Jangan Mengejarku, Cantik!

Jangan Mengejarku, Cantik!
S2-bagian 26


__ADS_3

Andra menyodorkan minuman kaleng kepada Raiza, keduanya duduk di sebuah taman tak jauh dari tempat sang gadis menuntut ilmu.


Raiza meraih minuman kaleng yang sudah dibuka Andra dengan senyuman.


Pria itu duduk di sebelah Raiza dengan menggenggam botol air mineral.


"Apa setelah ini kau akan ke Belanda?" tanya Raiza.


"Ya," jawabnya.


"Kau ingin meninggalkan aku sendiri di sini?"


"Kau akan ikut denganku," jawabnya lagi.


"Kita belum menikah dan aku masih sekolah," ujar Raiza.


"Setelah kau lulus dan kita menikah lalu kita akan ke terbang ke sana!" jelasnya.


Raiza pun tersenyum.


Andra menoleh ke arah samping memandang wajah calon istrinya.


Raiza sedang menenggak minumannya melihat ke arah calon suaminya yang menatapnya. "Kenapa?"


"Aku tidak menyangka kalau cintaku terbalas."


"Apa kau dari awal sudah menyukaiku?"


Andra mengangguk.


"Kenapa tidak jujur?"


"Kalau aku jujur apa kau akan membalasnya?"


"Tidak juga."


"Aku takut mengatakannya apalagi Opa Devan sangat pemilih, jadi ku hanya memendamnya."


"Sejak kapan kau mulai menyukaiku?"


"Lima tahun yang lalu di kota B," jawabnya.


"Jadi, kau mengkhianati Bella?"


"Aku belum mengenalnya, tetapi sudah jatuh hati pada pertama kita bertemu."


"Benarkah? Kenapa aku baru tahu, ya?"


"Karena aku tidak memberitahunya."


"Benar, juga!" Raiza tersenyum menyengir. "Kalau kau memang menyukaiku, kenapa menjalin hubungan dengan Bella?"


"Ya, karena aku berpikir jika menjalin hubungan dengan Bella. Perasaan ku akan pindah kepadanya, namun kenyataannya berbeda disaat ku mulai membuka hati dia malah mengkhianatiku."


"Lalu, kau kembali lagi melirik hatiku?"


"Ya," jawabnya. "Ketika Opa Devan memintaku menjadi pengawalmu, aku sangat senang. Mungkin pekerjaan ini yang dapat mendekatkan kita," lanjutnya.


Raiza yang mendengarnya tersenyum begitu hangat, "Aku minta maaf padamu!"


"Minta maaf?"


"Awal kita bertemu, aku sangat kasar," Raiza menundukkan kepalanya.


Andra meraih jemari calon istrinya. "Aku sudah memaafkanmu, terima kasih telah mencintaiku."


"Aku juga," Raiza kembali tersenyum.


"Hari mau gelap, ayo pulang!"


Raiza mengangguk dan keduanya berdiri, berjalan ke arah mobil dengan bergandengan tangan.


...----------------...


Sebulan kemudian.....

__ADS_1


Tere dan Niken sedang berdandan kedua gadis itu sangat antusias di hari pernikahan sahabatnya.


"Menurutmu bagaimana dengan penampilanku?" tanya Tere pada Niken.


"Kau cantik hari ini," jawabnya.


"Benarkah? Aku ingin mencari pria tampan buat calon suami, siapa tahu salah satu tamu kepincut denganku?"


"Aku yakin, pasti ada pria yang menyukaimu," ujar Niken.


"Ya, semoga saja."


Keduanya keluar dari kamar hotel lalu menghampiri Raiza yang juga sedang dirias.


Sementara itu di kamar berbeda, Andra terlihat gelisah. Ia akan mengucapkan janji pernikahan 30 menit lagi, rasa gugup membuncah dihatinya.


Hilman yang merasakan apa yang dirasakan cucunya mendekatinya. "Tenanglah, Opa yakin kamu bisa!"


"Ya, Opa." Andra memaksakan senyumnya.


-


Acara ikrar pun dilaksanakan, Andra duduk berhadapan dengan Eza.


Bukan hanya calon mempelai pengantin pria saja yang gugup, Eza sebagai seorang ayah yang akan segera melepaskan putrinya kepada pria lain. Membuat hatinya dilanda kesedihan. Eza berusaha menahan air matanya agar tak tumpah.


Melihat mata suaminya berkaca-kaca, Raisa yang duduk tak jauh dari kedua pria juga ikut turut merasakannya.


Janji pernikahan pun dimulai, Andra mengucapkannya secara lantang. Para tamu tersenyum lega, ketika semuanya berjalan lancar.


Tangis haru mewarnai acara sakral tersebut, ketika mempelai wanita dihadirkan di tengah acara. Raiza yang tampil cantik dengan gaun berwarna ungu dengan ekor menjuntai berjalan menghampiri suaminya.


Andra yang tidak bisa menahan tangis bahagia, berkali-kali menyeka air matanya agar tak jatuh.


Raiza kini berhadapan dengan suaminya, ia tersenyum bahagia.


Andra mengulurkan tangannya dan Raiza meraihnya. Keduanya berdiri saling berdampingan melihat para tamu dan melemparkan senyum kebahagiaan diiringi dengan lambaian tangan.


Selesai menandatangani bukti-bukti pernikahan, Andra menggandeng tangan istrinya berjalan ke pelaminan.


Seluruh keluarga, sahabat, teman dan rekan kerja memberikan selamat serta berfoto bersama dengan kedua mempelai.


"Terima kasih," ucap Raiza.


"Kalian sudah menikah, apa setelah ini dia masih akan menemanimu ke sekolah?" Niken bertanya dengan pelan.


Raiza tertawa kecil, "Selain mengantar dan menjemputku, dia harus mencari nafkah buatku!" sembari melirik suaminya.


Andra merangkul pinggang Raiza membalas ucapan istrinya dengan senyuman.


"Huh, kalian buat iri kami saja!" celetuk Tere menunjukkan ekspresi gemesnya.


"Semoga kalian segera menyusul!" Raiza tersenyum.


"Niken masih lebih baik daripada aku," ujar Tere.


"Kenapa begitu?"


"Apa kau tidak tahu kalau Niken menjalin hubungan dengan manajernya Andrean," ungkap Tere.


"Tere, sudah cukup. Aku dan Bayu hanya teman," jelas Niken.


"Awalnya teman, lama-lama serius juga," celetuk Raiza.


Ketiga gadis itu tertawa dengan suara pelan dan Andra hanya tersenyum tipis.


Setelah kedua sahabatnya memberikan selamat. Opa Devan menghampirinya dan memeluknya erat. "Selamat bahagia, cucuku!"


"Terima kasih, Opa!" Raiza mendongakkan kepalanya menatap wajah renta itu.


Devan mengendurkan pelukannya lalu menatap Andra. "Jaga dan sayangi cucuku seperti aku menyayanginya!" nasehatnya.


"Siap, Tuan Besar. Saya akan menjaga dan menyayangi Nona Muda sepenuh hati," ujar Andra.


Devan tertawa tipis mendengarnya, lalu memeluk suami cucunya. "Opa, percaya padamu. Kalau kamu bisa menjaga Raiza dengan baik!"

__ADS_1


"Terima kasih atas kepercayaannya, Opa!" ujar Andra.


Andrean dan Bella turut hadir ke acara pernikahan keduanya walaupun tak datang bersamaan untuk memberikan selamat dan mereka juga sudah tak memiliki dendam serta merelakan orang yang mereka cintai dimiliki orang lain dengan hati ikhlas.


Selesai acara kedua pengantin beristirahat di kamar hotel yang sudah di hias dengan sangat indah.


"Kau yang meminta kamar kita dihias seperti ini?"


"Tidak."


"Kau sungguh tak romantis," protesnya.


Andra tertawa tipis, "Aku tidak bisa bersikap romantis. Tolong ajarkan!" ia menarik pinggang istrinya dan menatap wajahnya.


"Apa kau ingin kita melakukannya dengan pakaian ini?" menunjuk gaun pengantinnya.


"Kenapa tidak?"


Raiza mendorong tubuh suaminya, "Aku akan membersihkan diri."


"Aku juga."


"Kau ingin kita mandi bersama?"


"Kenapa tidak?"


Raiza tersenyum menggoda dan dibantu suaminya membuka gaun pengantin. Keduanya membersihkan diri di kamar mandi bersama.


Sepuluh menit kemudian keduanya, keluar dengan menggunakan kimono dan Raiza di gendong suaminya.


Dengan hati-hati, Andra merebahkan tubuh istrinya di ranjang. Ia membelai lembut wajah Raiza dan membenamkan ciuman di bibir.


Tak sampai disitu, Andra menyusuri perlahan tubuh istrinya dengan jemarinya membuat Raiza menggeliat.


Took....


Took....


Andra menghembuskan nafas kasar ketika pintu kamarnya di ketuk. Raiza yang melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat kesal tertawa.


Andra turun dari ranjang dan merapikan handuk kimono yang dipakainya.


Raiza menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.


Andra berjalan mengintip siapa yang datang ternyata pelayan hotel ia lalu membuka pintu. "Ada apa?"


"Tuan dan Nona sudah ditunggu Tuan Devan di restoran untuk makan malam," jawabnya.


"Baiklah, terima kasih."


"Sama-sama, Tuan." Pelayan pria itu pun pergi.


Andra kembali menutup kamar.


"Siapa yang datang?" tanya Raiza.


"Pelayan," jawabnya. "Dia datang untuk memberitahu jika Opa sudah menunggu kita untuk makan malam," lanjutnya. Andra pun mengganti pakaian begitu juga dengan Raiza.


Selesai berpakaian, keduanya berjalan menuju restoran hotel dengan bergandengan tangan.


Andra berbisik di telinga istrinya sembari melangkah, "Selesai makan malam, bersiaplah. Kita akan melanjutkan yang sempat tertunda tadi."


Raiza membalasnya dengan senyuman dan mengacungkan jempol kanannya.


Andra mencubit pelan hidung istrinya, "Aku mencintaimu!"


"Aku juga suamiku!"


-


Selamat Membaca 🌹


(Tamat)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Aku ucapkan terima kasih banyak buat like dan komentar terbaiknya.


Sampai jumpa di karyaku selanjutnya...☺️


__ADS_2