
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sholat dan melangkahkan kaki kembali menuju ke Haikal dan Amanda kafe.
Pada saat berada di teras kafe, mereka disambut oleh para penjaga dan pelayan kafe.
"Tuan Haikal, anda ditunggu teman-teman nona Amanda di meja biasa." ucap pelayan itu yang mengarahkan ke meja yang dimaksudkannya.
"Oh, baiklah kami akan kesana!" balas Haikal yang kemudian mengajak Anita melangkahkan kakinya menuju ke meja yang dimaksudkan oleh si pelayan tadi.
"Assalamu'alaikum..!" ucap salam Haikal dan juga Anita yang bersamaan pada saat menghampiri meja dimana tim Bintang sudah berada disana.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab Tim bintang yang hadisr dan mereka berdiri untuk menyambut Haikal dan juga Anita.
"Kakak berdua kemarilah!" ajak Eka yang memberi jalan pada Anita dan juga Haikal.
"Apa kalian sudah pesan makanan?" tanya Haikal pada semua anggota tim Bintang yang hadir.
"Belum hanya baru minuman saja kak!" jawab Eka seraya menunjukkan minuman jus orange-nya.
"Pelayan!" panggil Haikal pada salah seorang pelayan kafenya.
"Iya tuan Haikal!" jawab pelayan itu yang mana telah menghampiri meja dimana Haikal dan yang lainnya sedang duduk.
"Catat pesanan mereka semua ini, nanti biar aku yang bayar!" seru Haikal pada pelayannya itu.
"Baik tuan." jawab pelayan itu seraya mengambil bolpoin dan buku notanya yang selalu dia bawa di apronnya.
Kemudian para Tim bintang memesan makanan yang terfavorit di kafe itu, demikian pula dengan Anita.
Setelah itu mereka terlibat dalam percakapan ringan sampai tentang pertandingan basket tadi pagi.
"Sayang ya, seandainya Amanda hadir diantara kita!' gumam Sita yang sangat rindu akan kehadiran Amanda.
"Kalau begitu besok pulang sekolah kita agendakan menjenguk Amanda?" tanya Fitri dan yang lainnya pun saling pandan dan pada akhirnya menganggukkan kepala mereka masing-masing.
"Setuju!" seru Eka yang mengawali teman-teman tim Bintang.
"Iya aku setuju...!" seru Ela.
"Aku juga setuju..!" seru Sita.
"Berhubung kita pulangnya tidak sama, tapi Insyaa Allah kan Anita usahakan besok untuk menjenguk Amanda!" seru Anita.
__ADS_1
"Terima kasih atas perhatian kalian pada adikku Amanda. Semoga setelah kehadiran kalian, Amanda bisa lekas sadar dari komanya." ucap Haikal yang begitu terharu.
"Aamiin ya Robbal alaamiin..!" sahut tim bintang dan Anita yang serempak.
Tak berapa lama pesanan mereka telah tiba, Anita membantu melanturkan makanan-makanan sesuai pesanan mereka.
"Untuk semuanya selamat menikmati hidangan dari kami!" ucap Haikal sambil mengulas senyumnya.
"Iya kak!" jawab tim bintang serempak dan mereka segera makan dengan lahapnya.
Demikian pula dengan Anita yang setelah berdoa, dia juga makan dengan lahapnya.
Haikal sesekali melirik ke arah Anita, dan Anita juga demikian. Pada akhirnya mereka saling balas senyum.
Tak berapa lama acara makan-makan itu selesai, Tim bintang telah lebih dulu pulang karena besok pagi berangkat sekolah lebih awal.
"Yang lain sudah pulang, kita juga pulang yuk!" ajak Anita yang kemudian bangkit dari duduknya.
Anita mulai melangkahkan kakinya dan Haikal berjalan mengiringi langkah Anita.
Haikal diam saja tak mengatakan sepatah kata pun. ada sebuah perasaan yang sedang dia pikirkan.
Pada saat mereka hendak menuju ke tempat dimana sepeda motor Haikal terparkir, tiba-tiba Haikal memegang jemari tangan kanan Anita, dan otomatis Anita melihat ke arah tangannya dan kemudian ke arah wajah Haikal.
"Ada apa Haikal?" tanya Anita yang kemudian membalikkan badannya dan melihat ke arah Haikal.
"Aku sedang bingung dengan perasaanku, apakah aku kembali pada Yuni ataukah aku mencari pengganti Yuni?" jawab Haikal yang mengungkapkan isi hatinya.
"Kamu jalan sama Yuni sudah berapa lama Haikal?" tanya Anita yang penasaran.
"Sejak kami Sekolah menengah Pertama, dan selama ini kami juga sering putus sambung-putua sambung. Mengingat Sekolah menengah atas kami yang berbeda dan kami dipertemukan kembali di kampus kita sekarang ini." jelas Haikal seraya menatap Anita.
"Menurutku sih kalau kamu harus perbaiki dulu hubungan kamu dengan Yuni, mengingat kemarin kalian putusnya kan karena salah paham. Apalagi kalau Yuni tak ada sangkut pautnya dengan kecelakaan yang menimpa Amanda. Aku yakin kalau Yuni pasti akan mengerti." ucap Anita yang seketika membuat Haikal mengulas senyumnya dan dia menggenggam erat jari-jari tangan Anita dengan semangatnya.
"Terima kasih-terima kasih Anita! kamu memegang best friend, pikiranku terbuka sekarang!" seru Haikal yang reflek memeluk Anita dengan erat.
"Eh, Haikal!" seru Anita seraya meronta namun agaknya Haikal tak begitu menghiraukannya.
Tiba-tiba Yuni datang dan menghampiri mereka dengan wajah memerah masam.
"Ka...kalian! dasar pelakor, perampas cinta! Entah kau, aku benci kalian!" seru Yuni seraya mendorong Anita dan Haikal dengan kuat, sehingga Anita dan Haikal itu terjatuh di atas trotoar.
__ADS_1
"Bugh....!"
"Yuni ..!" panggil Haikal yang seketika menyadari kehadiran Yuni, dan pemuda itu segera bangkit dari posisi jatuh tadi.
"Anita!"
Tiba-tiba ada suara laki-laki yang sangat dikenal Anita yang dengan segera bangkit dari posisi jatuhnya tadi dan memastikan pendengarannya itu memang suara Dimas atau bukan.
"Mas Dimas..!" panggil Anita yang menatap ke arah dokter Dimas dan dokter Dimas menatapnya dengan wajah penasaran dan sedikit kesal.
"Ayo sebaiknya kita pergi dari sini!" seru Lisa yang juga ada diantara Yuni dan juga Dokter Dimas.
Lisa segera menggandeng Yuni dan juga dokter Dimas, ketiganya segera masuk ke dalam mobil yang tadi membawa mereka bertiga.
"Apa yang aku lihat tadi benar-benar Anita? tapi kenapa dia ada disini? bukannya dia menikmati bulan madu bersama mas Danar? bukannya bersama laki-laki yang katanya mantannya Yuni itu?" pertanyaan beruntun dalam hati dokter Damar yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kalau bukan Anita yang aku kenal, kenapa wajahnya sangat familiar dan jantungku seperti masih berdegup seperti saat bersama Anita?" gumam dalam hati dokter Damar yang tak habis pikir.
"Benarkah Lis, bukan karena kasus Amanda yang membuat aku dan Haikal putus! tapi gadis pembangkng itu!" gerutu Yuni yang kini keadaannya kacau.
"Tenang Yun, Tenangkan hati dan pikiran kamu. Kalau memang benar-benar karena gadis itu yang membuat kamu diputuskan oleh Haikal, Lisa and the geng tak akan tinggal diam! kita beri pelajaran dia besok di kampus!" seru Lisa yang bukan menenangkan hati Yuni, tapi nantinya akan menambah masalah baru.
Yuni menyeka air matanya dan dia masih saja terisak.
"Pokoknya aku mau buat wajahnya hancur sehancur-hancurnya! sampai semua orang tak mengenalnya!" seru Yuni yang telah bertekad.
"Aku juga eneg sama gadis pembangkang itu!" gumam Lisa dengan geramnya.
Mobil mewah yang mereka tumpangi dan dikemudikan oleh dokter Damar itu terus melaju dan menyusuri jalan raya.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1
... ...