
"Bukankah itu mantan menantu mu yang kembali menikah dengan laki-laki kaya?" teman Diana menunjuk ke salah satu outlet yang baru saja di masuki oleh Alan dan Linda.
"Menantu yang mana ya?" tanya Diana yang tidak melihat siapa yang di maksud oleh temannya.
"Menantu mu yang gendut itu, yang dulu pernah menikah dengan Davin!" jawabnya langsung membuat Diana terdiam. Sudah lama rasanya tidak pernah melihat Linda dan juga kabar dari mantan menantunya itu.
Diana mulai penasaran, wanita paruh baya yang sedang duduk beristirahat di salah satu outlet yang menjual minuman itu, terus memandang ke arah outlet yang menjual perlengkapan bayi. Jaraknya tidak lumayan jauh, jadi Diana bisa melihat jika Linda keluar nanti.
"Kenapa sepatu ini sangat kecil?" tanya Alan lalu membandingkan dengan telapak tangannya.
"Kau pikir anak mu akan lahir sudah sebesar kau?" ujar Linda.
"Itu tidak lucu namanya!" sahut Julia.
"Kenapa yang di jual di tempat ini semuanya mini, sungguh menggemaskan!" ucap Alan yang hampir saja memborong semua perlengkapan bayi.
"Julia, apa kau tidak tertarik berbelanja seperti kami ini?" tanya Linda.
__ADS_1
"Sebenarnya sangat tertarik. Tapi, entah kenapa aku ini memiliki pacar yang miskin tidak seperti tuan Alan!" sahut Julia.
"Apa maksud mu mengatai ku miskin hah?" Gian tidak terima.
"Nyatanya, sampai sekarang kau tidak juga menikahi ku!" ucap Julia membuat Gian terdiam sedangkan Alan dan Linda hanya tertawa saja.
"Ngomong-ngomong,bukankah seharusnya kalian menjemput Melan hari ini. Kenapa tidak jadi?" tanya Gian mengalihkan pembicaraan.
"Melan akan pulang minggu depan bersama Gibran," jawab Linda.
"Pintar sekali mengalihkan pembicaraan. Dasar lelaki...!" Julia kesal lalu keluar meninggalkan mereka bertiga.
Linda memilih keluar menyusul Julia yang terus menggerutu kesal. Di sinilah Diana melihat Linda secara jelas.
"Hih, masih hidup juga ternyata dia!" ucap Diana yang sangat tidak menyukai Linda.
"Jangan bicara seperti itu, bilang saja kau iri melihat kehidupan mantan menantu mu itu," sahut teman Diana.
__ADS_1
"Enak saja! si gendut itu sudah menghancurkan keluarga ku. Awas saja dia!" Diana bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Linda dan Julia yang sedang menunggu para lelaki yang sedang sibuk membayar juga menunggu barang belanjaan.
"Wah, perut mu sudah besar ternyata. Ku pikir kau sudah mati," ucap Diana tiba-tiba mengejutkan Linda dan Julia.
"Dasar keriput!" umpat Julia, "Seharusnya kau yang mati, bukan Linda,"
"Aku tidak tahu terbuat dari apa hati tante ini, bisa-bisanya berkata kasar seperti ini," ujar Linda.
"Agar kau tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang anak!" sahut Diana dengan mata melotot.
"Anak mu tidak hilang, anak mu sedang bersekolah di universitas kehidupan agar menjadi manusia yang lebih baik lagi." Tiba-tiba Alan menyahut ucapan Diana.
Diana gugup, wajahnya panik ketika melihat Alan. Di pikirnya hanya ada Linda dan Julia namun ternyata Alan juga ada di sana.
"Ratu lebah ini mendoakan Linda cepat mati. Jadi, aku mendoakannya balik!" adu Julia pada Alan yang membuat wajah Alan langsung berubah merah padam.
Pada akhirnya Diana memutuskan untuk pergi, dengan tatapan tajam yang di absen oleh mata elang Alan.
__ADS_1
"Jangan pikirkan apa kata mereka. Semoga saja doa itu berbalik padanya!" ucap Alan pada istrinya.
Linda tersenyum, lalu berkata, "Untuk apa aku memikirkannya jika aku suami ku sendiri paham apa yang harus di lakukannya."