Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
52.Jangan Cemburu


__ADS_3

Tiga hari tidak bertemu dengan Davin, membuat Linda malas untuk bertemu dengan mantan suaminya itu. Untuk pagi ini Linda hanya di sibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk. Untung saja ada Julia yang sigap membantu wanita itu.


Di ruangan lain, Alan yang juga sibuk dengan pekerjaannya di kejutkan dengan kedatangan Airin dengan membawa paper bag yang entah apa isinya.


"Mau apa kau kesini?" tanya Alan tidak suka, "di mana letak sopan santun mu?"


"Alan, kau jangan marah dulu. Aku ke sini hanya untuk membawakan mu makanan. Kau bisa memakannya nanti siang," ujar Airin langsung duduk tanpa di perintah.


Alan melipat ke dua tangannya, tak berniat melirik paper bag yang di bawa Airin, "Di mana letak wajah mu?" tanya Alan dengan wajah dinginnya, "aku adalah seorang laki-laki beristri, tapi kenapa kau masih belum mengerti juga?"


"Aku tahu kau tidak pernah mencintai Linda. Lagian, semua orang membencinya. Alan, aku sudah menyukai mu sejak kita kuliah dulu, kurang apa aku yang sampai sekarang menunggu mu?" tanya Airin dengan wajah sedih yang dia buat.


"Kata siapa aku tidak mencintai istri ku?" tanya Alan tidak suka.


"Dia hanya seorang janda, semua orang membencinya. Apa kelebihannya hingga membuat kau mau menikah denda gatal seperti Linda?"

__ADS_1


"Jaga bicara mu Airin!" bentak Alan, "Meskipun status Linda seorang janda sebelumnya, tapi aku sangat menyayanginya. Asal kau tahu saja, selama ini aku lah yang sudah membuat Linda menjadi seperti sekarang. Jadi, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan istri ku. Dia wanita berharga dalam hidup ku!" tutur Alan panjang lebar.


"Tapi aku mencintaimu Alan. Kenapa kau tidak bisa membuka sedikit saja hati untuk ku?"


"Aku tidak pernah menyukai mu Airin. Pergi dan bawa apa yang kau bawa tadi," usir Alan.


"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum kau berjanji mau membuka hati untuk ku!" tolak Airin dengan tegas.


"Simpan rasa malu mu Airin, jangan merendahkan harga diri mu di depan laki-laki beristri," ujar Alan.


"Goda saja suami ku Airin, jika hatinya teguh untuk ku maka kau tidak akan bisa menggodanya!" tiba-tiba suara Linda masuk.


"Ini bukan untuk mu, ini untuk Alan ku!" Airin tidak terima.


"Untuk Alan ku?" Linda mengulangi kata-kata Airin, geram sudah wanita itu lalu mengambil air putih segelas yang berada di atas meja suaminya lalu menyiramkannya ke wajah Airin, "tidak pantas bagi seorang perempuan mengusik rumah tangga orang lain. Pergi kau!" usir Linda.

__ADS_1


"Keluar dari kantor ku, jangan pernah datang ke sini lagi. Airin, aku tidak pernah menyukaimu. Sejak dulu hingga sekarang aku tidak pernah menyukai mu. Pergi, sekali lagi kau datang aku akan menghancurkan hidup mu!" ancam Alan.


Airin mengepalkan ke dua tangannya, air yang membasahi wajahnya tidak dia usap. Menatap tajam ke arah Linda, namun tiba-tiba Julia berdiri di hadapan Airin sambil bergaya ingin mencolok mata Airin dengan ke dua jarinya.


"Jauhkan mata kotor mu itu!" ujar Julia, "Pergi sana!"


Julia mendorong Airin keluar, meskipun Airin menolak namun tenaganya kalah kuat dengan Julia.


Setelah memastikan Airin pergi, Julia kembali masuk ke dalam ruangan Alan.


"Tuan, biar saya yang memakannya. Mubazir, sayang di buang!" ujar Julia.


"Em, terserah kau saja!" kata Alan lalu Julia keluar dari ruangan Alan.


"Sayang, jangan cemburu. Aku berani bersumpah jika aku tidak pernah menyukai Airin," ucap Alan yang merasa was-was sekarang.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak marah pada mu. Aku hanya marah pada orang-orang yang masih menganggap ku lemah dan pantas di tindas. Apa aku memang pantas di hina?" tanya Linda bersedih.


Oh, Alan langsung memeluk istrinya, menyakinkan Linda jika Alan benar-benar mencintai Linda tulus apa adanya. Bukan karena hal atau tujuan lainnya.


__ADS_2