
"Jangan beritahu Alan tentang masalah tadi," ucap Linda pada Julia.
"Tapi, kalau tuan marah bagaimana?" Julia takut jika dirinya di pecat.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Sekarang kita pergi ke tempat syuting, aku ingin melihat pekerjaan Helen," ajak Linda yang di supiri oleh Julia.
"Helen itu siapa?" tanya Julia penasaran.
"Helen itu istri Davin, pekerjaan dia juga termasuk bagian dari rencana suami ku." Linda memberitahu Julia.
Di perjalanan ini, Linda mulai menceritakan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Tentu saja Julia mengumpat sepanjang perjalanan.
"Mereka pantas di balas. Jangan kamu yang seperti itu, aku yang miskin seperti ini saja sering di remehkan bahkan ibu tiri ku juga meremehkan ku," kata Julia geram.
Tak berapa Linda dan Julia tiba di lokasi syuting. Linda dan Julia hanya melihat dari jarak yang tak begitu jauh.
Tanpa sengaja Helen melihat Linda lalu menghampiri mantan istri dari suaminya itu. Bukan hanya Helen, ada Vina di sana yang selalu menempel pada kakak iparnya.
"Mau apa kau ke sini?" tanya Helen dengan wajah angkuhnya.
"Aku hanya melihat saja," jawab Linda santai.
__ADS_1
"Bilang saja kau iri pada ku, secara aku sudah menjadi pemain film sekarang," kata Helen langsung di benarkan oleh adik iparnya.
"Kau ini memang suka mengusik. Sebaiknya pergi sana, jika tidak aku akan meminta Security mengusir mu," ujar Vina ikut sombong.
"Sombong sekali kalian ini, baru jadi artis sudah melangit gayanya," cibir Julia.
"Siapa kau?" bentak Vina, beraninya kau mengatai kakak ipar ku!"
"Mantan adik ipar mu?" tanya Julia berbisik di jawab anggukan oleh Linda.
"Jangan sombong kalian berdua, aku bisa saja membatalkan semua acara ini. Helen, satu yang harus kau tahu, sehebat apa pun kau sekarang aku lah bosnya!" ucap Linda lalu mengajak Julia pergi.
Helen dan Vina bingung, mereka saling pandang tidak mengerti dengan ucapan Linda.
"Dia bilang dia bosngya, apa si gendut itu sedang bermimpi?" tanya Helen balik.
Mereka berdua malah tertawa, mengejek Linda yang sedang berkhayal katanya.
Seharian bekerja membuat Linda kelelahan apa lagi hari ini pergi ke lapangan. Alan yang mengerti kondisi istrinya sebenarnya tidak rela melihat Linda kelelahan.
"Sini sayang, aku pijitin!" ujar Alan lalu memijat kaki istrinya.
__ADS_1
Linda tersenyum, "Terimakasih suami ku," ucapnya.
"Maaf sudah membuat mu lelah, tapi pekerjaannya memang seperti itu," kata Alan.
"Tidak apa-apa, aku suka melakukannya. Oh ya suamiku, kapan kau akan menjatuhkan mereka?" tanya Linda.
"Kenapa, apa kau sudah tidak sabar melihat mereka hancur dan mengemis maaf pada mu?" tanya Alan balik.
"Aku hanya ingin mengembalikan apa yang sudah mereka janjikan kepada ayah ku," jawab Linda langsung membuat Alan mengerti.
"Ini baru akhir bulan, aku janji pada mu jika awal bulan aku akan membuat mereka kacau!" Alan berkata dengan serius, "sebentar, aku punya sesuatu untuk mu,"
Alan turun dari atas tempat tidur lalu mengambil sesuatu berupa amplop coklat.
"Apa ini?" tanya Linda ketika suaminya menyerahkan amplop tersebut.
"Bukalah, pasti kau akan terkejut!"
Penasaran, buru-buru Linda membuka amplop tersebut dan wanita sangat terkejut.
"Sayang, apa ini asli?" tanya Linda tidak percaya.
__ADS_1
"Ya, asli. Aku sudah menyelidiki semuanya. Gampang saja jika ingin membuat mereka hancur, tapi setidaknya kita harus bermain terlebih dahulu," tutur Alan.
Linda masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mencoba mencari kebohongan dari apa yang dia lihat namun nyatanya semua asli.