Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
96.Mau Apa kau?


__ADS_3

Alan belum pulang, pria ini hanya beristirahat di salah satu ruangan pribadi yang ada di dalam gudangnya. Alan menerima foto Airin dan Hellen yang sudah tak berdaya di mangsa anak buahnya.


Alan menempelkan foto mereka di dinding dengan senyum puasnya. Di sana juga ada beberapa foto orang yang sudah pernah menyakiti dirinya atau pun keluarganya termasuk foto papah Davin dan mantan kekasihnya.


Selama ini, Melan hanya tahu jika mantan calon istri kakaknya itu pindah keluar negeri namun nyatanya Alan sudah menghabisinya. Bahkan, ada juga foto rekan bisnis atau anak buah yang sudah berkhianat padanya.


Alan menyentuh foto mantan kekasihnya, "Kau lihat, aku sangat mencintai istri ku. Aku bahkan menghabisi orang-orang yang sudah menyakitinya. Apa kau menyesal sekarang?"


Alan terus berbicara pada satu persatu foto yang menempel disana. Kenapa ada foto Robby, itu karena Robby adalah penyebab kematian dari ayah Linda.


Sudah tengah malam, Linda belum bisa tidur juga. Wanita ini nampak gelisah menunggu suaminya pulang.


"Kemana kakak mu pergi Melan, apa yang sedang dia lakukan sekarang?",


"Sabarlah kak, mungkin kak Alan ada pekerjaan sebentar!"


"Lima belas menit lagi suami mu akan kembali. Istirahat lah!" ujar Gian.


"Dari mana kau tahu?" tanya Julia.


"Sudahlah, itu urusan Alan. Mari kita pergi ke kamar!" Gian menarik tangan Julia.

__ADS_1


"Em kak, sudah sangat malam. Tidak enak jika aku masih berada di sini, aku pamit pulang dulu!" ucap Gibran.


"Terimakasih sudah menemani ku!" Linda memaksa senyumnya.


Tak berapa Gibran pulang, Alan pun datang. Linda langsung membuang nafas lega ketika melihat suaminya.


"Istirahatlah,...!" titah Alan pada adiknya.


Tanpa banyak tanya dan protes, Melan kembali ke kamarnya.


"Sayang, dari mana saja kau?" tanya Linda, "Aku sangat khawatir. Apa yang sudah kau lakukan pada Hellen dan Airin?"


"Mereka semua sudah di penjara. Jadi, mulai sekarang kau jangan khawatir dan jangan takut lagi pada mereka!"


"Aku juga tidak tahu, mungkin saja tadi tidak sengaja terkena minuman!" jawab Alan yang sebenarnya itu adalah darah dari luka Hellen.


Linda percaya begitu saja dengan ucapan suaminya, lagian tadi di acara pesta ada minuman yang berwarna merah.


"Istirahatlah sayang. Lihat anak mu, sudah terlelap tidur!"


"Em, berbersihlah sebentar lalu tidur!" kata Linda.

__ADS_1


Sementara itu, Gian dan Julia yang baru selesai membersihkan diri dan berganti pakaian main merasa canggung karena hanya mereka berdua di kamar ini.


"Mau apa kau?" tanya Julia ketika melihat suaminya naik keatas tempat tidur.


"Ya mau tidurlah, menurut mu aku mau ngapain lagi?"


"Kita tidur berdua gitu?" tanya Linda tidak percaya.


"Jangan sok polos, malam ini adalah malam pertama kita!" ucap Gian dengan santainya.


"Hih, kau tidur di sofa. Aku tidur di sini," ujar Julia.


"Enak saja. Aku lelah!" seru Gian tidak mau mengalah.


"Aku tidak ingin berbagi tempat tidur dengan mu!"


"Jika tidak ingin berbagi tempat tidur, lalu apa gunanya kita menikah?" tanya Gian yang sudah emosi.


"Hehe,...iya juga ya!" Julia cengengesan.


"Cepat tidur atau ku tinggal kau besok!" ancam Gian.

__ADS_1


"Memangnya kita mau kemana?" tanya Julia lupa.


"Pergi bulan madu. Untuk malam ini tidak ada malam pertama, kita menanam benih di luar negeri saja!" ujar Gian membuat Julia menelan ludahnya kasar.


__ADS_2