Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 50


__ADS_3

"Aku mau kalian jadian! ingat apa yang nenek inginkan ini janganlah kalian bantah ya!" seru nenek Darwati seraya mengaitkan punggung telapak tangan Haikal dengan Anita.


Betapa terkejutnya Anita, Haikal dan dokter Damar yang sesekali melirik ke arah Anita. Dokter muda itu tak mengira akan mendengar sesuatu hal yang dapat mengganggu hubungannya dengan Anita


Seperti ada jarum yang menusuk ke jantung dokter Damar yang tseakan tak perduli dengan profesi dokter Damar pada saat melihat apa yang dilakukan nenek Darwati.


"Ma'af nek, saya sudah bertunangan!" ucap Anita seketika seraya melihat ke arah dokter Damar.


"Bertunangan?" ucap Haikal dan nenek Darwati yang sangat terkejut mendengar ucapan Anita.


Anita menganggukkan kepalanya dan melepaskan genggaman tangan Haikal, kemudian gadis itu berjalan menuju ke pintu dan keluar dari ruangan itu.


Ada perasaan tak enak dihati Anita, jika dokter Damar melihat apa yang telah terjadi tadi. Gadis itu pun duduk di kursi yang sudah disediakan di depan ruangan itu.


Sementara itu, dokter Damar telah selesai memeriksa keadaan Amanda. Dan dia menulis resep sekaligus memberitahukan tentang kondisi Amanda pada Haikal dan neneknya.


"Alhamdulillah keadaan pasien yang bernama Amanda, sudah berangsur-angsur membaik. Dan mohon diterima resep ini sekaligus bisa datang ke kasir untuk melunasi semua administrasi. Karena pasien Amanda sore hari ini bisa langsung pulan dan ingat bahwa ke mari untuk kontrol sesuai jadwal yang telah ditetapkan." jelas dokter Damar seraya memberikan nota resep pada Darwati.


"Alhamdulillah! Amanda boleh pulang!" seru nenek Darwati yang begitu gembiranya seraya menerima nota resep dari dokter Damar.


"Assalamu'alaikum...!" ucap salam pamit dokter Damar.


"Wa'alaikumsalam...!" balas Haikal dan nenek Darwati, dan dokter Damar melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.


Sementara nenek Darwati memberikan nota itu pada Haikal untuk mengurusi kepulangan Amanda dan nenek Darwati mulai berkemas-kemas.


Haikal berjalan dibelakang dokter Damar, dan ketika dokter Damar melihat ke arah Anita yang sedang duduk di kursi depan ruang dimana Amanda dirawat.


Baru saja dokter Damar hendak memanggil kekasihnya Anita yang sedang duduk mengusap wajahnya dan nampak sedang gelisah, Haikal keburu memanggil gadis itu yang mengakibatkan dia mengurungkan langkahnya.


"Anita!" panggil Haikal, dan Anita menoleh ke sumber suara yang dia yakin itu suara Haikal.


Betapa terkejutnya Anita kala melihat Dokter Damar yang menatap ke arahnya dan kedua mata mereka saling menatap, membuat keduanya terpaku dengan pikiran masing-masing.


Tiba-tiba Haikal melangkahkan kaki melewati dokter Damar dan dengan setengah berlari menghampiri Anita.


"Ha...Haikal!" panggil Anita yang terkejut pada saat Haikal sudah ada dihadapannya.

__ADS_1


"Anita, Amanda pulang hari ini!" seru Haikal dengan raut wajah gembiranya.


"Benarkah? Alhamdulillah!" sahut Anita yang juga ikut gembira.


"Ayo ikut aku ke apotik dan ke administrasi!'' ajak Haikal yang tanpa menunggu jawaban dari Anita, menarik lengan Anita.


Gadis itu terkejut dan tak bisa berkata apa-apa dan sempat melihat ke arah dokter Damar yang menatapnya dengan raut wajah yang terlihat kecewa.


"Anita, jangan ikut sama dia! Aku ingin bicara padamu!" seru dalam hati dokter damar yang terus menatap ke arah Anita.


"Mas Damar, sebetulnya aku ingin bicara sama kamu. Tapi aku tak bisa jika ada Haikal diantara kita! Mas.... aku rindu padamu!" racau dalam hati Anita yang dengan terpaksa mengikuti Haikal yang sudah mencengkeram tangannya.


Dokter Damar menghela napasnya dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya.


Sementara itu Anita yang ditarik oleh Haikal, melangkahkan kakinya mengikuti laki-laki itu sampai di depan apotik dan lanjut ke administrasinya.


Setelah urusan selesai, Haikal dan juga Anita melangkahkan kaki kembali menuju ke ruangan dimana Amanda dan nenek Darwati masih berada di dalamnya.


Tak berapa lama mereka keluar dari ruangan dan berpamitan dengan para perawat. Setelah itu mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir.


Amanda dan nenek Darwati pulang ke rumah mereka dengan naik mobil yang dikemudikan sopir pribadi mereka, sedangkan Haikal mengantarkan Anita dengan naik sepeda motor yang dikendarai Haikal.


Haikal dan Anita terus melaju dengan sepeda motor sport Haikal dan menyusuri jalan raya menuju ke Ruman Anita. Tanpa mereka sadari sebuah mobil sedan mewah berwarna silver, mengikuti arah sepeda motor yang ditumpangi Haikal dan Anita secara diam-diam.


Tak berapa lama sepeda motor itu memasuki halaman rumah yang besar dan cukup mewah, dan kemudian berhenti didepan teras rumah itu.


Sementara mobil itu berhenti disamping rumah dimana sepeda motor Haikal itu memasukinya.


Dan ternyata yang ada didalam mobil itu adalah dokter damar yang terus mengawasi Haikal dan juga Anita dari dalam mobilnya.


Sedangkan Anita yang sudah turun dari sepeda motor dan memberikan helm yang dipakainya pada Haikal.


"Makasih ya Haiklal!" seru Anita sembari mengulas senyumnya.


"Sama-sama, ma'af aku langsung pulang ya! salam buat om dan Tante!" ucap Haikal yang menerima helm dan membalas Anita dengan mengulas senyumnya juga


"Iya, hati-hati dijalan ya!" jawab sekaligus pesan Anita dan Haikal menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum...!" ucap salam Haikal yang kemudian menyalakan sepeda motornya.


"Wa'alaikumsalam...!" balas Anita seraya melambaikan tangan dan memandang Haikal yang perlahan meninggalkan Anita keluar dari halaman rumah keluarga Anita.


Setelah sepeda motor Haikal menghilang dari pandangan kedua matanya, Anita melangkahkan kaki masuk ke rumah dengan disambut oleh asisten rumah tangga keluarganya yaitu bibi Ti.


"Neng Anita sudah pulang?" tanya bibi Ti yang menutup kembali pintu rumah tersebut, setelah Anita masuk ke rumah.


"Iya, mama ada bi?" tanya Anita yang menatap pembantu yang telah lama bekerja dirumah itu.


"Ada, masih tidur siang di kamarnya." jawab Bibi Ti yang mengimbangi langkah kaki Anita.


"Ohw, kalau papa apa masih kerja?" tanya Anita yang terus melangkahkan kakinya.


"Iya, tuan masih kerja." jawab bibi Ti dan keduanya melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu.


Pada saat Anita sampai di ruang tamu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu utama rumah itu.


"Tokk....tokk...tokk...!"


"Siapa itu bi?" tanya Anita yang penasaran.


"Saya juga tidak tahu neng Anita, ah biar bibi yang buka pintunya!" jawab bibi Ti yang bergegas membalikkan badannya dan melangkahkan kaki menuju ke pintu yang tadi dilalui Anita.


Sementara itu Anita duduk bersandar di atas sofa ruang tamu, gadis itu mengeluarkan ponselnya.


Dengan posisi duduk bersandar diatas sofa, kedua mata Anita melihat ke layar ponselnya. Kedua mata gadis itu terus bergerak naik turun, mengikuti gambar yang nampak dalam ponsel yang ada dihadapan gadis itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


...          ...


__ADS_2