Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
68.Sayang Geli


__ADS_3

"Kau sudah menipu ku Helen, jadi sekarang kau mau apa lagi?" tanya Davin terlihat marah.


"Aku sudah berpisah dengan laki-laki itu," ujar Helen.


"Aku tidak peduli, keluarga ku sudah bangkrut. Jadi, kau tidak bisa memanfaatkan aku lagi."


"Hah, kok bisa?" tanya Helen panik.


"Aku akan segera mengurus perceraian kita!"


"Baguslah, lagian aku tidak butuh laki-laki miskin!" sahut Helen membuat Davin langsung mengepalkan tangannya geram.


"Ternyata, Linda tidak lebih buruk dari mu!" ujar Davin.


Helen tertawa,lalu berkata, "Apa mantan istri mu itu jauh lebih cantik dan memiliki segalanya sehingga kau sekarang memujinya?"


"Setidaknya dia tidak menipu orang demi uang!"


"Ku rasa kau sedang menyesal sekarang. Benar kata orang, perempuan itu akan cantik jika jatuh ke tangan laki-laki yang tepat.Apa lagj beruang. Davin, pada dasarnya Linda memang cantik, hanya saja kau yang bodoh tidak bisa melihat!" cibir Helen kemudian pergi.


Davin tidak beranjak dari duduknya karena pria ini sedang menunggu temannya yang bernama Aldi. Sudah lama mereka tidak bertemu, tapi Aldi tahu cerita mengenai Davin.

__ADS_1


Setelah Aldi datang, Davin langsung mengutarakan keinginannya.


"Maaf Davin, kali ini aku tidak bisa membantu mu," ucap Aldi merasa tidak enak hati.


"Tolonglah Di, perusahaan butuh dana sekarang!"


"Perusahaan bermasalah dengan perusahaan milik tuan Alan. Maafkan aku, tapi perusahaan milik papah ku juga bernaung di sana, aku tidak berani membantu mu," sekali lagi Aldi menolak tidak mau ambil resiko.


"Adik ku di penjara, perusahaan bangkrut dan aku sekarang sedang mengurus perceraian ku,"


"Ini karma namanya. Dulu kau selalu menghina dan merendahkan Linda di depan orang banyak. Tidak mungkin jika Alan tidak akan membalas. Sekali lagi maafkan aku. Aku pergi dulu!"


Aldi pergi begitu saja, laki-laki itu tidak mau terlibat dengan masalah Davin karena bisa saja perusahaan keluarganya sama jatuhnya nanti.


Demi kenyamanan bersama, Alan rela membuka situs dewasa cara berhubungan suami istri ketika sedang hamil. Maklum saja, Alan belum banyak pengalaman jadi harus banyak belajar.


"Sayang, aku sudah siap!" ujar Alan.


"Dan aku sangat mengantuk!" sahut Linda.


"Sayang, apa kau tidak kasihan melihat suami mu ini?" tanya Alan merengek.

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, suka sekali seperti anak kecil."


Senyum Alan melebar, laki-laki ini langsung membuka semua pakaian istrinya dan juga dirinya.


"Maafkan daddy nak. Daddy hanya ingin memberi pupuk saja," ucap Alan pada perut istrinya.


"Sayang geli,"


"Ini jauh lebih geli...!" seru Alan langsung memangsa istrinya.


Tanpa pemanasan lagi, Alan sudah menerobos masuk. Laki-laki bermain sangat pelan, tidak ingin membuat istrinya kelelahan namun nyatanya memang cukup melelahkan.


Sejak Alan bermain di area pusar milik istrinya, entah kenapa Linda merasa melayang kenikmatan.


"Sayang, kenapa gunung mu mengeras seperti ini?" tanya Alan.


"Memang seperti itu jika hamil," jawab Linda.


"Aku takut dia akan meledak!" ujar Alan.


"Ingat, jangan keluar di dalam," Linda mengingatkan.

__ADS_1


"Dan itu kurang nikmat!" sahut Alan.


Sudahlah, meladeni Alan yang seperti ini akan membuat Linda gila. Malam ini cukup satu kali saja, Alan sudah merasa puas meskipun permainan mereka tidak panas biasanya.


__ADS_2