Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 48


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dengan segala urusannya, Anita bersama Haikal berangkat mengiringi mobil ambulan.


Sementara Lisa and the geng pamit untuk pulang, mengabari keluarga masing-masing serta mengganti pakaian mereka.


Tak berapa lama Anita dan Haikal telah sampai dirumah duka, dan tak berapa lama kakak kandung laki-laki Yuni sudah sampai juga di rumah duka.


Mereka saling bersalaman dan saling meluapkan duka mereka. Dan Anita pun berkenalan dengan kakak Yuni yang bernama Sandy yang menggantikan ayahnya mengurus perusahaan keluarga yang berada di luar negeri.


Setelah itu Haikal dan Anita bertemu dengan ketua RT dan warga sekitarnya. Mereka pamit untuk pulang dan mengganti pakaian mereka.


Anita masih diboncengkan oleh Haikal, mereka menyusuri jalan raya Yang menuju ke rumah Anita.


Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah Anita.


"Sudah sampai, satu jam lagi aku kemari. Kita kembali ke rumah duka, jadi kamu persiapkan diri kamu ya!" seru Haikal yang memberhentikan laju sepeda motornya.


"Iya, kamu hati-hati dalam mengendarai sepedanya Kal! jangan ngebut ya!" seru Anita yang berpesan pada Haikal.


"Baik nona Anita, aku akan ingat itu!" balas Haikal yang juga berseru.


"Oiya, helmnya biar kamu bawa saja! nanti kan dipakai lagi!" lanjut Haikal yang berseru.


"Oke!" balas Anita yang mengulas senyumnya.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit Haikal seraya menyalakan sepeda motornya kembali.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Anita seraya melambaikan tangannya.


Setelah Haikal menghilang dari pandangan matanya, Anita segera masuk dan melangkahkan kaki menuju ke kamarnya dan mulailah dia membersihkan badan dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu Anita berwudlu dan menunaikan sholat Dhuhur. Kemudian Anita melangkahkan kaki menuju ke meja makan dan disana sudah ada bibi Ti.


"Neng Anita tumben pulang cepat?" tanya bibi Ti yang ingin tahu jawaban dari Anita.


"Iya bi, ada teman Anita yang meninggal dunia, dan jam lima nanti dimakamkannya." jawab Anita seraya menikmati makanannya.


"Oh, jadi langsung dimakamkan ya, tidak sampai menginap!" seru Bibi Ti.


"Iya bi, lha nggak ada keluarga yang ditungguin. Kakaknya saja sudah sampai dari tadi dirumah duka." ucap Anita yang telah selesai makan dan sedang meminum minumannya.

__ADS_1


Kemudian Anita menceritakan apa yang sebelumnya terjadi pada Yuni saat sebelum meninggal dunia.


Anita yang biasa berbagi cerita dengan ibu kandungnya disetiap momen, kini harus berbagi cerita dengan pembantunya. Mengingat sang ibu tiri tak ada dirumah


Tak berapa lama terdengar suara sepeda motor yang masuk halaman.


"Itu sepertinya Haikal, Bi! Anita berangkat dulu ya!" ucap Anita seraya berdiri dari duduknya.


"Iya neng, hati-hati!" pesan bibi Ti, dan Anita menganggukkan kepalanya dan mengulas senyumnya.


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam pamit Anita.


"Wa'alaikumsalam...!" balas bibi Ti yang mengantarka Anita sampai di depan rumah dan benar saja ada Haikal disana.


Anita segera memakai helmnya seraya menghampiri Haikal dan kemudian naik ke atas sepeda motor lanjut melaju ke jalan raya, tapi sebelumnya Anita melambaikan tangannya pada bibi Ti.


...****...


Hari-hari pun berlalu, dan semua kembali dengan rutinitas mereka sehari-hari walaupun tak ada Yuni dalam keanggotaan Lisa And the geng.


Dilla yang juga masih sering di-bully Lisa And the geng, dan juga tetap bekerja di rumah sakit umum sebagai cleaning servise.


Ada benih-benih rasa suka dari hati Dilla pada dokter Damar, dimana dokter Damar sering memberi pujian pada Dilla dalam setiap gadis itu mengerjakan pekerjaannya.


Dokter muda itu sangat rindu dengan kekasihnya Anita, dia selalu menyalahkan dirinya kenapa kemarin tak meminta nomor telepon Anita yang baru. Sampai dokter Damar membayangkan kalau Dilla itu adalah Anita, dimana dulu dia pernah bekerja bersama di puskemas di desa. Dan Anita sebagai cleaning servise juga disana.


"Ah, Anita! kamu dimana? mas Damar rindu sekali padamu!" gumam dalam hati dokter Damar.


"Apakah aku harus meminta nomor Anita pada Haikal? ah, rasanya tak mungkin juga!" masih gumam dalam hati dokter Damar seraya menikmati secangkir kopi yang dibuatkan Dilla, dimana dokter Damar menikmatinya pada saat berada di jendela ruangannya.


Dokter itu melihat ke halaman rumah sakit dari ruang atas itu, dan sangat berharap jika Anita datang berkunjung kembali ke Rumah sakit itu. Untuk sekedar menemuinya.


Berhari-hari dokter Damar sering melamun dan membuat dirinya tak konsentrasi untuk bekerja lagi. Hal ini berbeda jauh saat sebelum dirinya bertemu dengan Anita, karena sebelumnya dia sudah mengikhlaskan Anita bersama kakaknya Danar.


Tapi setelah tahu yang menikah dengan Danar itu bukan Anita, perasaannya semakin menggebu dar rasa cinta dan rindunya semakin tak terbendung lagi.


"Anita, dimanakah kamu?"


Pertanyaan yang selalu ada dihati dokter Damar di setiap langkahnya.

__ADS_1


Sementara itu Papa Suroso dan mama Cintya, orang tua Anita juga telah pulang dari urusan bisnis mereka di luar negeri. Dan mereka membawa banyak oleh-oleh dari luar negeri untuk Anita, walaupun Anita terharu tapi dia tetap merindukan ibu kandungnya di desa.


Anita tetap kuliah seperti biasa dan masih juga diantar jemput oleh Haikal. Hubungan keduanya semakin akrab, dan hal itu diketahui oleh papa Suroso dan juga mama Cintya.


Kedua orang tua Anita itu, merasa yakin kalau Anita dan Haikal saling pacaran. Karena hampir setiap hari melihat Anita dan Haikal saling bercanda dan bahkan Haikal juga sering makan bersama mereka.


"Mas Damar, bagaimana dengan kabarnya saat ini ya? Sudah seminggu aku tak bertemu dengannya, kenapa aku kemarin tak meminta nomor teleponnya? Ah bodohnya aku!" gumam dalam hati Anita pada saat jam pelajaran mata kuliah.


Haikal sempat melihat ke arah Anita, pemuda itu diam-diam selalu memperhatikan polah tingkah Anita.


Dia menemukan sesuatu yang lain dari diri Anita, dari mendiang kekasihnya Yuni yang sudah bertahun-tahun mereka bersama.


"Anita, kamu lain dari Yuni. Kamu unik dan.... ah, apa aku suka pada kamu? Kamu sebenarnya sudah punya kekasih apa belum? Anita....!" gumam dalam hati Haikal yang dari matanya nampak terpesona akan gadis yang sedang sibuk dengan pikirannya itu.


Mereka bisa bersama-sama dalam satu ruang, karena kebetulan mata kuliah mereka sama.


Tak terasa jam mata kuliah telas selesai, Haikal melangkahkan kakinya menghampiri Anita yang sedang memasukkan buku-buku dan peralatan belajarnya yang lainnya.


"Anita..!" panggil Haikal dan Anita pun terkejut karenanya.


"Oh, hai Haikal!" jawab Anita menyempatkan diri menoleh pada Haikal.


"Ikut aku yuk!" ajak Haikal sembari mengulas senyumnya.


"Pulang? kan memang sekarang kita mau pulang. Jam kuliah kan sudah selesai!" seru Anita seraya menyerempangkan tas-nya dan menatap Haikal dengan mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


...          ...

__ADS_1


__ADS_2