Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 54


__ADS_3

Anita menghela napasnya dan kemudian mengulas senyumnya dan menatap raut wajah dokter Damar yang sedang galau itu.


"Mas, apa mas tak mau menjagaku? Apa mas tak takut kalau aku dekat dengan laki-laki bukan muhrimku? Kita kemarin hampir menikah, apakah nanti kita tak akan jadi menikah lagi?" bisik Anita yang membuat dokter Damar tercengang, dia tak mengira jika Anita akan berkata demikian.


"Anita, tentu saja aku tak rela. Aku tak mau gagal lagi!" seru dokter Damar.


"Nah, akupun juga begitu. Aku lebih dulu mengenal mas Damar daripada Haikal, walaupun mas Damar lebih tua dariku, malah itu yang aku suka dari mas Damar. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita turun dan bersama-sama masuk ke kafe itu!" seru Anita dengan pandangan mata yang tegas.


"Iya, Anita rasa Cintaku semakin bertambah padamu!" bisik dokter Damar yang telah melepaskan sabuk pengamannya seraya menatap Anita.


"Aduh si dokter mulai menggombal!" seru Anita yang kemudian keluar dari mobil dan demikian pula dengan dokter Damar.


Keduanya saling melontarkan senyuman mereka dan perlahan-lahan mereka melangkahkan kaki masuk ke Haikal dan Amanda Kafe.


Sesampainya di dalam kafe, mereka disambut oleh anggota dari tim Bintang.


"Selamat datang kak Anita!" sapa Eka yang langsung menyalami Anita dan memberikan pelukan pada gadis itu.


"Iya, makasih! wah meriah sekali acaranya!" balas Anita seraya menebarkan pandangannya dan melihat begitu banyaknya balon sampai bunga-bunga sebagai dekorasi dan hiasan di dinding dan bagian lain dari kafe itu.


Anita berlanjut menyalami semua anggota tim Bintang dan diikuti oleh dokter Damar.


Nampak meja yang diatur dengan gan banyak makanan diatasnya yang ditata dengan rapi.


"Kak Anita, langsung saja ambil makanannya!" seru Ela seraya tangannya memberi kode pada Anita untuk mengarah pada meja yang dimaksudkan.


"Oh iya!" ucap Anita yang menurut saja. Sementara itu mereka mendiamkan dokter Damar, dan dokter itu sadar diri dia menunggu Anita seraya mencari tempat duduk yang berada disudut ruangan itu.


"Mas Damar!" gumam Anita dalam hati yang mana dia celingukan mencari keberadaan kekasihnya itu.


"Hei, bukannya mengambil makanan malah duduk dipojok itu sih!" gerutu dalam hati Anita yang kemudian dia mengambil beberapa makanan yang kesemuanya serba dua.


"Wah, makan kamu ternyata banyak juga Nit!" seru laki-laki yang tak lain adalah Haikal.


"Eh, kamu Kal.!" balas seru Anita yang terkejut dan menatap ke arah Haikal dan juga beberapa tim Bintang.


"Habis kah kamu makan segitu banyaknya?" tanya Haikal yang penasaran.


"Ini untuk berdua!" jawab Anita yang mengulas senyumnya dan kemudian melangkahkan kaki menghampiri dokter Damar.

__ADS_1


"Mas Damar, ayo kita makan." ucap Anita sembari meletakkan makanan dan minuman di depan dokter Damar.


"Terima kasih Anita." ucap dokter Damar sembari mengambil minuman yang diletakkan oleh Anita dan kemudian meminumnya.


"Lho, ada dokter Damar juga rupanya! ma'af dok, tapi sepertinya aku tak mengundang dokter!" ucap Haikal yang melangkahkan kaki menghampiri meja dimana Anita dan dokter Damar berada.


"Aku yang mengajaknya." ucap Anita yang sesekali melihat ke arah dokter Damar.


"Oh, kalau begitu silahkan kalian nikmati minuman dan makanannya, saya permisi!" ucap Haikal yang menatap Anita dengan tatapan kecewa.


"Terima kasih." balas Anita seraya menganggukkan kepalanya.


Haikal pun meninggalkan keduanya, sementara Anita dan juga dokter Damar menikmati makanan dan minuman yang ada dihadapannya sembari bercerita dan terkadan bersendau gurau.


Tanpa mereka sadari, Haikal, Amanda, tim bintang silih berganti memperhatikan keduanya.


Tak berapa lama, Amanda menghampiri Anita dan bicara dengan gadis yang menggantikannya bermain bola basket saat dirinya sedang koma.


"Kak Anita!" panggil Amanda yang menatap ke arah Anita.


"Ada apa Amanda?" tanya Anita yang ikut menatap Amanda dengan rasa ingin tahunya.


"Temani aku ke panggung ya!" pinta Amanda yang memegang tangan Anita.


"Ada deh!" ucap Amanda yang kemudian meninggalkan Anita dan juga dokter Damar.


Anita memandang dokter Damar dan dokter itu hanya mengangkat bahunya. Anita menghela napasnya.


"Kesana saja Anita, aku tidak apa-apa kok disini." ucap dokter Damar sembari mengulas senyumnya.


"Yang aku heran kan itu, kenapa mas Damar tidak mereka undang? bukannya mas Damar adalah dokter yang merawat dan mengobati Amanda?" gumam Anita yang mengernyitkan kedua alisnya.


"Iya, tidak apa-apa. Lagi pula ini memang tugas mas Damar sebagai dokter. Jangan terlalu diambil pusing lah!" ucap dokter Damar seraya menggenggam jemari Anita yang berada diatas meja seraya memberikan anggukan pada Anita.


Anita mulai memantapkan dirinya untuk melangkahkan kaki menuju ke panggung sesuai permintaan dari Amanda.


"Kak Anita, terima kasih telah menuruti permintaan saya, Amanda mengucapkan sangat berterima kasih pada kak Anita untuk semuanya. Selain rasa syukur aku kepada Allah Subhana wa ta'alla dan nenek dan kak Haikal tentunya." ucap Amanda yang merangkul Anita.


Anita pun membalas dengan pelukan yang hangat pula.

__ADS_1


Amanda bercerita tentang kisahnya dan semuanya menyimaknya. Tiba-tiba Haikal datang dengan membawa buket bunga dan coklat, kemudian dia memposisikan dirinya duduk berlutut menghadap Anita.


Sementara itu semua mata memandang ke arah Haikal dan juga Anita.


"A...apa, apa'an ini?" tanya Anita yang penasaran dan merasa tak enak hati.


"Anita, aku melamar kamu. Bersediakah kamu menikah dengan ku?" tanya Haikal dengan memohon.


"Bagaimana anita, apakah kamu bersedia?" tanya Haikal dan semuanya menunggu jawaban Anita.


Gadis itu masih terbengong dengan apa yang dilaku oleh Haikal, Kemudian dia memantapkan dirinya untuk bicara.


"Saya terus terang sangat terkejut dengan ini semuanya. Dan saya mohon ma'af yang sebesar-besarnya karena saya tak bisa menerimanya. Karena saya sudah mempunyai calon suami." ucap Anita yang tentu saja membua Haikal dan Amanda terbengong dan mereka saling tatap Anita dengan apa adanya.


"Kau sudah punya calon suami? aku tak percaya!" seru Haikal yang kemudian menatap dokter Damar.


"Tapi itu memang benar, dan perlu kalian ketahui kalau dokter Damar-lah calon suamiku." ucap Anita dengan lantang.


"Tidakk....! kak Anita tidak boleh menikah dengan orang lain! jadilah kakak-ku kak!" racau Amanda yang kemudian memeluk Anita dengan eratnya.


"A...Amanda lepaskan kak Anita, kak Anita ngap jadinya!" seru Anita yang sedikit kewalahan.


Melihat hal itu, dokter Damar bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke panggung.


"Amanda, lepaskan Anita! seru dokter Damar yang merasa cemas dengan keadaan Anita


"Tidak! kak Anita harus menjadi kakakku!" seru Amanda yang lebih mempererat pelukannya.


"Perlu kalian ketahui kalau aku dengan Anita sudah berpacaran sejak kami masih dibangku sekolah. Dan kemarin kami hampir saja mau menikah, tapi karena ada insiden pengantin pertukaran pengantin, jadi kami batal menikah!" jelas dokter Damar yang menatap ke arah Anita.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


...         ...


__ADS_2