Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
64.Aku Menolak!


__ADS_3

Baru juga turun dari mobil, Linda sudah melihat Julia bersama Gian yang hendak pergi makan siang. Linda yang semula ingin beristirahat tidak jadi dan lebih memilih pergi bersama Julia.


Pada awalnya Alan tidak mengizinkan namun rayuan maut Linda dan kecupan di bibir langsung membuat Alan luluh. Linda dan Julia langsung pergi sedangkan Gian memilih makan di kantin.


"Apa kau belum makan Linda?" tanya Julia.


"Sudah, tapi aku ingin makan lagi," jawab Linda.


"Kalau gemuk lagi bagaimana?" tanya Julia bercanda.


"Tenang, diet lagi dong!" seru Linda lalu ke dua wanita itu tertawa bersama.


"Kau terlihat santai dengan kehamilan mu Linda," ujar Julia.


"Lalu aku harus apa, salto gitu?"


Mereka kembali tertawa, namun tawa mereka langsung berhenti ketika Davin menyapa Linda.


"Mau apa kau?" tanya Julia dengan judesnya.


"Aku hanya ingin bicara berdua dengan Linda. Sebentar saja!" ujar Davin.


"Aku menolak!" seru Linda.

__ADS_1


"Ku mohon, sebentar saja!" Davin hendak meraih tangan Linda namun dengan cepat Julia menepisnya.


"Heh, Linda bukan istri mu. Jadi jangan menyentuhnya sembarangan!" tegur Julia yang sangat tidak suka dengan Davin.


"Aku minta maaf. Hanya lima menit, aku janji...!" Davin memohon.


"Lima menit tidak lebih!" seru Linda lalu keluar dari cafe, "Dari sekarang, apa yang ingin kau katakan?"


"Aku hanya ingin minta maaf. Aku banyak salah pada mu, begitu juga dengan keluarga ku," ucap Davin dengan menatap wajah Linda.


"Selama ini aku lebih memilih diam. Bukan aku tidak memiliki kekuatan untuk melawan, tapi aku tidak ingin memperpanjang masalah," kata Linda yang sama sekali tidak melihat ke arah Davin.


"Maafkan aku Linda, sejujurnya aku menyesal sudah bersikap jahat pada mu,"


"Tidak ada yang perlu di sesali Davin, bukankah kalian senang tertawa di atas air mata ku?"


"Berteman seperti dulu?" Linda mengulangi perkataan Davin, "Sejak kapan kita berteman Davin? kau bahkan orang pertama yang selalu membully ku sejak kita sekolah dulu!" ujar Linda sambil menahan air matanya.


Davin tertunduk, lagi-lagi pria itu hendak meraih tangan Linda namun dengan cepat Linda menepisnya.


"Aku tidak ingin melihat mu lagi. Aku sudah bersuami, jangan bahas apa pun selain pekerjaan!" ujar Linda kemudian kembali masuk ke dalam cafe.


Julia yang sejak tadi menguping buru-buru kembali ke meja dan bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Apa bajingan itu menyakiti mu lagi?" tanya Julia pura-pura tidak tahu.


"Tidak, dia hanya meminta maaf saja!" jawab Linda dengan memaksa senyumnya.


"Jangan biasakan memendam rasa sesak di dada mu Linda. Tidak baik untuk kesehatan hati," ujar Julia malah membuat Linda tertawa.


"Ku lihat kau sekarang jauh lebih bahagia. Apa lagi kau baru saja bertemu dengan suami ku!" tiba-tiba Helen ada di belakang Linda.


"Wah ratu drama ternyata mulai berani muncul ke permukaan. Sudah hilang rasa malunya?" Julia membalas ucapan Helen.


"Aku tidak punya urusan dengan mu. Pergilah!" usir Linda.


"Berkat kau kehidupan kacau sekarang. Jangan kau pikir aku akan diam saja!" ujar Helen yang terlihat sekali membenci Linda.


"Itu urusan mu. Pada awalnya hidupmu sudah di penuhi drama, jadi jangan sedih saja jika drama yang kau mainkan harus tamat," ucap Linda membuat Helen langsung panas.


Tangan Helen memang ringan, wanita itu hendak menampar Linda namun dengan cepat Julia menyemprotkan saos ke arah Helen.


"Apa yang kau lakukan?" Helen berteriak histeris.


"Pergi kau. Suami istri sama saja, parasit!" Julia meninggikan suaranya.


"Kau yang parasit. Terus menempel pada si gendut ini," sahut Helen yang kesal.

__ADS_1


"Setidaknya sekarang aku jauh lebih cantik dan memiliki suami yang kaya raya. Dari pada kau, menyedihkan!" cibir Linda lalu mengajak Julia pergi.


Helen mengepalkan ke dua tangannya emosi. Wanita ini buru-buru memakai kacamatanya kemudian pergi.


__ADS_2