Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
33.Aku Malu


__ADS_3

Alan merangkul pinggang istri nya, membuat wajah kedua nya saling dekat menatap. Bulu mata lentik itu ikut berkedip manahan malu. Jantung Linda sudah berpacu sangat kencang sejak tadi.


"Aku malu." ucap Linda pelan yang berusaha memalingkan wajah nya namun dengan cepat Alan menahan wajah istri nya.


"Aku suami mu sekarang. Kenapa harus malu?" tanya Alan lalu merengkuh pundak istri nya kemudian meraup bibir tipis manis milik Linda.


Ke dua nya saling berciuman, memejamkan mata menikmati lembut kenyal nya bibir. Davin semakin kepanasan, laki-laki itu meneguk habis minuman yang ada di di atas meja bahkan minuman Helen juga di babat habis.


"Sudah, jangan lama-lama. Lanjut di kamar saja nanti." tegur Gian membuat para tamu tertawa. Seketika mata Davin membulat, karena malam ini adalah malam pertama bagi Linda dan Alan.


Alan dan Linda melepas ciuman mereka, ke dua nya terlihat malu-malu ketika para tamu mengiyakan ucapan Gian.


"Oh lihat lah, Linda jatuh di tangan laki-laki yang tepat. Aku turut berbahagia untuk nya." ucap Robby yang merasa haru melihat Linda bahagia.


"Hih, di bela mulu!" tegur Diana tidak suka dengan ucapan suami nya.


Sementara itu, di luaran sana semua orang sedang hangat nya bergosip tentang pernikahan Alan dan Linda yang sangat mewah. Orang-orang yang pernah menghina dan merendahkan Linda sekarang merasa tertampar dengan keadaan Linda yang sekarang.


"Sayang, mari kita menyapa para tamu." ajak Alan yang sangat ingin memperkenalkan istri nya pada rekan bisnis Alan.

__ADS_1


Linda hanya menurut saja, jika di banding Davin, tahta Linda sekarang jauh lebih tinggi dari pada diri nya apa lagi sekarang Alan mengajak Linda berkenalan dengan pengusaha kelas atas semua.


"Oh Tuhan, itu sutradara yang sangat terkenal. Hanya artis pilihan yang bisa berkerja sama dengan nya." ucap Helen yang merasa iri pada keberuntungan Linda.


"Keluarga kita dulu sangat merendahkan Linda. Lihatlah sekarang, nasib nya bahkan jauh di atas keluarga Kita." ujar Robby.


"Halah, nanti juga cerai terus di buang tuh seperti sampah!" ucap Diana yang geram dengan Linda.


"Benar mah, orang kaya seperti Alan mana mungkin hidup dengan satu perempuan!" timpal Vina yang satu otak dengan mamah nya.


"Kalian ini, jahat sekali." ucap Robby hanya bisa bergeleng kepala.


Melihat Alan dan Linda tidak ada, Davin bisa duduk dengan perasaan lega karena tidak ada yang pamer kemesraan lagi. Namun, belum ada lima menit Linda dan Alan kembali masuk ke dalam ruangan sambil mengenakan gaun yang terlihat lebih santai namun tidak menghilangkan kesan glamor dari ke dua nya.


Linda mengenakan gaun dengan panjang selutut yang memperlihatkan dengan jelas kaki jangan, putih mulus nya. Gaun yang berwarna pink, bahkan Alan juga mengenakan kemeja berwarna pink berhias dasi kupu-kupu di padukan celana pendek selutut berwarna pink juga.


Linda dan Alan terlihat lucu namun berkelas. Helen lagi-lagi membuang nafas kasar nya karena setiap barang yang di gunakan Linda berbeda jenis dan harga.


"Hoh, sekaya apa lelaki ini?" tanya Linda kesal.

__ADS_1


Hanya Helen dan Davin yang duduk, sedangkan para tamu lain nya ikut menari bersama Alan dan Linda di depan. Mereka sangat menikmati acara yang bebas ini.


Pandangan mata Davin terus tertuju pada Linda, bagaimana mungkin mantan istri yang dulu di nikahi secara paksa bahkan selalu di hina dan di rendahkan berubah seperti ini.


"Apa dia sedot lemak ya?" batin Davin meracau.


Malam ini semua orang bersuka cita ikut bahagia atas pernikahan Alan dan Linda kecuali keluarga Davin. Diana dan Vina malah sibuk menghitung harga barang yang di pakai oleh Linda begitu juga dengan Helen.


"Aku sudah tidak tahan, ayo kita pulang!" ajak Davin yang benar-benar sudah gerah.


"Jangan pulang dulu, nanti saja." tolak Helen.


"Aku lelah!" seru Davin.


"Kau kan bisa berdiri berjalan sebentar siapa tahu kau dapat rekan bisnis baru." ujar Helen memberi ide.


"Aku tidak tertarik!" sahut Davin kesal.


Laki-laki itu langsung menarik tangan Helen, mengajak wanita itu pulang. Alan dan Linda yang menyadari hal tersebut hanya bisa menahan tawa mereka. Apa lagi Davin dan Helen pergi tanpa memberikan ucapan selamat atau sekedar basa basi.

__ADS_1


__ADS_2