Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
46.Ah, Tentu


__ADS_3

"Apa yang ingin kau bahas?" tanya Alan santai.


"Aku hanya ingin meminta tolong pada mu!" kata Davin.


Alan mengernyitkan keningnya, "Dalah hal apa?" tanya pria itu mulai penasaran.


"Kau banyak mengenal Sutradara terkenal. Bisakah aku meminta tolong pada mu untuk mengenalkan salah satu dari mereka?" tanpa rasa malu Davin meminta pada Alan.


"Untuk istrimu?" tebak Alan.


"Ya, istri ku memiliki bakat. Jadi, aku hanya ingin dia mengembangkan bakatnya saja," kata Davin seolah membanggakan Helen.


Alan tersenyum tipis, melihat ke dua tangannya, "Sepertinya kau sangat mencintai istri mu," ucap Alan.


"Ah, tentu. Istri ku segalanya bagi ku," sahut Davin munafik.

__ADS_1


"Ya, ku harap kau bisa memegang semua kata-kata mu. Melihat penampilan Linda yang sekarang, ku harap kau tidak menyesal pernah memperlakukan dia seperti sampah!" Alan menatap tajam ke arah Davin.


"Seharusnya kata-kata ini lebih cocok untuk mu tuan Alan. Ku harap kau tidak menyesal sudah menikah dengan mantan istriku," Davin membalas ucapan Alan.


"Aku tidak pernah menyesal. Linda pandai memuaskan ku di ranjang. Terimakasih sudah membuat dia menjadi seorang janda tapi masih original," balas Alan membuat Davin langsung mengepalkan tangannya di bawah meja, "oh ya, permintaan mu tadi itu sangat gampang. Nanti Asisten ku akan mengabari mu. Aku pergi dulu, kasihan istri ku menunggu !" Alan pamit pergi, meninggalkan Davin yang sedang panas hatinya.


Baru saja Alan keluar dari cafe, seseorang muncul lalu menghampiri Davin yang masih duduk.


"Siapa kau?" tanya Davin dengan wajah marahnya.


"Kau mengenal Alan?" tanya Davin mulai penasaran.


"Ya, aku dan Alan berteman sudah lama. Tapi, sikapnya selalu dingin pada ku."


"Lalu, apa yang kau mau?" tanya Davin.

__ADS_1


"Aku tidak suka melihat Alan menikah. Mau kah kau membantu ku untuk merusak hubungan mereka?" tanya Airin, "Aku tahu kau tidak suka dengan istri Alan, aku mendengarnya tadi," timpal wanita itu.


"Linda mantan istri ku, " Davin mulai bercerita pada Airin, lelaki ini kebanyakan menjelekan Linda seolah-olah dirinya adalah seorang laki-laki yang paling tersakiti.


"Perempuan jahat, jadi dia hanya memanfaatkan Alan saja!" Airin semakin membenci Linda, "Alan seorang kaya raya dan tampan, kenapa dia malah tergoda dengan janda tak berkelas seperti itu?"


"Dia sudah banyak memanfaatkan Alan, aku takutnya Alan akan menjadi korban selanjutnya. Jadi, aku mendukung mu untuk menghancurkan rumah tangga mereka," kata Davin dengan senyum liciknya.


Davin dan Airin kemudian saling bertukar nomor ponsel. Banyak kebohongan yang di ceritakan Davin pada Airin untuk membuat wanita itu semakin membenci Linda.


Kemunculan Airin yang tiba-tiba membawa angin segar bagi Davin untuk membuat hubungan Linda dan Alan hancur. Biar bagaimana pun, sejak melihat perubahan Linda yang sekarang Davin tidak terima jika mantan istrinya ini mendapatkan kehidupan yang layak di atas dirinya.


Di rumah, Davin langsung memberitahukan kerjasamanya dengan Airin pada Helen dan Vani. Tentu saja Vani merasa senang karena sekarang gadis ini ada teman untuk menyerang Linda.


"Aku tidak sabar melihat si gendut itu kembali menderita," ujar Vani yang sangat membenci Linda. Entah apa alasannya, namun gadis ini sangat benci pada mantan kakak iparnya yang tidak memiliki masalah apa pun padanya.

__ADS_1


__ADS_2