Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 20


__ADS_3

Dan semua mata tertuju pada sosok dua gadis yang saling berhadapan itu dan mereka adalah Anita dan juga Yuni.


Semua orang yang tadinya bersama Yuni, tiba- tiba menyingkir ke tepi lapangan untuk melihat aksi Yuni yang hendak mengalahkan Anita.


"Oh, kamu Yun! kenapa kalian mengundangku kemari?" tanya Anita dengan santainya.


"Perlu kamu ketahui ya Anita! kami anggota geng Lisa, tidak suka ada orang yang mengganggu mainan kami. Jadi kami bermaksud untuk menghukum kamu, dan menjadikan kamu sebagai mainan baru kami!" seru Yuni yang menangkap bola basket dari lemparan Lisa.


"Aku kalian jadikan sebagai mainan baru kalian?" ucap Anita yang mengernyitkan kedua alisnya.


"Iya! karena kamu telah berpihak pada Dilla! Dilla itu mainan kami!" gerutu Yuni yang hanya bisa didengar oleh Anita saja.


"Cih! aku dan Dilla manusia! seenaknya saja kalian menganggap kami sebagai mainan!" seru Anita dengan geram.


"Mau tak mau harus maulah, itu resiko kalian! Ha...ha...ha...!" seru Yuni dengan melakukan drible bola basket yang dibawanya sejak tadi dan membawanya melompat dan kemudian memasukkan bola ke dalam keranjang.


"Sekarang giliran kamu!" seru Yuni dengan mengulas senyumnya.


Yuni dan Haikal adalah pasangan kekasih yang dimana keduanya sejak Sekolah Menengah pertama, selalu juara dalam setiap pertandingan basket.


Anita menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan. Setelah itu dia mengambil bola dan sebagai pemanasan, gadis itu mendribble bola basket seraya melihat ke arah keranjang basket.


Beberapa detik kemudian, gadis itu melompat dengan mendorong bola ke arah keranjang. Akhirnya bola masuk ke dalam keranjang dan otomatis membuat Yuni terkejut dan yang lainnya bersorak dan kini suasananya menjadi tegang.


"Wah.....! jago juga dia!"


"Yuni bakal menemui lawan yang sepadan!''


"Penasaran siapa yang akan menang ya?"


Seru beberapa penonton yang memandang ke arah lapangan basket dengan penuh ketegangan.


"Ohw, ternyata bisa main basket juga kamu ya!" seru Yuni yang berusaha untuk tetap tenang walau pun hatinya sedikit gusar.


"Hanya belajar dari sekolah sebelumnya saja." jawab Anita yang berusaha merendahkan diri dan mengulas senyumnya dihadapan Yuni.


"Baiklah! pertandingan kita mulai, rebutlah bola basket ini kalau kau bisa!" seru Yuni yang telah merebut bola basket di tangan Anita dan mendriblingnya menjauhi Anita dan bersiap mengarahkannya ke papan keranjang.


Anita yang memakai celana jeans dan kaos t-shirt warna putih yang dipadukannya dengan sweater yang juga bewarna merah muda.


Kemudian Anita melepas sweaternya, dan mengikatnya di pinggangnya. Gadis itu pun mulai beraksi.


Perebutan bola basket itu berlangsung dengan seru yang akhirnya Anita mampu merebut dan memasukkan bola basket itu ke keranjang.

__ADS_1


"Wuaahh.....!"


Teriakan penonton yang nampak begitu seru karena tengang melihat perseteruan itu.


"Akankan juara kita kalah dengan mahasiswi baru?"


"Bisa jadi nih!"


"Ah, aku tetap menjagokan Yuni!"


"Aku murid baru!"


Begitulah terdengar sorak-sorai penonton yang terus memperbincangkan apa yang mereka saksikan pada saat ini.


Mengetahui Yuni dalam situasi genting, Lala dan Rini menghampiri Dilla yang sedang bergabung dengan para penonton lainnya. Kemudian kedua gadis itu mengapit Dilla yang sedang serius memberikan dukungan pada Anita.


"Hei gadis udik! ikut kami!" seru Lala yang mencengkeram lengan Dilla.


"Auw...!" Dilla mengerang kesakitan dan sempat menoleh ke sebelah kanan dan ke sebelah kirinya.


"Ka...kalian!" seru Dilla dengan sangat terkejut.


"Iya, dan menurutlah! atau kamu tak akan pulang sore ini!" ancam Rini di telinga Dilla dengan berbisik.


Dengan terpaksa Dilla mengikuti apa yang Lala dan Rini inginkan. Dan mereka melangkahkan. kaki meninggalkan tempat duduk atau tribun penonton itu dan menghampiri Lisa.


"Bagaimana situasi pertandingannya bos?" tanya Rini pada Lisa.


"Masih seri, barusan Yuni memposisikan sejajar poinnya dengan poin gadis pembangkang itu!" jelas Lisa dengan senyum sinisnya.


"Kalau begitu, kita lihat apa dia masih mau berusaha untuk mengungguli Yuni!" seru Lala yang mengulas senyum cirangnya sambil melirik ke arah Dilla dan diikuti tawa kecil oleh Lisa dan juga Rini.


"Suiiiit....!"


Lisa membuat suara siulan tanda memanggil Yuni, dan benar Yuni menoleh ke arah Lisa karena mendengar siulan dari bos the Lisa geng itu.


Lisa memberi isyarat dengan tangannya dan menunjuk ke arah Dilla, tentu saja Yuni paham akan maksud dari Lisa. Yu i menganggukkan kepalanya dan memberi tanda jari jempolnya ke arah Lisa.


Kemudian Yuni menatap ke arah Anita dan dia mengulas senyumnya, merasa dirinya yang akan menang kali ini.


"Hei pembangkang!" panggil Yuni yang sedari tadi tak mau memanggil nama Anita.


"Namaku Anita! bukan pembangkan!" seru Anita yang tak terima.

__ADS_1


"Terserah aku! yang penting sekarang kamu harus kalah, atau teman kamu dalam bahaya!" ancam Yuni dengan ketusnya.


"A..apa!" seru Anita yang kemudian pandangannya menuju ke arah Lisa dan the geng, dan Anita melihat sosok gadis yang bernama Dilla yang sedang diapit oleh Lala dan Rini yang tersenyum sinis ke arahnya.


"Kurang ajar! kalian mau main curang!" gerutu Anita yang dengan kesalnya, tanpa disadarinya Yuni telah mengambil bola basket dari tangan Anita yang masih terpaku dengan kekesalannya melihat Dilla yang dijadikan sandera oleh Lisa and the geng.


"Anita sedang disituasi dilema, jika dia memenangkan pertandingan, maka Dilla tak akan selamat. Tapi jika dia yang kalah, maka Lisa and the geng akan semakin melunjak.


Tanpa disadari oleh Anita, Yuni sudah memasukkan bola basketnya ke dalam keranjang.


"Wahhh ..!"


"Yuni...Yuni....Yuni....!"


Teriak semua penonton dan membuat Anita tersadar, dia sudah mengambil keputusan.


"Aku harus memenangkan pertandingan ini, dan setelah itu aku akan membebaskan Dilla!" gumam dalam hati Anita yang sudah bertekad kuat.


Anita denga semangatnya berusaha merampas bola basket dari tangan Yuni dan setelah mendapatkannya dia melemparkan bola basketnya ke ke keranjang.


Kali ini bola tak masuk ke keranjang dan membuat penonton yang sebelumnya hiruk pikuk diam karena ikut tegang menyaksikan pertandingan itu.


"Yah, payah...!"


"Sekali Yuni tetap Yuni...!"


Seru para penonton ada yang kecewa dan ada pula yang senang dengan kegagalan Anita dalam memasukkan bola basket tadi ke dalam keranjang.


"Anak baru! semangat!" seru laki-laki tampan yang tak lain adalah Haikal, kekasih Yuni.


Anita yang melihat dan mendengar suara Haikal itu pun mengulas senyumnya sembari menganggukkan kepalanya.


Tapi tidak dengan Yuni yang melihat kekasihnya sedang memberikan semangat pada lawannya. Amarah dan cemburu bercampur menjadi satu.


Suasana pertandingan itu menjadi lebih tegang dan tentunya lebih seru.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2