Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 38


__ADS_3

"Dan aku menemukan pengganti Amanda, yaitu Anita!" sahut Haikal yang menatap pada Anita,


Ada perasaan hangat terpancar dari kedua mata Haikal pada saat Anita membalas tatapan laki-laki itu.


"Tapi dia usianya lebih tua dari yang lainnya!" seru Robin yang masih saja tak terima dengan kenyataan yang terjadi.


"Hei, kamu itu sudah jahat masih saja tak terima! coba kamu pikir seandainya kamu tak menabrak Amanda, tentunya Anita tak akan berada disini. Dan kenapa sih kamu jadi orang kok jahat! seandainya Almira ada diposisi Amanda, bagaimana perasaan kamu!" gerutu Lala yang memang paling cerewet diantara para anggota tim Bintang.


"Untuk kalian semuanya, mengenai Amanda yang kecelakaan secara tiba-tiba, semua itu sudah saya beritahukan pada panitia perlombaan. Dan mbak Dewi mengijinkan akan hal itu mengingat apa yang dialami Amanda adalah kecelakaan yang cukup parah dan waktu yang tidak memungkinkan untuk mencari pengganti Amanda. Bukan begitu kyak Dewi?" jelas dan sekaligus tanya Haikal pada panitia lomba.


"Memang benar begitu adanya, dan saya tidak menyangka kalau kamu Almira, dalang dari kecelakaan yang menimpa Amanda. Saya tak mau perlombaan ini diraih dengan cara kotor, karena itu kalian Robin dan Almira mohon kesediaannya ikut bersama pak polisi. Untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kalian lakukan pada Amanda kemarin." jelas Dewi yang sebagai panitia lomba seraya menatap Robin dan Almira bergantian.


"A...apa! aku tak mau dipenjara!" seru Almira pada saat seorang polisi menarik tangannya ke belakang dan memborgolnya.


"Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab! makanya jangan aneh-aneh, mau menang lomba malah dapat prestasi ke bui!" sindir Rini yang kesal akan perilaku Almira dan Robin.


"Robin, kamu mencoreng namaku!" gerutu Lisa.


"Ma'af kak!" ucap Robin seraya menundukkan kepalanya.


Kini keduanya melangkahkan kaki dengan menundukkan kepala dan dikawal beberapa polisi, keluar dari stadion menuju ke mobil patroli yang masih terparkir di samping pintu keluar stadion.


"Terima kasih kak Dewi atas kerja samanya, berhubung hari menjelang sore kami pamit untuk pulang." ucap pamit Haikal yang mewakili Anita, Eka dan anggota tim Bintang lainnya.


"Sama-sama dan kami senang bisa kerjasama dengan kalian. Alhamdulillah saudara Haikal, kamu memilih pemain yang tepat dengan cara yang sangat cepat. Pemain pengganti bisa bekerjasama dengan tim yang termasuk masih jauh dibawahnya." ucap Dewi seraya menatap Anita.


Dan Anita tersipu malu sembari tersenyum.


"Kak Anita, ma'afkan kami jika ada kata-kata kami ada yang menyakiti kak Anita kemarin dan hari ini." ucap fitri yang menyalami Anita.


"Iya, saya kira kak Anita seumuran dengan kita semuanya! jadi kita memanggilnya biasa-biasa saja. Habisnya kak Anita memang masih imut sih!" ucap Sita.


"Kak Anita, permainan kakak sangat bagus sekali. lain kali bisa kan bermain dengan kami lagi!" ucap Ela yang juga menyalami dan memeluk Anita.


"Kak Anita, kamu bukan pemain pengganti. Tapi bagian dari tim Bintang. Sering-seringlah main ke tempat kami! kami akan selalu merindukan kak Anita dan juga Amanda!' ucap Eka yang meneteskan air matanya pada saat memeluk Anita.


"Kalian membuatku terharu, walaupun kita baru kenal sehari kemarin. Teman serasa saudara sendiri, tetaplah semangat dan berdoa semoga Amanda bisa berkumpul dengan kalian semuanya. Aku juga akan selalu rindu saat bermain bersama kalian!" ucap Anita setelah selesai menyalami dan memeluk satu persatu anggota tim Bintang.

__ADS_1


"Kak Anita!" panggil semua tim Bintang dan mereka bersama-sama memeluk Anita


"Kalian tim Bintang tetaplah menjadi bintang yang memberi contoh kebaikan untuk orang-orang disekitar kamu. Sekali lagi selamat untuk kalian semuanya!" ucap Dewi yang ikut terharu dengan suasana dihadapannya.


"Iya kak Dewi kami berjanji!" seru tim Bintang secara bersamaan.


Kemudian mereka berpisah dan melangkahkan kaki keluar dari stadion menuju ke kendaraan masing-masing.


"Tim bintang!" panggil Haikal sebelum para gadis itu masuk ke mobil mereka.


"Ada apa kak!" jawab Eka yang mewakili teman-temannya.


"Nanti malam setelah sholat Isya' , datang ya ke Haikal dan Amanda Cafe! kita makan-makan, tenang saja gratis kok!" ajak Haikal yang mengulas senyumnya.


"Wah, sip kak! kami pasti akan datang! iya kan tim bintang!" seru Eka dengan semangatnya.


"Iya, siap!" jawab tim bintang dengan kompaknya.


"Terima kasih!" seru Haikal seraya melambaikan tangannya.


Sementara itu Anita sudah masuk ke mobil dimana mang Ujang sudah siap di depan kemudi mobil itu.


"Haikal...!" suara seorang gadis yang sangat dikenalnya. Laki-laki itu pun menoleh dan memang dia sangat mengenal gadis itu.


"Yuni!" panggil Haikal yang sangat terkejut dengan keberadaan mantan kekasihnya itu yang menghampirinya seorang diri.


"Bisakah kamu antarkan aku pulang?" tanya Yuni pada saat berhadapan dengan Haikal.


"Bukannya kamu ikut sama geng kamu?" tanya Haikal yang menyerahkan satu helm yang biasa dipakai Yuni dan gadis itu menerimanya. Dan kemudian Haikal memakai helmnya juga.


"Mereka sudah duluan, aku sengaja menunggu kamu Haikal." jawab Yuni yang sedang memakai helmnya.


Haikal membuka ponsel dan mulai mengetik lalu mengirim chat pada seseorang. Setelah itu dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


Yuni hanya bisa meliriknya saja dan dia tak berani bertanya seperti pada saat mereka masih pacaran kemarin. Dia tahu jika Haikal tak bisa diganggu jika sedang berurusan dengan privasinya.


"Lekas naik!" seru Haikal yang sudah menyalakan sepeda motornya.

__ADS_1


"Eh iya!" jawab Yuni yang terkejut dan perlahan naik ke atas sepeda motor tepat dibelakang Haikal.


Dan tak berapa lama, Haikal menyalakan sepeda motornya. Mereka melaju keluar dari area parkir dan menuju ke jalan raya.


"Lho! ini bukan jalan ke rumahku Hai!" seru Yuni pada saat melihat arah yang ditempuh Haikal.


"Memang bukan!" jawab Haikal yang tetap menatap ke depan seraya mengedarkan pandangannya, seperti mencari sesuatu.


Dan Yuni hanya bisa diam saja, tak tahu apa yang akan Haikal lakukan.


"Oh, akhirnya ke kejar juga!" seru Haikal pada saat di persimpangan jalan dan lampu lalu lintas menunjukkan warna merah.


"Kamu mengejar siapa sih Hai?" tanya Yuni yang penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu!" jawab Haikal yang perlahan lahan melaju diantara mobil-mobil yang sudah berhenti.


Tak berapa lama Haikal sudah berhenti di samping mobil yang tak asing baginya.


"A...apa! rupanya gadis itu yang mau Haikal temui!" gerutu dalam hati Yuni yang meledak-ledak, tapi dia berusaha untuk meredamnya.


"Anita!" panggil Haikal pada gadis yang duduk di kursi belakang mobilewah itu.


"Haikal!":balas Anita pada saat menoleh dan tahu siapa yang memanggilnya.


Dan betapa terkejutnya Anita pada saat tahu siapa yang dibonceng Haikal.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


...           ...


__ADS_2