
"Lihatlah, sejak kepergian mami dan papi, aku tidak pernah melihat kak Alan sebahagia ini setelah menikah dengan kakak dan memiliki Hansel. Pernah gagal dalam menjalin hubungan membuat kak Alan takut untuk berlama-lama pacaran. Makanya dia langsung menikahi kakak," tutur Melan yang ikut bahagia melihat kakaknya sekarang.
Pria tampan itu sedang berjemur bersama anaknya. Sedangkan Linda dan Melan hanya duduk mengobrol di teras samping.
"Kakak mu adalah laki-laki yang baik. Dia bahkan membalas semua orang yang sudah menyakiti. Apa dia memang seperti itu?" tanya Linda pada adik iparnya.
"Dulu saja saat kak Alan sudah bertunangan, dia bahkan memfasilitasi semua keluarga calon istrinya. Tapi, mereka hanya memanfaatkan kami saja."
"Hah, benarkah?" tanya Linda mulai penasaran dengan mantan suaminya,"lalu di mana dia sekarang?"
"Sudah tinggal di luar negeri ikut bersama suaminya. Mereka tidak akan berani datang ke negara ini lagi," ujar Melan memberitahu.
"Pantas saja Alan membuat Davin dan keluarganya juga pergi dari kota ini,"
"Itu karena kak Alan tidak mau melihat orang-orang yang sudah menyakitinya atau pun kita berdua!"
Linda mulai paham maksud dan tujuan suaminya. Beginikah laki-laki, jika mereka sudah mencintai seseorang semua akan mereka lakukan demi sebuah kebahagiaan.
"Sayang, apa kami sangat mirip?" tanya Alan yang menyandingkan wajah dirinya dan anaknya.
"Semuanya persis kamu, dia hanya numpang lahir saja!" ujar Linda.
"Wajar saja, aku kan pemilik bibitnya. Gendong sebentar, aku ingin minum!"
__ADS_1
"Kak, minggu depan acara pernikahan kak Julia dan kak Gian. Apa Hansel akan ikut hadir?" tanya Melan.
"Lihat nanti saja lah. Aku tidak ingin anak ku merasa terganggu dengan kehadiran banyak orang!"
"Jangankan pernikahan, kematian saja di hadiri banyak orang. Kau ini lucu!" Gian yang baru datang langsung menyambar ucapan Alan.
"Mengganggu saja!" seru Alan.
"Noh,....!" Gian memberikan selembar foto pada Alan.
"Bukankah aku sudah membuang perempuan ini? lalu kenapa dia bisa kembali?" tanya Alan tidak percaya.
"Aku juga tidak tahu, tapi Helen lah yang sudah membebaskan Airin,"
"Aku juga tidak tahu. Tapi, setelah kau membuatnya tidak bisa memiliki keturunan dia bekerja sebagai wanita penghibur,"
"Dari mana kau tahu?" tanya Alan penuh selidik.
"Jangan lupakan ibunya, ibu Helen adalah seorang yang sama seperti dia. Jadi, tidak heran jika mereka seperti itu," ujar Gian.
"Lalu, apa hubungannya dengan kita?" tanya Melan tidak mengerti.
"Tentu saja ada, mereka pasti akan membalas dendam pada kakak mu!" jawab Gian langsung membuat wajah Linda berubah sedih.
__ADS_1
"Maafkan aku, semua masalah yang ada berasal dari diri ku," lirih Linda.
"Jangan menyalahkan diri sayang. Percaya pada ku jika aku bisa membereskan mereka,"
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Gian penasaran.
"Urus saja perusahan. Jangan mengurusi mereka!" jawab Alan membuat Gian kesal.
"Di mana Julia?" tanya Linda.
Julia yang sedang berada di salah satu butik yang pada awalnya sibuk memilih beberapa gaun di berikan pada temannya di ganggu oleh kehadiran Airin yang ternyata ada di sana untuk memilih gaun juga.
"Babu, ternyata babu juga bisa berbelanja di tempat mahal seperti ini juga ya!" sindir Airin.
"Mantan napi kok bisa membeli gaun mahal seperti ini ya,kira-kira dapat uang dari mana?" balas Julia membuat Airin malu.
"Heh, bilang sama Linda mu itu ya. Kalau berani jangan berlindung di belakang suaminya, lemah banget deh!"
"Dasar mantan napi, seharusnya kau berubah menjadi lebih baik tapi kenapa kau malah semakin jahat. Katakan pada ku, siapa yang sudah membebaskan mu?"
"Haha,...kenapa kau ingin tahu sekali? apa kau ingin menggantikan ku di penjara?"
Julia yang sudah geram melempar semua gaun lalu maju langsung menjambak rambut Airin. Kedua wanita itu saling serang bahkan membuat keributan dan kerusakan di butik. Beberapa orang karyawan butik juga kena imbasnya setelah berusaha melerai mereka.
__ADS_1