
Menjelang makan siang Alan dan Linda baru lah keluar kamar. Mau tidak mau Linda mengenakan hoodie untuk menutupi stampel yang di cap oleh suami nya.
Melan memutar bola mata nya kesal ketika melihat kakak dan kakak ipar nya baru menemui mereka di restoran hotel.
"Lama sekali, ngerjain apa sih?" tanya Melan geram.
"Bikin ponakan buat kamu. Biar gak ngoceh terus!" jawab Alan membuat mata istri melotot.
"Jangan dengarkan kakak mu," sahut Linda.
"Sebaiknya kau cepat cari pacar lalu menikah. Maka kau akan tahu apa yang sedang di lakukan oleh kakak mu." ujar Gian langsung mendapatkan lirikan tajam dari Alan.
Di tempat lain, sejak pagi Davin tidak fokus dalam bekerja. Bagaimana tidak, laki-laki ini terus membayangkan Alan dan Linda yang sedang melakukan malam pertama. Ada rasa tidak rela di hati nya ketika melihat Linda jatuh ke tangan Alan apa lagi Linda yang sekarang jauh lebih cantik di bandingkan istri nya.
__ADS_1
Lebih garam lagi karena berita pernikahan Alan dan Linda menjadi topik hangat di jagat maya. Tentu saja membuat sebagian orang merasa iri akan hal itu termasuk Helen. Diri nya seorang model, namun tidak ada stasiun televisi yang memberitakan pernikahan nya beberapa waktu lalu.
"Aku tidak boleh kalah dari si gendut itu, aku lebih cantik!" ucap Helen yang bangga pada diri nya sendiri.
"Tapi sekarang Linda jauh lebih cantik loh!" seru Diana tanpa sadar. Hal tersebut tentu saja membuat Helen naik darah namun masih bisa dia tahan karena Diana adalah ibu mertua nya.
"Nanti juga gemuk lagi trus di buang tuh sama Alan." sahut Helen langsung di benarkan oleh Vina.
"Kalau jenis nya seperti Alan, aku juga mau nikah sama duda." kata Vina yang sekarang sedang berkhayal.
Diana juga tertawa, membuat Vina kesal di buat nya. Gadis itu memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya sambil mengumpati kakak ipar nya.
Linda, selesai makan siang Alan langsung mengajak nya untuk pulang kembali ke rumah Alan. Linda tidak lagi tidur di kamar yang pernah dia tempati melainkan sudah satu kamar dengan Alan.
__ADS_1
Senang rasa nya, sekarang Melan kembali memiliki seorang teman untuk sementara waktu karena gadis itu akan pergi luar negeri untuk melanjutkan studi nya.
Alan bukan laki-laki yang tidak pengertian, sebelum menikah Alan sudah mengubah sebagian isi kamar nya. Linda terkagum melihat nya, ada lemari pakaian, tempat sepatu, tas dan lain-lain nya.
"Terimakasih, terimakasih karena kau sudah berpikir sejauh ini." ucap Linda dengan mata berkaca-kaca.
"Ini bukan apa-apa. Meskipun bicara ku suka main-main, tapi aku serius untuk semua nya." kata Alan lalu memeluk istri nya, "Minggu depan kita akan pergi bulan madu sekalian mengantar Melan." ujar Alan memberitahu.
"Memang nya Melan mau kemana?" tanya Linda melepaskan pelukan nya.
"Melan harus melanjutkan S2 nya di luar negeri. Itu sudah menjadi hal biasa dalam keluarga ku." kata Alan langsung membuat Linda sedih.
"Aku kesepian dong!"
__ADS_1
"Tidak mungkin, lihat saja nanti." ujar Alan.
Alan mengajak Linda untuk beristirahat karena pria ini melihat lingkar mata istri nya sedikit menghitam. Linda kembali tidur dalam pelukan suami nya siang nya.