Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
94.Lepaskan Aku


__ADS_3

"Tidak apa-apa terganggu, yang penting hadiah liburannya jangan lupa!" ujar Gian sambil merapikan jasnya.


"Ya, aku mengerti...!" seru Alan, "Jangan sampai kau memberitahu Julia atau Linda, aku tidak ingin membuat Linda khawatir," kata Alan lalu keluar untuk menemui anak dan istrinya yang berada di kamar sebelah.


Pukul delapan malam, acara resepsi di mulai. Satu persatu tamu mulai memberikan hadiah dan ucapan selamat pada Gian dan Julia. Linda mulai kelelahan saat mengendong anaknya yang ternyata baru saja tidur.


Untung saja Alan dan Linda membawa stroller bayi agar anak mereka bisa tidur dengan nyaman.


Di sisi lain, ibu Helen terus mengawasi gerak gerik Alan. Ketika semua orang mulai sibuk dengan pesta, dirinya sibuk mengatur Hellen dan Airin untuk masuk bergabung dalam pesta.


"Anaknya tidur, kau bisa mengambil anaknya jika mereka lengah nanti," ujar ibu Hellen memberitahu.


"Aku tidak bisa memiliki keturunan, jadi aku akan membuat mereka merasakan bagaimana sakitnya!" ucap Hellen penuh dendam.


"Kenapa kita tidak memberi racun saja dalam makanan atau minuman mereka?" tanya Airin.


"Aku hanya seorang pelayan yang mengangkat piring dan gelas kotor. Hanya orang terpilih yang membawa makanan!" ujar ibu Hellen.


"Sudahlah, aku tidak peduli. Aku hanya menginginkan anaknya!" kata Hellen lalu mereka berdua masuk kedalam ruangan saling berpencar.


Alan dan Gian saling lirik, entah apa maksud dari lirikan tersebut.


"Jika kau ingin istirahat, ajaklah Melan kembali ke kamar," ucap Alan pada istrinya.


Linda tersenyum, "Tidak usah, aku tidak ingin merusak kesenangan Melan bersama Gibran,"


"Ya sudah, kita duduk saja di sini," ujar Alan.


Sementara itu, Hellen yang berdiri tak jauh dari meja Alan dan Linda terus memantau pergerakan suami istri itu. Ini adalah satu-satunya kesempatan bagi Hellen untuk mengambil anak Linda karena belum tentu Alan dan Linda mengajak anak mereka pergi ketempat ramai seperti ini.

__ADS_1


Hellen memberi kode pada Airin untuk mengacaukan acara pesta. Dengan sengaja Airin menabrakkan diri pada seorang pelayan yang membawa minuman beberapa gelas itu jatuh berserakan.


"Maafkan saya nona!" ucap pelayan tersebut.


"Di mana mata mu hah?" tanya Airin, "Apa kau tahu jika gaun ku ini sangat mahal?"


Airin sengaja mencari keributan di posisi paling belakang agar Alan atau siapa pun tidak mengenalinya.


"Hai nona, dia tidak bersalah. Kau lah yang sudah menabraknya!" ucap salah satu tamu undangan.


"Diam kau!" sentak Airin, "Dia yang salah karena sudah mengotori gaun ku!"


Adu mulut pun terjadi, para tamu mulai penasaran dengan apa yang terjadi termasuk Alan dan Linda yang mencoba melihat kebelakang.


"Sayang, ada apa sih?" tanya Linda.


Di belakang keributan semakin parah, Airin sengaja menjambak rambut tamu perempuan yang membela pelayan tadi.


Petugas pengaman mencoba tidak melerai mereka, entah apa juga sebabnya. Melan dan Gibran yang penasaran juga pergi kebelakang, saat ini Julia dan Gian juga pergi berganti pakaian.


"Sayang, ayo kebelakang. Kita lihat ada apa?" ajak Alan dan Linda.


"Hansel bagaimana?" tanya Linda khawatir.


"Dia kan tidur, pasti akan baik-baik saja!" ujar Alan lalu menarik tangan istrinya.


Melebarkan mata dan senyum Hellen ketika melihat Alan dan Linda beranjak dari duduknya.


Hellen menatap benci pada bayi yang saat ini tengah terlelap itu, "Ayah mu membuat ku tidak bisa memiliki keturunan. Jadi, aku harus memusnahkan keturunannya juga!" ucap Hellen langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil baby Hansel. Sedangkan Airin yang melihat kedatangan Alan dan Linda buru-buru pergi begitu saja meninggalkan keributan.

__ADS_1


"Mau apa kau hah?" tiba-tiba seseorang memegang erat tangan Hellen.


Hellen terkejut, wajahnya panik seketika.


"Lepaskan aku!" ucapnya namun Gian semakin erat memegang tangan Hellen.


"Aku sudah tahu jika kalian akan pergi ke pesta ini. Jadi, selamat datang di pertunjukan ku!" suara dingin Alan terdengar jelas di telinga Hellen.


Linda yang benar-benar tidak tahu akan ada hal seperti ini sangat kaget di buatnya.


Alan mengambil anaknya lalu menyerahkan pada istrinya, "Maaf sayang, aku hanya menjadikan anak kita umpan sebentar!" ucap Alan.


"Apa kau ingin menculik anak ku?" tanya Linda panik.


"Lepaskan aku!" teriak Hellen.


"Itu teman mu bukan?" tunjuk Gian pada Airin yang di seret masuk oleh anak buah Alan, "dan itu ibu....!"


"Wah, kalian memang harus di beri pelajaran karena sudah merusak acara pernikahan ku!" ucap Julia dengan geramnya.


"Bawa kakak ipar mu pergi dari sini," titah Alan pada adiknya.


Para tamu undangan kebingungan lagi dengan apa yang terjadi sekarang. Mereka tidak peduli, yang penting malam ini mereka semua dapat hiburan untuk bergosip nanti.


"Bukankah ini mantan istri pengusaha yang bernama Davin yang sudah bangkrut itu?" salah seorang tamu mengenali Hellen.


"Dia juga artis baru yang sempat menipu suaminya juga!"


Bisik berbisik memenuhi ruangan, Alan sebenarnya sengaja tidak mencegah mereka di awal agar pria ini bisa membuat Hellen malu sepanjang hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2