Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 24


__ADS_3

"Kalau begitu mama sedikit tenang." ucap mama Cintya yang memandang Anita dan mengulas senyumnya, saat melihat Anita begitu menikmati belaian tangan suaminya di kepala Anita dengan lembut.


"Kalau begitu papa dan mama mau mempersiapkan semua yang harus dibawa besok." ucap Pak Suroso yang menghentikan tangannya yang membelai rambut Anita.


"Iya pa, lagi pula Anita juga belum sholat Ashar. Anita ijin mau ke kamar pa, mama." ucap Anita seraya menatap papa dan mama tirinya secara bergantian


"Mama juga belum sholat Ashar." ucap mama Cintya.


"Papa juga! he..he...!" sahut pak Suroso dengan mengulas senyumnya.


"Papa ikut-ikutan saja! Anita mohon diri pa, mama!" seru Anita seraya mengulas senyumnya.


"Iya " jawab Pak Suroso dan mama Cintya secara bersamaan.


"Anita, nanti jangan lupa makan malam sama-sama ya!" seru Mama Cintya kemudian yang mengingatkan.


"Baik ma!" balas Anita yang mengulas senyumnya.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar masing- masing.


Beberapa detik kemudian Anita sudah berada di depan pintu kamar Anette yang sekarang menjadi kamarnya.


Setelah mengambil kunci di dalam tas kecilnya, lalu Anita membuka pintu kamarnya.


"Klek....klek...ceklek...!"


Pintu kamar terbuka, dan Anita mengambil kuncinya lalu menutup dan juga mengunci pintu kamarnya.


Anita kemudian melangkahkan kaki dan menuju ke lemari pakaian dan mengambil satu pasang pakaian santainya, lanjut menuju ke kamar mandi.


Gadis itu kemudian mandi dan lanjut berwudlu, setelah selesai dia keluar dari kamar mandi dan kemudian mengambil mukenanya, dengan segera menunaikan sholat Ashar.


Beberapa menit kemudian Anita telah selesai sholat Ashar dan melipat mukenanya serta mengembalikan ke tempat semula.


Anita melangkahkan kaki ke meja rias, dia memakai krim wajah dan bedak yang biasa dia pakai secara tipis, kemudian menyisir rambutnya pelan-palan.


Pada saat melihat wajahnya di cermin, tiba-tiba gadis itu melihat sosok bayangan wajah saudara kembarnya di cermin.


"Kak Anette...!"


Secara tiba-tiba Anita ingat percakapannya dengan mama tirinya pada saat di ruang tamu baru saja.


"Mama yang menceritakan ketabahan hati ibu sebagai istri pertama yang rela di madu. Sedangkan aku, yang hendak menikah dengan teganya saudara kembarnya merampas cintaku, calon suamiku." gumam dalam hati Anita yang melangkahkan kaki menuju ke jendela kamarnya.


Jendela itu sedikit menjorok keluar dan sedikit lebar, sehingga tubuh mungil Anita bisa duduk di jendela.

__ADS_1


Anita duduk dengan memeluk lututnya, seraya melihat pemandangan beraneka macam bunga di taman yang ada di luar rumah mewah itu.


Gadis itu teringat kembali masa-masa bersama dokter Dimas, yang awalnya hanya berteman dan saling menyimpan perasaan cinta dari perpisahan mereka sampai bertemu kembali di puskesmas, yang ada di kampung mereka.


"Mas Dimas, apa kabar kamu sekarang? apa kamu bahagia bersama kak Anette?" gumam dalam hati Anita yang memeluk lututnya.


Rasa rindu dengan dokter Dimas sangat mengganggunya, tap apa mau dikata dia hanya bisa mengobati rasa rindunya hanya dengan mengingat kembali kenangan bersama dokter Dimas.


Sesekali gadis itu membuka galerinya, dia masih menyimpan beberapa foto terbaik saat bersama dokter Dimas pada saat mereka masih berteman sampai berpacaran.


"Kenapa aku masih menyimpan foto suami orang sih!" gerutu Anita yang kemudian dia menghapus satu-persatu hingga berhenti di sebuah foto dimana ada perasaan pertama kalinya Anita ada rasa dengan dokter Dimas.


Foto itu adalah foto kenangan di saat karang taruna sedang mengadakan pesta malam hari kemerdekaan (tirakatan), dimana para pemuda dan pemudi memberikan hadiah lomba pada anak-anak kecil yang ikut lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan.


Dimana pesta itu juga sebagai perpisahan dokter Damar yang hendak kuliah di kota.


Flash back on ;


;


Pada waktu itu setelah acara selesai, para karang taruna masih berkumpul. Dan mereka sedang mengadakan sebuah permainan yang sedang kekinian, yaitu truth or dare.


Jujur atau Tantangan (Truth or Dare) adalah permainan pesta klasik, yang bisa dimainkan di mana saja, bahkan melalui chat. Menyaksikan teman menjalankan tantangan yang lucu atau menyawab pertanyaan konyol bisa membuat kamu terus tertawa di sepanjang permainan.


Selain itu, permainan ini bisa mengakrabkan hubungan kamu dengan teman ketika semua orang bersedia mengungkapkan rahasia dirinya sendiri.


Jangan ketinggalan, siapkan camilan, dan bersiaplah untuk memainkan jujur atau tantangan ini.


Hal yang perlu diketahui dalam permainan truth or dare ini adalah ;


Carilah kebenaran secara mendalam, misalnya siapa yang menaksir seseorang, siapa yang melanggar aturan, dan siapa yang bertindak nakal.


Pilih tantangan yang konyol atau agak memalukan. Jangan meminta tantangan yang berbahaya atau bisa membuat seseorang mendapatkan masalah.


Tetapkan beberapa aturan dasar sebelum permainan dimulai agar semua orang terhibur dan merasa senang. Kalian boleh melarang beberapa topik tertentu, misalnya yang terkait dengan ****.


Dan secara kebetulan, para karang taruna itu menggunakan botol sirup sebagai alat untuk permainan jujur dan tantangan. Dan botol itu ketika diputar, mengarah ke posisi dokter Damar yang sedang duduk melingkari botol sirup itu bersama yang lainnya, termasuk Anita.


"Wah, Damar yang kena!"


"Ayo damar, pilih jujur apa tantangan!"


Seru beberapa pemuda dan pemudi dengan rasa penasaran mereka.


"Jujur saja!"

__ADS_1


"Tantangan.....!"


"Jujur...!"


"Tantangan saja...!"


"Eh yang main Damar kalian yang pada ribut sih!"


Seru para karang taruna itu dengan riuh dan semangatnya.


"Baik aku mau tanya dulu, kalau jujur aku harus jujur tentang apa?'' tanya Damar seraya menatap ketua karang taruna yang ada di hadapannya.


"Kamu harus jujur, siapa gadis yang kamu taksir sebelum kamu ke kota." jawab ketua pemuda itu sembari mengulas senyumnya.


"Waduh...!" gerutu Damar.


"Ayo jujur saja!" seru salah satu pemuda yang sangat penasaran.


"Tunggu! kalau tantangan?" tanya Damar yang masih mempertimbangkan apa yang akan dia pilih nanti.


"Tantangannya kamu harus menyanyikan lagu milik Ed Sheeran dengan menjiwai, kalau bisa ajak gadis yang kamu taksir masuk ke lagu ini." jawab ketua karang taruna itu seraya mengulas senyumnya.


"Hei, itu kan sama saja aku harus bicara jujur tadi!' seru Damar yang protes.


"Lha memang!" jawab salah satu pemuda di samping Damar.


.


"Apa tak ada pilihan lainnya?" tanya Damar yang mencoba menghindar dari permainan itu.


"Ada, mencium pantat sapi dan kamu foto lalu disebarkan di sosial media!" jawab pemuda yang lainnya sembari tersenyum.


"A...apa! nggak masuk akal!" seru Damar yang masih kurang percaya dengan hukuman permainan itu.


"Sudahlah terima saja tantangan atau bicara jujurnya itu!" seru ketua karang taruna itu dengan mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2