Jangan Mengejarku, Cantik!

Jangan Mengejarku, Cantik!
Mencari Tahu Tentang Rista


__ADS_3

Varrel dan mamanya pergi ke sebuah kampung untuk mencari paman dan keluarganya. Berbekal foto pernikahan, keduanya menyusuri jalanan.


Mama Varrel bernama Tania, mencoba mengingat nama desa yang di sebut kakaknya sebelum diusir. Dengan bertanya-tanya kepada warga akhirnya pencarian selama 2 jam berhasil.


Mereka menemukan rumah dengan cat mulai pudar. Varrel mengetuk pintu tampak seorang wanita muda keluar dan menyapanya. "Cari siapa, Tuan!"


"Selamat sore!" sapa Varrel tersenyum begitu juga dengan Tania.


"Ya, selamat sore juga. Ada yang bisa saya bantu?"


"Begini, Nona. Kami lagi mencari seseorang, apa anda mengenalnya?" Varrel menunjuk foto sepasang pengantin yang menikah beberapa tahun yang lalu.


Wanita itu cukup lama menatap foto tersebut. "Dia siapa?"


"Hemm, apa benar ini rumahnya Elisa Haryono?" tanya Tania.


"Oh, Bu Elisa. Saya kenal," jawabnya.


"Ya, kami sedang mencarinya. Di mana dia berada sekarang?" tanya Tania tak sabar.


"Saya kurang tahu pasti di mana, tapi Bu Elisa pernah mengatakan jika mereka tinggal di Kota A dan putrinya bekerja di perusahaan fashion," jelasnya.


"Kalau saya boleh tahu, apa Bu Elisa tinggal di Kota A bersama suaminya?"


"Tidak, suaminya sudah lama meninggal," jawabnya.


Tania yang mendengarnya terasa lemas, kakak kandungnya telah pergi tanpa dirinya dan ibunya tahu jasadnya.


"Mama tidak apa?" tanya Varrel.

__ADS_1


"Tidak, Nak." Tania mencoba tersenyum.


"Putrinya siapa namanya?" tanya Varrel.


"Rista!"


"Rista? Nama lengkapnya?" Varrel begitu penasaran.


"Kalau tidak salah di depannya ada nama Ayumi," jelasnya.


"Ayumi?" Varrel bertanya lirih. "Kalau begitu terima kasih atas informasinya," ia tersenyum.


Varrel dan Tania pun pergi meninggalkan kediaman Elisa.


Di dalam mobil Varrel hanya diam, ia mencoba mengaitkan sebuah nama. "Apa sepupuku adalah Rista, desainer Arta Fashion?"


"Varrel, kenapa melamun?" tanya Tania.


"Ingat yang kamu bilang bekerja di Arta Fashion."


"Ya, Ma. Namanya Rista, kata wanita tadi jika putrinya Bibi Elisa bekerja di perusahaan fashion. Apa mereka orang yang sama?" tebak Varrel.


"Apa dia putri Paman Sammy? Mama melihat wajahnya mirip Paman kamu, tapi siapa nama ibunya?"


"Varrel tidak tahu dan wanita itu tadi bilang jika di depan nama Rista adalah Ayumi. Dengan siapa aku bertanya tentangnya?"


"Kamu bilang kalau kedua wanita di mall itu temanmu. Ya, ditanya dong!"


"Aku tidak terlalu akrab, Ma."

__ADS_1


"Kamu tanya-tanya saja melalui temannya yang satunya lagi," usul Tania.


"Benar juga," Varrel menarik sudut bibirnya.


...----------------...


Varrel sedang menunggu Sella di sebuah kafe tak jauh dari Arta Fashion. Ya, pria itu mengirimkan pesan kepada Sella untuk membayar uang es krim. Alasan itulah yang dipakai Varrel agar ia dapat mengorek informasi tentang sepupunya.


Dengan wajah ketus, Sella menarik kursi yang ada dihadapan Varrel. "Kau bilang tidak mau aku mengembalikan uangmu, sekarang malah menagihnya. Tak bisa dipegang ucapannya!" omelnya.


"Aku memang tidak ingin menagih uang es krim, ku hanya cuma minta tolong padamu!"


"Minta tolong apa?"


"Apa kau ingin pesan minuman atau makanan?" tawar Varrel.


Sella tersenyum, "Kau tahu saja kalau aku lagi lapar!"


"Silahkan pesan makanan dan minuman yang kau mau!"


Sella dengan semangat memanggil pelayan, ia memesan air mineral dan chicken steak.


"Cukup hanya itu saja?" tanya Varrel.


"Ya," jawab Sella. "Aku tidak mau jadi utang kalau pesan banyak," lanjutnya.


Varrel tertawa kecil mendengarnya.


"Sekarang katakan apa yang bisa aku bantu?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertanya tentang Rista."


__ADS_2