Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
55.Lalu Siapa?


__ADS_3

Satu minggu setelah berita tentang Helen menyebar, keadaan mulai kembali normal meskipun masih ada beberapa wartawan yang suka mengejar Davin untuk meminta penjelasan.


Entah kenapa hari ini Alan sangat tertarik untuk ikut meeting bersama Linda di restoran biasa. Davin dan Airin sontak panas ketika melihat Alan dan Linda masuk dengan saling bergandengan tangan.


"Alan, kenapa kau bisa ikut?" Airin mengeluarkan pertanyaan bodohnya.


"Tuan Alan kan suaminya, lalu apa masalahnya jika dia ikut?" tanya Julia mencibir.


"Aku bertanya dengan Alan, bukan dengan mu!" seru Airin.


"Julia sudah mewakili ku. Jadi, untuk apa aku harus menjawab pertanyaan mu yang tidak penting itu?" ujar Alan membuat Airin langsung mengepalkan tangan di bawah meja.


Sedangkan Davin hanya diam saja sesekali melirik ke arah Linda.


"Kenapa harus kalian yang menentukan semuanya, bukankah ini kerja sama antara dua belah pihak?" Airin protes.


"Biarkan mereka yang menentukan. Aku hanya ingin pekerjaan ini cepat selesai," ucap Davin yang tidak bersemangat.


"Tidak bisa begini, perusahaan kita berhak memilih!" Airin kekeh ingin memilih bintang tamu yang dia sukai.


"Sebenarnya kau ini bekerja di bagian apa?" tanya Julia geram, "Bos kau saja bilang terserah kenapa kau yang tidak terima?"


Alan cekikikan, ternyata begini rasanya ikut meeting bersama orang tidak jelas. Apa yang di ceritakan oleh istrinya selama ini ternyata benar.


"Biarkan saja dia menyampaikan pendapatnya. Terakhir kali Airin memberi pendapat ternyata memalukan!" ujar Linda semakin membuat Airin geram. Untung saja ada Alan, jika tidak sudah pasti Airin akan mengumpat pada Linda.


Melihat sikap Alan yang selalu menggoda Linda, membuat Davin sangat muak. Bukannya apa, pasangan suami istri ini seperti sengaja membuat hatinya panas.


"Airin, kau lanjutkan saja!" ujar Davin yang sudah tidak tahan lagi.

__ADS_1


"Apa tuan Davin ini sedang tidak enak badan?" tanya Alan.


"Ya!" jawab Davin singkat.


"Sayang, kalau begitu tunda saja meetingnya. Mungkin tuan Davin butuh istirahat," ujar Alan.


"Ya, kita bertemu minggu depan!" kata Linda acuh tak acuh lalu mengajak suaminya pergi.


Davin hanya tercengang, bingung ingin bicara apa.


"Apa kau bodoh!" umpat Airin, "Kenapa kau sangat menampakan cemburu mu itu?"


"Kau pikir aku tidak panas melihat mereka?" Davin meninggikan suaranya.


"Bukan kah sangat membenci mantan istri mu yang gendut itu?"


"Kau lihat saja, laki-laki mana pun akan tertarik pada Linda. Aku normal!" ujar Davin kemudian langsung pergi.


"Kakak tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mempermalukan Linda," ujar Vina.


"Benarkah, apa itu?" tanya Airin bersemangat.


"Ini,.....!" Airin menunjukan ponselnya.


Airin tertawa, tertawa mengejek Linda dan kebodohan Alan. Saat itu juga Airin dan Vina langsung menyebar luaskan foto masa lalu Linda dan juga latar belakang wanita itu. Bahkan, ada beberapa video pembullyan yang sengaja di posting Vina menggunakan akun palsu.


Mereka menyandingkan penampilan Linda yang dulu dan sekarang. Bahkan Vina menuliskan sebuah fitnah yang mengatakan jika Linda melakukan operasi plastik.


"Linda, kau sedang tranding sekarang!" ujar Julia langsung membuat semua orang menghentikan makannya.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" tanya Gian yang juga ada di sana.


Alan langsung merampas ponsel Julia lalu melihat gosip yang sedang beredar.


"Kerjaan siapa ini?" Alan marah. Emosi pria itu langsung naik.


"Biarkan saja, tidak ada untungnya bagi ku!" Linda terlihat santai.


"Kau di fitnah melakukan operasi plastik dan menjebak Alan agar bisa menikah dengan mu. Kau masih bisa bersikap santai?" Gian bergeleng kepala melihat Linda.


"Sayang, ini tidak bisa dia biarkan. Aku sebagai suami mu tidak terima!" ujar Alan geram.


"Ini pasti kerjaan mantan suami mu itu. Aneh, apa dia cemburu?" Julia berpikir keras.


"Ini bukan pekerjaan Davin," sahut Linda langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.


"Kau sedang membela mantan suami mu itu?" tanya Alan tidak suka.


"Tidak sayang, tapi aku yakin ini bukan pekerjaan Davin. Aku tahu orangnya!'' kata Linda mencoba menyakinkan suaminya.


"Lalu siapa?" tanya Gian dan Julia bersamaan.


"Adik Davin, aku tahu betul cara penulisannya bahkan kata-kata ini sudah biasa ku dengar jika bertemu dengan dia!" jelas Linda.


"Keluarga bedebah!" umpat Alan, "Lihat saja besok!" ucapnya geram.


Julia dan Gian memantau komentar dari orang-orang yang penasaran pada Linda apa lagi hal tersebut menyangkut nama Alan dan perusahaannya. Bukan Julia namanya, wanita ini terus mengumpat sambil beradu debat di kolom komentar.


Sementara itu, Airin dan Vina merasa senang karena rencana mereka untuk mempermalukan Linda sudah berhasil. Bahkan ada beberapa yang tidak tahu masalahnya langsung menghujat Linda.

__ADS_1


Davin hanya tersenyum puas karena pria ini tahu betul ini pekerjaan siapa. Begitu juga dengan Helen yang sampai sekarang masih bersembunyi untuk menghindari para wartawan yang sedang mencarinya.


"Ternyata aku tidak usah capek-capek membalas. Si Vina pintar juga ternyata!" ujar Helen tertawa.


__ADS_2