Janda Kesayangan Tuan Alan

Janda Kesayangan Tuan Alan
89.Aku Tidak Tahu


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa bebas seperti ini hah?" tanya Airin di balik jeruji besi.


"Tuan Alan yang menjamin kebebasan ku," jawab Via, tubuh gadis ini sangat kurus. Nampak hitam di lingkaran matanya.


"Alan bajingan, Alan brengsek!" umpat Airin, "Kenapa hanya kau yang di bebaskannya?"


"Aku dan keluarga ku akan pindah keluar negeri. Airin, baik-baik kau di sini, aku pergi dulu," ujar Vina kemudian pergi.


"Tunggu aku Vina, brengsek kalian semua!" Airin mengamuk, tidak terima jika Alan hanya membebaskan Vina.


Tak lama Vina pergi, ada seseorang datang menjenguk Airin.


"Kau, mau apa kau disini?" tanya Airin dengan wajah marahnya.


"Aku datang ke sini hanya ingin membuat penawaran pada mu," ucap seseorang itu.


"Cepat katakan, aku tidak ingin melihat wajah kalian semua!"


Orang tersebut langsung mengutarakan maksud dan tujuannya. Tentu saja Airin tertarik, wanita itu langsung setuju atas permintaan orang di depannya.


Di rumah, Alan sangat terkejut ketika mendapatkan kabar dari Gian. Tidak, bukan hanya Alan melainkan Linda dan juga Julia. Alan langsung memberi perintah pada Julia untuk pergi ke kantor polisi, memastikan kembali jika kebebasan Airin ada yang menjaminnya.

__ADS_1


"Sayang, kok bisa?" tanya Linda tidak percaya.


"Entahlah, orang itu menjamin dengan sangat mahal!"


"Kak, sepertinya ada orang lain yang tidak menyukai keluarga kita. Apa mantan suami kak Linda lagi?" tanya Melan.


"Bukan, mereka baru saja naik pesawat. Mereka tidak akan bisa kembali ke negara ini lagi karena aku sudah memblokir aksesnya!" tutur Alan.


"Jadi siapa dong?" Melan khawatir.


Alan menatap wajah anak dan istrinya bergantian, baru saja hatinya tenang setelah kepergian Davin namun kini sudah harus bermain tebakan lagi.


Satu jam kemudian Julia datang bersama dengan Gian. Mereka menjelaskan ciri-ciri orang tersebut.


"Sepertinya seorang laki-laki," tebak Gian.


"Tidak, aku rasa itu perempuan!" ujar Julia.


"Kau lihat sendiri tadi, dia memakai pakaian laki-laki. Rambut pendek berkacamata!"


"Sayang, calon suami ku. Tapi bentukannya seperti perempuan!"

__ADS_1


"Jangan berisik di sini," tegur Alan yang sudah pusing.


"Linda kau percaya aku atau Gian?" tanya Julia.


"Aku tidak tahu. Aku tidak bisa memilih!" jawab Linda.


Alan mengusir Julia dan Gian yang di anggapnya sangat berisik. Bagaimana tidak, Hansel yang enakan tidur di pangkuan sang istri tiba-tiba bangun dan menangis.


Sementara itu, Airin merasa senang sekali bisa menghirup udara bebas. Wanita ini pergi ke club malam untuk bersenang-senang dan merayakan kebebasannya.


Sebenarnya Airin tidak pernah menyangka jika keluarga Davin akan jatuh sejatuhnya di tangan Alan. Namun, wanita itu tidak heran dengan sikap Alan.


"Awas saja kau Alan, aku akan membalas perbuatan mu!" ucap Airin lalu meneguk cairan yang berwarna merah itu.


"Ku dengar istrinya juga sudah melahirkan. Jadi, kau pasti tahu di mana titik kelemahan Alan!"


"Si brengsek itu dari dulu memang suka mengacuhkan ku. Awas saja, aku tidak terima karena dia sudah memasukan aku kedalam penjara!"


"Di balik wajah tampan dan sifat manisnya, bajingan itu ternyata sangat mengerikan. Lihat aku, butuh waktu lama bagi ku untuk menjadi seperti sekarang!"


"Ku pikir kau sudah mati...!" ucap Airin lagi-lagi meneguk minumannya, "Terimakasih sudah membebaskan ku!"

__ADS_1


__ADS_2