
Natasha berjalan dengan cepat menghampiri calon suaminya yang menunggunya di restoran tempat langganan keduanya.
"Kamu tidak lama menungguku, kan?"
"Tidak, baru juga satu jam," jawab Yuno.
"Astaga sayang, itu sudah sangat lama. Maaf," Natasha menunjukkan wajah bersalahnya.
"Tidak apa, tak masalah. Memangnya dia ingin bertemu dengan kamu untuk apa?"
"Dia hanya ingin bertanya hal apa yang di sukai wanita."
"Dia tak mengatakannya kepadamu, kan?" tampak Yuno cemburu.
Natasha tertawa, "Ya, bukanlah."
"Aku pikir dia mengatakan cinta kepadamu," ujar Yuno.
Natasha tersenyum, "Dia menyukai Sella, teman kerjamu!"
"Benarkah? Tadi aku lihat dia memberikan sesuatu kepada Rista," tutur Yuno.
"Mungkin untuk Sella," tebak Natasha.
"Mungkin juga, setelah mereka bertemu Rista ke meja resepsionis tapi dia juga mendapatkannya," ujar Yuno.
"Ya, bisa saja kalau Rista menjadi perantara keduanya."
"Ya, bisa saja," Yuno menyetujui ucapan kekasihnya.
Pesanan keduanya pun tiba dan mereka mulai menikmatinya.
"Sayang, aku ingin bertanya padamu Apa kamu setuju dengan tempat gedung pernikahan pilihanku?"Natasha mengeluarkan brosur lokasi acara.
"Aku terserah kamu," jawab Yuno.
Natasha tersenyum mendengar jawaban dari kekasihnya.
"Setelah ini kita mau ke mana?" tanya Yuno.
"Ke percetakan, kita akan memilih undangan," jawab Natasha.
__ADS_1
"Baiklah," sahut Yuno.
......................
Hari ini Darren resmi melamar Rista untuk menjadi calon istrinya. Walaupun tanpa kehadiran keluarga besar Rista acara berlangsung lancar.
Elisa sengaja tidak memberi tahu ibu dan mertuanya. Ia hanya mengabari Tania dan suaminya beserta adik kandung dari ayahnya. Karena cuma pria tua itu yang sangat menyayanginya sejak kecil dan selalu menasehatinya.
Rista tersenyum bahagia kala Clarissa menyematkan cincin di jari manisnya. Acara berlangsung tertutup dan hanya dihadiri keluarga inti saja.
Clarissa tak lupa mengundang sahabatnya Yuna dan Tina.
"Bu, aku sangat senang sekali hari ini!" ungkap Rista ketika mereka tiba di apartemen.
"Ibu juga sangat bahagia, Nak."
"Bu, acara pernikahan akan dilaksanakan setelah Yuno dan Natasha menikah. Kenapa aku menjadi takut?"
"Takut? Rista, jangan berpikir yang aneh-aneh. Semoga acara pernikahannya kalian berjalan lancar," jawab Elisa menyakinkan putrinya.
"Kapan kita akan memberi tahu mereka?" tanyanya.
"Lusa Ibu akan kembali ke kampung dan memberi tahu Nenek tentang hal ini setelah itu kita akan pergi ke rumah Oma," jawab Elisa.
"Tidak, kamu di sini saja. Biar Ibu yang ke sana," jawabnya.
"Baiklah, Bu."
-
Di lain tempat Tania dan suaminya baru saja pulang dari hotel tempat berlangsungnya lamaran keponakannya.
"Tania!" panggil Sophia membuat keduanya menoleh.
"Mama!" Tania dan suaminya memaksakan tersenyum.
"Dari mana kalian?"
"Kami dari acara teman, Ma. Benarkan, sayang?" Tania menatap suaminya.
"Iya, Ma. Kami dari temannya Tania yang sedang berulang tahun," jawabnya berbohong.
__ADS_1
"Mama ingin bicara dengan Tania, bisa tinggalkan kami berdua," pintanya pada menantunya.
"Bisa, Ma." Suami Tania pun meninggalkan keduanya.
Tania membantu Sophia membawanya ke kursi ruang keluarga dan keduanya duduk saling berhadapan.
"Ada yang ingin Mama tanyakan padamu?"
"Apa itu, Ma?"
"Di mana Rista bekerja?"
"Aku tidak tahu, Ma." Jawab Tania berbohong.
"Mama tak yakin jika kamu tidak tahu. Bukankah kamu yang pertama kali bertemu dengan mereka?"
"Memang aku yang pertama kali bertemu dengannya tapi ku tak pernah menanyakan pekerjaannya," Tania berbohong lagi.
"Kamu tidak mencoba menutupi sesuatu, kan?"
"Tidak, Ma.
"Aku mendapatkan info jika Rista bekerja di Arta Fashion," ujar Oma Sophia.
"Benarkah?" Tania pura-pura terkejut.
"Dia tak boleh bekerja di sana, Arta Fashion adalah pesaing Karisma Fashion," jawab Oma Sophia.
"Ma, Rista tak tahu kalau Omanya adalah pemilik Karisma Fashion. Biarkan dia menentukan pilihannya, kita tak bisa mengaturnya. Apalagi kita baru menemukannya saat ini," jelas Tania.
"Rista dan Varrel adalah penerus perusahaan. Lihatlah sekarang, putramu malah membuka usaha bengkel," ujar Oma Sophia.
"Ma, Varrel tidak menyukai bidang fashion. Ada Tania dan Mas Bram yang bisa menjalankan perusahaan," ucapnya.
"Setelah kalian tua dan tak sanggup menjalankan perusahaan siapa yang akan melanjutkannya?"
"Cicit Mama," jawab Tania santai.
"Kamu ini asal bicara saja!"
"Memang begitu, Ma. Jika Rista dan Varrel mereka akan menikah lalu memiliki anak-anak dan cucu-cucu kami yang akan meneruskannya," tutur Tania.
__ADS_1
"Obrolan kita hari ini cukup, Mama makin pusing mendengar jawabanmu itu!" Oma Sophia berjalan menuju kamarnya.