Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
95.Bajingan


__ADS_3

"Kau yang memulai duluan, jika kau tidak membuat ku seperti ini maka aku tidak akan berbuat seperti ini," ujar Hellen.


"Kau bahkan yang duluan ingin membunuh istri ku. Wajar jika aku membalas!" sahut Alan.


"Alan bebaskan aku!" teriak Airin.


"Dan kau...!" tunjuk Alan pada Airin, "Akan ku pastikan kau akan kembali kedalam penjara."


"Bajingan kau Alan," umpat Airin, "Kau hanya berani dengan perempuan!" cibirnya.


"Em, benarkah?" tanya Alan, "Sebenarnya sajak sore aku sudah menyiapkan polisi untuk mu. Pergilah ikut bersama mereka!" ujar Alan lalu memerintahkan beberapa orang polisi untuk menangkap Airin kembali.


"Lepaskan ibu ku!" pinta Hellen.


"Untuk kau dan ibu mu. Bawa mereka!" titah Alan pada anak buahnya, "Maaf jika aku sudah merusak pesta mu. Maaf juga untuk para tamu karena sudah merasa terganggu!" ujar Alan lalu pergi.


Sebelum pergi, Alan memastikan lagi keadaan anak dan istrinya. Tidak lupa juga Alan menyiapkan penjagaan yang ketat selama dirinya pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Linda mulai khawatir.


"Hanya menyelesaikan masalah ini. Kau tenang saja, ada Melan dan Gibran yang akan menemani mu," ujar Alan lalu mencium kening istri sebelum pergi.


Hanya Airin yang di bawa ke penjara, sesampainya di penjara Airin langsung mendapatkan sisakan dari napi lainnya atas perintah Alan. Rambut Airin di gunduli, membuat wanita ini histeris. Wajahnya di pukul oleh beberapa napi perempuan yang sudah lama mendekam dalam penjara.


Sementara itu, Hellen dan ibunya di bawa ke gudang tempat di mana Hellen pernah di sandera dulu. Anak dan ibu itu di ikat di kursi besi. Keduanya berusaha berontak hingga membuat Alan tertawa melihatnya.

__ADS_1


"Berkat istri ku aku memiliki mainan baru. Rasanya sudah lama sekali aku tidak mencabut kuku orang!" ujar Alan membuat Hellen dan ibunya panik.


"Bajingan ku!" umpat Hellen, "kau hanya berani dengan seorang perempuan lemah seperti kami,"


Bibir Alan tersenyum, pria itu lalu mengeluarkan pisau belati dan tang yang berukuran sedang.


"Kata siapa perempuan seperti kalian di sebut sebagai perempuan lemah?" tanya Alan, "katakan dengan jujur pada ku, tangan mana yang kau gunakan untuk menyentuh anak tadi?"


"Hellen bagaimana ini?" tanya wanita paruh baya di samping Hellen.


"Diamlah bu," sentak Hellen.


"Cepat jawab!" bentak Alan dengan sorot mata tajam, "berikan fotonya!" pinta Alan pada anak buahnya.


"Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapan ku. Sekali saja kalian menyentuh orang yang aku sayang, akan ku pastikan orang tersebut akan musnah!"


"Kau juga kan yang sudah memfitnah papah Davin hingga dia mati terkena serangan jantung?" tanya Hellen yang masih penasaran.


"Aku bahkan yang menyebabkan adiknya meminum racun!" ujar Alan dengan tawa renyahnya.


Alan bangkit dari duduknya, berjalan kearah Hellen lalu menarik tangan wanita itu.


"Sebenarnya aku tidak memiliki masalah dengan mu. Tapi, aku pernah melihat mu menghina istri ku dulu. Kau juga berusaha menyakiti istri ku. Jadi, aku akan membalasnya sekarang!"


Dengan kasar Alan menarik tangan Hellen keatas, "Kehilangan keturunan ternyata tidak membuat sadar juga. Kau lebih memilih kehilangan nyawa mu. Tapi, sebelum itu kau harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum mati."

__ADS_1


Alan juga mengangkat tang, tanpa rasa kasihan Alan mencabut satu persatu kuku Hellen. Tentu saja wanita itu menjerit kesakitan. Ibu Hellen juga syok melihatnya.


Menggelepar, Hellen yang masih terikat di kursi langsung menggelepar menahan rasa sakit di tangannya.


Mata ibu Hellen semakin melotot ketika ketika melihat anak buah Alan membawa alat setrum.


"Sudah tua harusnya bertobat, tapi kenapa kau malah ikut campur?" ujar Alan Lalu mengambil dua capitan kemudian mencapit kedua jempol kaki ibunya Hellen.


Hellen tidak bisa menyelamatkan ibunya, Alan terus bermain disana. Menyetrum ibunya sampai tak berdaya.


"Bajingan!" umpat Hellen pelan.


"Masih berani mengumpat juga?" ujar Alan, "jika ku lihat kau masih cantik, pasti anak buah ku tertarik pada mu!" kata Alan lalu memanggil semua anak buahnya.


"Mau apa kau?" tanya Hellen kembali panik.


"Kalian semua bebas melakukan apa saja pada dua perempuan ini. Setelah puas, buat mereka bisu dan cacat lalu buang mereka!" titah Alan.


"Jadi, kami bisa menikmati mereka tuan?" tanya salah seorang anak buah Alan.


"Jika di lihat ibunya ini juga masih sedikit muda. Apa boleh kami memakai dua-duanya tuan?"


"Terserah kalian, asal ingat saja perintah ku!" ucap Alan lalu pergi.


Anak buah Alan tertawa, dari yang memiliki pangkat paling tinggi, satu persatu dari mereka mulai memangsa Hellen dan ibunya. Lebih parahnya, mereka juga memakai Airin yang baru saja datang dari penjara. ketiga perempuan itu sudah pasrah, Alan benar-benar jahat.

__ADS_1


__ADS_2