mereka takut pada suaminya, namun Linda dapat melihat jika karyawan Alan adalah jenis karyawan yang tidak suka bergosip dan hanya fokus pada pekerjaannya.
"Linda," seseorang menyapa Linda. Wanita langsung menghentikan langkahnya lalu menoleh.
"Ada apa?" tanyanya dengan wajah dingin.
"Bersikap baiklah pada ku, karena mulai sekarang kita sudah bekerja sama," ujar Davin yang tidak suka dengan tanggapan Linda.
"Oh, bersikap baik seperti apa yang kau maksud?" tanya Linda, "jangan mengatur ku, aku bisa saja membatalkan semua kerja sama ini," kata Linda membuat Davin geram.
"Sombong sekali kau," ucap Davin, "baru seperti ini kau sudah besar kepala!"
"Jaga bicara anda tuan Davin. Jika kau tidak suka segara pergi dari kantor ini," usir Linda lebih geram lagi pada mantan suaminya.
Linda tidak peduli, wanita ini kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan milik suaminya. Sedangkan Davin, laki-laki ini merasa terhina atas ucapan Linda barusan.
"Lihat saja nanti, akan ku pastikan kau di tendang oleh Alan!" ucap Davin geram.
__ADS_1
Baru saja memasuki ruangan suaminya, Linda langsung duduk kehilangan semangat. Alan yang melihat sikap istrinya langsung bertanya ada apa.
"Sayang, siapa yang membuat senyum mu pagi ini?" tanya Alan menghampiri istrinya.
"Davin, laki-laki sialan itu tidak ada habisnya mengganggu ku. Ingin sekali ku cabut semua giginya!" ucap Linda yang sangat kesal.
"Bersikaplah sedingin mungkin maka dia akan selalu mengejar mu. Ada hak yang harus kau ambil, ingat itu!"
"Jika bilang karena keadilan, sumpah demi apa pun aku sudah tidak ingin melihat dia lagi." Linda semakin kesal di buatnya.
Alan menghembuskan nafas pelan, menarik tangan istrinya lalu berkata, " Sebaiknya kita pergi dari sini,"
"Kemana aja asal istri ku ini tidak marah lagi," kata Alan.
Suami istri tersebut kemudian pergi, Alan menggenggam tangan istrinya dengan sangat mesra. Tentu saja ini membuat para karyawan perempuan merasa iri namun mereka sangat senang melihat Linda yang sangat ramah.
"Pak, itu....!" Tita menunjuk ke arah Alan dan Linda yang baru saja keluar dari loby.
"Brengsek!" umpat Davin kesal.
__ADS_1
Sementara itu, ketika Alan dan Linda hendak masuk ke dalam mobil ada seorang wanita yang tiba-tiba memeluk lengan Alan. Linda berkerut penasaran pada wanita yang sedang memeluk suaminya ini.
Dengan sangat kasar Alan mendorong wanita tersebut. Membuatnya jatuh terhuyung kebelakang.
"Alan, kenapa kau mendorong ku?" tanya wanita yang bernama Airin itu.
"Mau apa kau kemari?" tanya Alan tidak suka.
"Aku rindu pada mu, kemana saja kau?" tanya Airin.
"Kau siapa?" tanya Linda penasaran.
"Dia istri ku, jadi jangan sembarangan memeluk suami orang!" tegur Alan langsung merangkul istrinya.
"Aku tidak percaya jika kau sudah menikah. Alan, katakan jika kau bohong pada ku," ucap Airin marah.
"Apa hak mu?" tanya Alan lalu menyuruh istrinya untuk masuk ke dalam mobil.
Alan juga masuk ke dalam mobil dan tidak memperdulikan Airin yang terus saja berbicara sambil mengetuk kaca mobil. Alan langsung melajukan mobilnya begitu saja membuat Airin bertambah kesal.
__ADS_1