
Davin menjambak rambut Helen, menampar wajah wanita itu penuh emosi. Robby dan Diana mencoba menenangkan Davin, namun pria itu sudah seperti orang kesurupan.
Plaaaak,....
Robby menampar wajah anaknya untuk menyadarkan Davin.
"Kenapa kau menyiksa istri mu Davin?" tanya Robby ikutan emosi.
"Perempuan ini sudah menipu ku dan keluarga kita pah. Dia pantas di hajar!" ujar Davin marah.
"Aku menipu mu apa, kenapa kau memukul ku tanpa sebab?" tanya Helen dalam pelukan mamah mertuanya.
Davin melempar dua lembar foto yang di berikan Linda.
"Kau bilang kau tidak memiliki keluarga. Lalu ini siapa?" tanya Davin membuat Helen terkejut dan juga panik, "Kau bahkan sudah menikah siri dengan laki-laki lain jauh sebelum kita saling mengenal!"
Diana langsung mendorong Helen, semua orang terkejut mendengarnya.
"Ini fitnah, Davin ini fitnah. Dari mana kau mendapatkan fitnah ini?" tanya Helen berkilah.
"Aku sudah mencari tahu semuanya, dasar perempuan ******!" sekali lagi Davin menampar wajah istrinya.
"Kak, mungkin kak Helen benar. Ini fitnah, karena kakak bisa lihat sendiri jika karir kak Helen sedang berada di atas," Vina membela kakak iparnya.
__ADS_1
"Diam kau Vina!" bentak Davin, "Aku sudah menemui laki-laki ini, bahkan kalian berkerja sama untuk mengeruk uang ku. Pantas saja uang yang aku berikan pada mu selalu habis tidak jelas, jadi kau menghidupi laki-laki lain dan ibu mu di luar sana!"
Plaaaak ....
Diana menampar wajah Helen saking geramnya. Namun tetap saja wanita itu berkilah tidak mengakuinya. Davin muak, laki-laki itu kemudian menyeret Helen keluar dari rumahnya. Dalam hal ini, Robby tidak bisa berbuat banyak.
Helen memohon pada Davin untuk membukakan pintu agar dia bisa menjelaskan semuanya, namun Davin yang marah besar tidak peduli akan hal tersebut.
Semakin syok Helen ketika ada beberapa karyawan yang berada di halaman rumah suaminya.Tiba-tiba mereka meminta penjelasan atas beberapa foto yang sekarang sudah tersebar luas. Helen tak berkutik, wanita ini menutup wajah malunya sambil mengetuk pintu rumah minta bukakan.
Sementara itu, Alan sedikit puas melihat Helen mulai hancur. Wartawan tersebut juga orang-orang Bayaran Alan yang akan mengusik hidup Helen sekarang. Satu masalah sudah di jalankan Alan, sisanya menunggu waktu saja untuk di buka agar semua orang tahu jika Linda adalah korban di sini.
"Kenapa kau tersenyum sendiri?" tanya Linda yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kau sedang menutupi sesuatu!" tebak Linda.
"Tidak ada, aku sedang ingin saja!" seru Alan langsung menerkam istrinya.
Malam yang hangat tidak bisa di jelaskan dan hanya bisa di rasakan lalu di nikmati.Alan dan Linda sedang memadu cinta mereka di atas ranjang yang sedang bergoyang malam ini.
Malam telah berganti pagi, Linda sendiri belum mengetahui apa yang sudah terjadi antara mantan suaminya dan Helen. Dalam satu malam, Alan sudah berhasil menghancurkan karir Helen yang sengaja dia berikan pada Helen beberapa bulan yang lalu.
Tahu tidak tahunya Linda di beri tahu oleh Julia tentang kabar ini. Tidak terkejut juga, Linda sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi.
__ADS_1
Tanpa malu, Helen datang ke kantor Linda lalu mengamuk di sana. Bukannya apa, Airin lah yang memberitahu Helen jika masalah ini tercipta dari Linda.
Helen mencoba menampar wajah Linda, namun dengan cepat Julia menangkap tangan Helen.
"Lepaskan aku!" teriak Helen, "Dasar ****** tidak tahu diri, kau sudah memfitnah dan menghancurkan semua karir ku," ucap Helen menghebohkan satu kantor.
"Itu bukan fitnah, itu semua kenyataan," sahut Linda dengan santainya.
"Linda, apa kau cemburu melihat aku menikah dengan mantan suami mu?" tanya Helen lagi-lagi dengan percaya diri.
"Aku cemburu?" tanya Linda balik, "Bahkan suami ku jauh lebih tampan, baik dan memiliki segalanya di banding Davin. Untuk apa aku cemburu?"
"Kau sudah memfitnah ku Linda, kau harus bertanggung jawab!" teriak Helen lagi-lagi ingin menyerang Linda.
"Sekali saja kau sentuh istri ku, akan ku patahkan tangan mu!" bentak Alan yang baru saja keluar dari lift.
"Istri mu sudah memfitnah ku brengsek!"
"Itu bukan fitnah, kau bekerja untuk ku. Aku bosnya jadi aku berhak tahu latar belakang mu. Ternyata, kau hanya seorang wanita licik!" ujar Alan mencibir, "Kau terlalu bangga atas karir yang kau dapat sekarang hingga kau lupa jika aku bisa menjatuhkan mu kapan saja. Bagaimana, bagaimana rasanya di permalukan di depan umum?" tanya Alan membuat Helen tak berkutik.
Wanita itu mengepalkan ke dua tangannya, malu karena niatnya ingin mempermalukan Linda malah dia sendiri yang malu. Helen memutuskan untuk pergi, setiap langkahnya menjadi sorotan kamera.
Sementara itu, Davin tidak berangkat ke kantor. Gosip panas sedang menerpa rumah tangganya. Sungguh, Davin malu atas masalah yang terjadi sekarang. Bahkan, karyawan yang dulu suka membully Linda malah berbalik membully istrinya. Ada yang mengatakan ini adalah balasan atas apa yang pernah di lakukan oleh Davin dan Helen kepada Linda dulu.
__ADS_1