Jangan Mengejarku, Cantik!

Jangan Mengejarku, Cantik!
Mengundurkan Diri


__ADS_3

Sesuai janjinya dan pertimbangan yang cukup matang, akhirnya Rista mengajukan surat pengunduran diri. Ia menemui Presdir Arta Fashion di ruang kerjanya.


Tanpa basa-basi, Rista meletakkan surat di atas meja kerja.


"Kamu jadi mengundurkan diri?"


"Ya."


"Ternyata benar, kamu cuma ingin memanfaatkan aku!"


"Terserah kamu bicara apa tentang aku," ujar Rista.


"Baiklah kalau begitu, aku terima surat pengunduran dirimu," Darren meraih kertas itu dan membacanya.


Rista melepaskan cincin dari jemarinya, "Aku mengembalikannya."


Darren menatap serius kekasihnya.


"Tidak ada hubungan di antara kita lagi, jangan pernah mencariku!" Rista meninggalkan ruangan dengan mata berkaca-kaca.


Ia pun membereskan meja kerjanya lalu melangkah dengan cepat keluar gedung Arta Fashion.


Darren mengepalkan tangannya.


Rista menaiki taksi, sesampainya di apartemen ia menyuruh Elisa untuk membereskan barang-barang.


"Memangnya kita mau ke mana, Rista?"


"Kita akan pergi dari sini, Bu. Aku dan Darren batal menikah," jawabnya.


"Jangan bercanda, Rista. Apa yang membuat kalian membatalkan pernikahan?"


"Darren menuduhku sebagai calon pengkhianat hanya karena aku cucu dari pemilik Karisma Fashion dan ia akan memikirkan ulang menikahiku," jelas Rista dengan bibir bergetar mencoba menahan tangis.


"Nak, jangan gegabah seperti ini. Kalian bisa bicarakan ini baik-baik," nasehat Elisa.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan, Darren sudah tidak mempercayaiku," ujarnya.


"Kita akan tinggal di mana?"


"Sementara kita menyewa penginapan kecil setelah itu aku akan mencari rumah kontrakan," jawabnya.


Elisa akhirnya menuruti perintah putrinya, ia masih berharap Rista bisa menikah dengan Darren.


-


Putranya pulang dengan keadaan lesu membuat Clarissa bertanya, "Kamu kenapa?"


Darren lantas mendekap wanita yang telah melahirkannya itu. "Kami gagal menikah, Ma."


"Bagaimana bisa?" Clarissa tak percaya.


"Rista adalah cucu dari pemilik Karisma Fashion," jawabnya.


"Apa? Kenapa dia baru memberi tahu kita?"


Darren menjelaskan cerita bagaimana Rista bisa bertemu dengan keluarga dari ayahnya. Karena sebelumnya wanita itu telah mengungkapkannya di mobil saat mereka bertengkar di jalan.


"Belum tentu Rista mengkhianati kamu!" ujar Clarissa.


"Dia akan menjadi pesaing Arta Fashion di kemudian hari," ungkap Darren.


"Apa kamu tidak bisa merasakan ketulusan hati darinya?"

__ADS_1


"Hanya Mama yang tulus!"


"Darren, apa kamu yakin dengan keputusanmu ini?"


"Ya, Ma."


"Semoga saja Rista bisa menemukan pria yang tulus menyayanginya dan mencintainya," doa Clarissa.


"Mama, bukannya membela putranya malah mendoakan orang lain," protesnya.


"Bagi Mama, Rista seperti anak sendiri. Dia wanita yang baik dan pekerja keras," Clarissa sengaja membanggakannya.


"Ma, kelak dia akan menghancurkan Arta Fashion," ujar Darren.


"Itu perasaan kamu saja," celetuknya. "Mama mau ke dapur, pergilah mandi!" Clarissa bergegas meninggalkan putranya.


-


Makan malam berlangsung namun tak ada obrolan sama sekali. Clarissa memilih mendiamkan putranya karena keputusan yang tidak bisa ia terima begitu saja.


Devan memperhatikan istri dan putranya tak saling berbicara. "Ada apa?" membuka percakapan.


"Tidak ada, Pa," jawab Darren.


"Mama sudah kenyang dan mengantuk," Clarissa mengakhiri makannya, ia pun berlalu meninggalkan meja makan.


"Ada apa sebenarnya, Darren?"


"Tidak ada, Pa."


Devan pun mengakhiri makan malamnya dan menyusul istrinya di kamar.


Devan membuka pintu dan melihat Clarissa sedang membaca buku. "Apa yang terjadi dengan kau dan Darren?"


"Kau tidak bertanya padanya?"


"Baiklah," Clarissa meletakkan buku di atas nakas. "Putramu membatalkan pernikahannya," jelasnya.


"Apa? Pernikahan tinggal sebulan lagi," ujar Devan.


"Aku tidak tahu dengan jalan pikirannya hanya karena Rista cucu dari Sophia Karisma ia membatalkan pernikahannya," ungkapnya.


"Apa? Kau tidak salah?"


"Darren sudah menceritakan semuanya, Rista tahu beberapa bulan yang lalu jika dia adalah cucu dari pemilik Karisma Fashion."


"Alasan dia hanya karena Rista cucunya?" tanya Devan.


"Darren takut jika Rista menjadi pengkhianat perusahaan kita," jelas Clarissa lagi.


"Astaga, kenapa dia bisa berpikiran seperti itu?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu."


......................


Seminggu kemudian....


Yuno sudah kembali ke perusahaan, ia sudah mengetahui dari istrinya jika Rista tidak bekerja lagi di Arta Fashion.


Natasha tahu kabar dari Varrel jika Sella yang memberitahunya. Mereka bertiga sempat bertemu di sebuah mall.


Yuno berjalan ke ruangan Darren, "Kenapa kau memecat Rista?"

__ADS_1


"Aku tidak memecatnya tapi dia mengundurkan diri."


"Kau tidak mempertahankannya?"


"Untuk apa? Semua sudah berakhir, termasuk rencana pernikahan kami," jawab Darren.


"Apa alasanmu melakukan itu, Darren?"


"Dia adalah cucu dari Karisma Fashion, kau tahu 'kan kalau perusahaan itu pesaing kita bisa saja Rista menjadi pengkhianat," jawab Darren.


"Kau tidak mempercayainya?"


Darren tak menjawab.


"Apa kau tidak mencintainya sehingga menuduhnya begitu?"


"Aku rasa cinta bisa berubah jika menyangkut kekuasaan," jawab Darren.


"Ku harap setelah ini kau akan menyesal menyia-nyiakan dia," Yuno pun berlalu.


Sementara itu, Rista dan ibunya kini tinggal di rumah mewah tak jauh dari kediaman Sophia. Ya, karena informasi dari Varrel, wanita tua itu mencari keberadaan menantu dan cucunya.


Mulai hari ini, ia akan menjadi bagian Karisma Fashion. Hal itu membuat Sophia bahagia, ia tak perlu repot memisahkan cucunya dengan Presdir Arta Fashion.


Rista di dampingi Tania dan Bram memasuki gedung Karisma Fashion, beberapa karyawan menundukkan kepalanya memberikan hormat.


Tania memperkenalkan diri Rista di hadapan para karyawannya.


"Selamat pagi semua, nama saya Ayumi Charista," ucapnya tersenyum.


"Pagi, Nona." Para karyawan menjawabnya dengan serentak.


"Panggil saja Nona Rista, saya di sini sebagai desainer. Saya harap kerja samanya," ujar Rista.


Ya, Nona Rista!" para karyawan menjawab serempak lagi.


Setelah perkenalan, Rista berjalan ke ruangannya. Ia mengedarkan pandangannya melihat tempat baru. Ya, dia menjadi salah satu karyawan Karisma Fashion.


Rista menarik sudut bibirnya mengingat ucapan mantan calon suaminya itu, seharusnya dia dan Darren membagikan undangan, mencoba gaun ternyata semua tidak berjalan dengan harapannya. Hubungan mereka telah berakhir beberapa hari yang lalu.


-


Darren menyuruh seseorang untuk mengawasi Rista, informasi yang diberikan orang suruhannya mengatakan kalau mantan kekasihnya itu tidak tinggal di apartemen lagi namun sudah pindah ke rumah mewah tak jauh dari kediaman pemilik Karisma Fashion.


"Ternyata dugaan ku benar, kau memang seorang pengkhianat," Darren mengepalkan tangannya.


"Kalian boleh pergi!" Darren berdiri dari kursi, ia melangkah menuju ruang kerjanya.


Yuno datang memberikan beberapa berkas yang harus ditandatangani. Pria itu tanpa banyak bicara, meletakkannya di atas meja kerja Presdir.


"Sekarang dia tinggal berdekatan dengan Sophia Karisma," ujar Darren sebelum Yuno pergi.


"Itu hal wajar karena Rista adalah cucunya."


"Pasti dia akan bekerja di perusahaan itu," ujar Darren lagi.


"Ya, tidak masalah. Karena dia tak bekerja di sini lagi, itu haknya," ucap Yuno santai.


"Apa yang ku katakan terjadi, dia tidak sebaik yang ku pikirkan," tuturnya.


"Terserah kau saja menilai dia seperti apa, aku mau keluar makan siang bersama istriku," Yuno memilih meninggalkan ruangan kerja sahabatnya.


Seminggu ini Rista tak berada di Arta Fashion membuat Darren merasa kehilangan. "Kenapa jadi memikirkannya?"

__ADS_1


Kabar Rista menjadi salah satu penerus Arta Fashion beredar di media sosial maupun cetak. Oma Sophia sengaja mengumumkan dan mengenalkan calon penerus perusahaannya.


Clarissa membaca berita tentang Rista di ponselnya ia lalu meletakkan kembali benda itu dan membuka kacamatanya. "Darren kamu sungguh bodoh!"


__ADS_2