Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
44.Kau Kenapa?


__ADS_3

"Jelaskan pada ku, siapa dia?" pinta Linda.


"Namanya Airin, dia teman semasa sekolah hingga kuliah. Dia selalu mengejar ku, tapi aku tidak suka pada nya!" Alan memberitahu istrinya.


"Dia cantik, kenapa kau tidak suka?" tanya Linda penasaran.


"Tidak semua wanita cantik harus di sukai. Laki-laki pasti memiliki pandangannya sendiri terhadap para wanita," tutur Alan.


"Sepertinya kau tidak menyukai dia. Kenapa?" tanya Linda semakin penasaran.


"Aku tidak suka saja dengan perempuan yang terlalu agresif seperti dia. Lagian, dia bukan perempuan baik-baik," ujar Alan membuat Linda semakin penasaran.


"T-tetapi, aku terkadang suka agresif. Kau yang mengajarinya!" ucap Linda malu-malu.


"Kita kan suami istri, jika agresif di ranjang itu sudah biasa. Sayang, aku suka kau yang agresif. Nanti malam ya," ujar Alan mengedipkan sebelah matanya.


"Hih lelaki ini, gak capek apa?"

__ADS_1


"Demi buah yang berkualitas, aku tidak akan pernah lelah menanam benih dan memupuk diri mu!" ucap Alan langsung mendapatkan cubitan di pipi.


"Mesum!" ejek Linda.


Mobil berhenti di sebuah taman, taman ini cukup sepi karena masih pukul sepuluh pagi. Senang juga rasanya, untuk melihat orang yang kita sayang ternyata tidak melulu soal uang.


"Ya ampun, kita seperti anak muda pacaran saja!" ujar Linda geli sendiri.


"Ya, mari berpacaran dengan suami mu ini," sahut Alan lalu menarik tangan istrinya memutari taman ini.


Ke duanya nampak senang sekali, Alan seakan melupakan semua pekerjaannya bahkan Gian yang berada di kantor terus menggerutu karena ponsel Alan sengaja di matikan.


"Si brengsek ini selalu saja menyusahkan ku!" ucap Gian yang benar-benar kesal.


Selesai makan siang, Alan dan Linda kembali ke kantor. Sudah bisa di tebak oleh Alan jika Gian sedang marah padanya karena wajah Gian sangatlah masam.


"Jika kau masih marah, segera urus surat pengunduran dirimu," ucap Alan membuat Gian semakin kesal.

__ADS_1


"Sudahlah pekerjaan ku banyak, di tambah pacar sial mu itu mengejar ku!" kata Gian yang benar-benar kesal.


"Kenapa dia tiba-tiba muncul di sini?" tanya Alan.


"Sejak kau pergi bulan madu, dia selalu mencari mu. Entah sampai kapan dia terobsesi pada mu?"


"Kenapa tidak kau saja yang pacaran sama Airin?" tanya Linda membuat Alan tertawa.


"Istri ku benar, kenapa tidak kau saja yang pacaran dengannya?" timpal Alan.


"Sampah seperti dia selamanya akan jadi sampah. Kau lihat saja nanti, jaga hubungan kalian, karena aku takut ini akan sama seperti dulu," tiba-tiba saja ucapan Gian terdengar serius. Alan juga mendadak diam entah apa yang di pikirkannya.


Alan hanya melirik istrinya, lalu kembali diam lagi.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Linda.


"Tidak, aku tidak kenapa-kenapa. Istirahat lah di dalam, tidak usah bekerja!" ujar Alan lalu mengajak Linda masuk ke ruangan pribadinya. Linda yang penurut langsung masuk ke dalam ruangan lalu beristirahat di sana.

__ADS_1


Gian paham betul apa yang sedang di pikirkan Alan. Sebenarnya, jika Alan dekat dengan perempuan mana pun tiba-tiba perempuan tersebut akan menjauhi Alan. Semuanya sudah pasti di sebabkan oleh Airin, wanita itu sangat pandai dalam merusak hubungan orang. Alan takut jika suatu saat Linda akan terpengaruh dengan kehadiran Airin.


__ADS_2