Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
66.Jika Tidak


__ADS_3

Sidang pertama, Linda yang di temani suaminya duduk dengan santai namun tidak dengan Diana yang menangis meratapi keadaan anaknya yang tampak kurus.


Ada Airin juga di sana, wanita itu berusaha memanggil Alan namun nyatanya Alan pura-pura tidak mendengar. Tidak ada Davin di sana, pria tersebut cukup malu jika harus menghadiri acara sidang adiknya sendiri.


"Tolong bebaskan anak saya pak hakim. Ini hanya kenakalan remaja," rengek Diana membuat Alan dan Linda tertawa masam.


"Kenakalan remaja bagaimana? Vina sudah berusia di atas dua puluh tahun. Keluarga kalian juga terus membully ku, lucunya!" ujar Linda yang sudah sangat geram.


Hampir dua jam sidang berlangsung, Vina belum di putuskan bersalah oleh hakim.


"Heh Linda, perempuan tidak tahu diri. Awas saja kau ya!" ujar Diana.


"Jangan hiraukan dia, cepat masuk mobil!" ucap Alan pada istrinya.


"Dasar sialan, semoga saja kau keguguran!" teriak Diana membuat Alan langsung naik pitam dan tidak jadi membuka pintu mobilnya.


"Jaga bicara anda! ucapan itu adalah doa," ujar Alan marah.


"Kenapa, apa kau tidak suka?" tanya Diana mengejek, "Kau salah memilih istri. Linda itu perempuan jahat!"


"Kau lah yang jahat, keluarga mu lah yang jahat. Dasar tidak tahu terimakasih!"


"Bebaskan anak ku. Jika tidak.....!"


"Jika tidak apa?" tanya Alan memotong ucapan Diana.

__ADS_1


"Jika tidak akan ku doakan Linda mati keguguran!" jawab Diana tanpa merasa bersalah.


Untung saja Diana orang tua, jika tidak sudah di pastikan Alan akan menghajar perempuan itu.


Alan mengambil ponselnya lalu menghubungi Gian, "Hancurkan perusahan Davin sekarang!" titah Alan dalam telponnya.


"Apa yang akan kau lakukan hah? orang kaya hanya bisa mengancam saja!" Diana tidak memiliki rasa takut sama sekali.


"Kau harus membayar atas ucapan kau tadi," ujar Alan lalu masuk ke dalam mobil.


Linda khawatir melihat wajah marah suaminya, "Sayang, ada apa?" tanya Linda penasaran.


"Hari ini keluarga Davin harus hancur. Aku sudah tidak peduli lagi dengan rencana kita," ujar Alan langsung melajukan mobilnya.


Linda bingung, apa yang sudah di bicarakan mamah Davin hingga membuat suaminya semarah ini.


"Sebenarnya ada apa Gian?" tanya Julia yang khawatir.


"Aku juga tidak tahu. Lakukan saja perintah Alan, dia terdengar marah tadi."


"Baiklah,"


"Kita akan menarik semua saham dan orang-orang yang sudah menanam saham di perusahaan Davin,"


"Apakah mereka mau?" tanya Julia.

__ADS_1


"Mereka pasti mau, lagian mereka akan lebih memilih Alan. Pindahkan saham milik Linda ke anak perusahaan,"


Gian dan Julia mulai melakukan pergerakan. Orang-orang kepercayaan Alan mulai melakukan tugas mereka masing-masing.


Davin, Davin tiba-tiba panik dan syok ketika Tita memberitahu jika perusahaan yang baru stabil beberapa hari kini berada di ambang kebangkrutan lagi.


"Kenapa bisa seperti ini?" tanya Davin tidak percaya.


"Saya tidak tahu pak. Tiba-tiba semua rekan bisnis menarik saham mereka termasuk Linda juga memindahkan saham miliknya," perjelas Tita membuat Davin langsung terduduk lemas.


"Siapa yang sudah menyinggung tuan Alan?" tanyanya lesu, "Kau tahu sendiri, orang-orang yang menanam saham di perusahaan ini atas rekomendasi dari Alan. Bagaimana ini bisa terjadi?"


Kalang kabut sudah Davin, laki-laki ini langsung memberitahu papahnya yang sejak pagi sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Robby langsung putar balik ketika mendapatkan kabar dari sang anak.


Hanya butuh waktu setengah jam bagi Alan untuk menjatuhkan keluarga Davin.Laki-laki ini tersenyum puas atas kerja Gian dan Julia.


"Padahal, aku berencana untuk menaikan pamor keluarga mereka lalu menjatuhkannya perlahan. Tapi, sekarang tidak peduli lagi," ujar Alan.


"Sebenarnya ada apa, aku bingung?"


"Ucapan mamah Davin sudah tidak bisa di toleransi lagi,"


"Memangnya dia bilang apa?" tanya Linda penasaran.


"Sudahlah sayang, jangan di bahas. Nanti kau akan sakit hati jika mendengarnya!"

__ADS_1


Alan tidak ingin memberitahu istrinya. Kata-kata itu terlalu menyakitkan jadi Alan tidak ingin membuat sang istri kepikiran.


__ADS_2