
"Eh, seperti bukan mas Damar?" gumam dalam hati Anita pada saat melihat sesosok laki-laki dari dalam rumah, karena pintu yang masih terbuka lebar.
"Anita!" panggil laki-laki yang ada di luar pintu itu, yang tak lain adalah Haikal.
Gadis itu menoleh dan berapa terkejutnya dia, kemudian dia melangkahkan kakinya menghampiri Haikal yang sedang berada di teras rumah.
"Haikal? ada apa?" tanya Anita yang penasaran dan keduanya saat ini berada di teras rumah.
"Kamu ada waktu tidak? nenek dan amanda mengundang kamu untuk makan-makan di Haikal dan Amanda kafe. Syukuran atas kesembuhan Amanda. Datang ya!" ucap Haikal dengan penuh harap.
"Oh, iya. Kapan acaranya?" tanya Anita yang kemudian duduk di kursi yang tersedia di teras rumah.
"Malam ini jam delapan malam, bisa kan?" tanya Haikal.
"Insyaa Allah, saya usahakan!" balas Anita yang mengulas senyumnya.
"Terima kasih ya! saya tunggu!" seru Haikal yang mengulas senyumnya.
"Sama-sama." balas Anita.
"Kalau begitu saya mau pulang untuk mempersiapkan diri. Benar ya Anita, saya tunggu!" seru Haikal sekali lagi.
"Oiya, hati-hati ya!" ucap Anita yang bangkit dari duduknya.
"Assalamu'alaikum .!" ucap salam Haikal yang kemudian membalikkan tubuhnya.
"Wa'alaikumsalam .!" balas Anita yang melihat Haikal yang telah melangkahkan kakinya menghampiri sepeda motornya dan kemudian memakai helmnya.
Dari balik tembok pagar rumah besar dan mewah itu, dokter Damar yang sedang bersembunyi keluar dengan membawa tas yang berisikan pakaian dan barang pribadinya.
Dokter itu terus melihat ke arah sepeda motor yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan matanya. Setelah benar-benar menghilang dari pandangan matanya, dokter Damar segera melangkahkan kaki masuk ke halaman dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke teras depan rumah besar itu, dimana Anita masih berada di teras itu.
"Siapa yang baru saja pergi An?" tanya dokter Damar yang penasaran.
"Oh, itu Haikal mas. Dia mau mengajak Anita makan di Haikal dan Amanda kafe, untuk merayakan kesembuhan Amanda." jawab Anita yang kemudian melangkahkan kaki masuk ke rumah beriringan dengan dokter Damar.
"Apa kamu menyanggupinya?" tanya dokter Damar yang penasaran.
"Iya." jawab Anita yang seplah tanpa beban.
"Bukankah kita ada acara sendiri?" tanya dokter Damar yang menghentikan langkahnya.
"Makanya itu, kita bisa sekalian ke sananya!" balas Anita yang ikut menghentikan langkahnya dan menatap ke arah dokter Damar.
"Begitu ya!" ucap dokter Damar yang kemudian melangkahkan kakinya tanpa menoleh dan terus melangkahkan kaki sampai ke ruang tamu.
"Eh, apa ada Yanga salah ya?" gumam dalam hati Anita yang melihat raut wajah dan tingkah dokter Damar yang berubah seketika itu juga.
Anita menarik napasnya panjang dan kemudian melangkahkan kaki menyusul Dokter Damar yang sudah berada di ruang tamu.
"Kamar tamunya ada dimana?" tanya dokter Damar pada saat Anita menghampirinya.
"Oh sebelah sana mas!" jawab Anita seraya menunjuk ke arah sebuah kamar yang berada di dekat dengan ruang tamu.
Tanpa bicara lagi, dokter Damar segera masuk ke dalam kamar tamu itu dan Anita melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Kenapa kamu menyanggupinya Anita? padahal aku ingin merayakan kebersamaan kita kembali." gumam dalam hati dokter Damar pada saat berada di dalam kamar tamu dan hendak membersihkan dirinya.
Beberapa menit kemudian, mereka berkumpul di mushola dan sholat Maghrib bersama-sama.
Setelah itu Anita dan dokter Damar berpamitan pada kedua orang tua Anita. Keduanya masuk ke dalam mobil dokter Damar dan dikemidikan oleh dokter Damar sendiri, dengan Anita yang duduk di depan tepatnya disamping dokter Damar yang sedang mengemudi.
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya, dengan iringan lagu dari radio mobil itu.
Anita dan dokter Damar mendengarkan lagu-lagu dan terkadang ikut bernyanyi bersama.
__ADS_1
...Lirik Lagu Setia Selamanya Denganku by Merpati band...
...Aku mengenal dirimu...
...Sedari dulu seperti itu...
...Tak sedikit pun ku ragu...
...Ku percaya apa adanya kamu...
...Aku pun kan selalu mencintaimu...
...Satu yang aku minta engkau tetap setia...
...Setia selamanya denganku...
...Kalau musim telah berganti...
...Yakinkan hatimu takkan terbagi...
...Kini esok dan selamanya...
...Ku jaga cintaku hanya untukmu...
...Aku pun kan selalu mencintaimu...
...Satu yang aku minta engkau tetap setia...
...Setia selamanya denganku...
...Aku pun kan selalu mencintaimu...
...Satu yang aku minta engkau tetap setia...
...Setia selamanya denganku...
...Aku pun kan selalu mencintaimu...
...Satu yang aku minta engkau tetap setia...
...Setia selamanya denganku...
Lagi yang menggambarkan isi hati dokter Damar saat ini, dimana dia sangat menginginkan Anita tetap setia padanya, walaupun dia berjumpa dengan banyak laki-laki termasuk Haikal.
Sesekali dokter Damar melirik ke arah Anita, tapi Anita terus menyanyi tanpa menyadari isi hati dokter Damar yang saat ini sedang galau, dengan pikirannya sendiri.
Beberapa menit kemudian, terdengar lagi lagu yang benar-benar menggambarkan perasaan mereka saat ini.
...Lagu Kehilanganmu Berat Bagiku...
... by Kangen Band...
...Sampai matipun engkau takkan ku lepaskan...
...Akan ku jaga seumur hidupku...
...Beribu puisi yang ku untaikan untukmu...
...Inginku selalu memiliki kamu...
...Jangan pernah kau sakiti aku lagi...
...Cobalah untuk lengkapi hidupku...
...Ku ingin menjaga dirimu...
__ADS_1
...Tak akan pernah ku sakiti kamu...
...Ku mohon temanilah aku...
...Jangan pernah rapuh di sepanjang umurmu...
...Ku mohon temanilah aku...
...Jangan pernah rapuh di sepanjang umurmu...
...Kehilanganmu sungguh berat bagiku...
...Hampa hidupku terasa tanpa kamu...
...Genggam tanganku dan jangan kau lepaskan...
...Karna ku tak sanggup hidup tanpa...
...cintamu...
...Ku mohon temanilah aku...
...Jangan pernah rapuh di sepanjang umurmu...
...Ku mohon temanilah aku...
...Jangan pernah rapuh di sepanjang umurmu...
...Kehilanganmu sungguh berat bagiku...
...Hampa hidupku terasa tanpa kamu...
...Genggam tanganku dan jangan kau lepaskan...
...Karna ku tak sanggup hidup tanpa cintamu...
...Kehilanganmu sungguh berat bagiku...
...Hampa hidupku terasa tanpa kamu...
...Genggam tanganku dan jangan kau lepaskan...
...Karna ku tak sanggup hidup tanpa cintamu...
Dan keduanya menyanyi secara bersama-sama, tanpa terasa telah melewati beberapa persimpangan lampu lalu lintas dan juga tikungan-tikungan mobil yang mereka tumpangi telah terparkir di halaman Haikal dan Amanda kafe.
"Kamu saja yang turun ya! Mas Damar disini saja." ucap dokter Damar yang melihat Anita melepaskan sabuk pengamannya.
"Mas, katanya mau jalan sama aku. Ayo turun, anggap saja kita juga merayakan kebersamaan kita." ucap Anita seraya mengulas senyumnya.
"Tapi kamu kan yang diundang, sedangkan aku tidak!" seru dokter Damar yang masih kekeh dalam pediriannya.
Anita menghela napasnya dan kemudian mengulas senyumnya dan menatap raut wajah dokter Damar yang sedang galau itu.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1
... ...