Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 44


__ADS_3

Dokter Damar mempersilahkan Anita untuk duduk di kursi yang biasa buat pasiennya, kemudian dokter Damar duduk di kursinya dan terus memandangi Anita yang duduk dan juga menatap dokter Damar dengan Benyak pertanyaan dibenaknya.


Keduanya hanya diam dan tetap saling menatap dengan bermacam-macam rasa di hati mereka.


"Mas Damar..!" Anita memanggil Damar yang bersamaan Damar memanggil Anita.


"Anita...!" panggil dokter Damar, yang keduanya saling tatap. Ada rasa rindu yang menggelora mereka saat ini dan ada rasa penasaran mereka karena mereka merasa kalau masing-masing dari mereka meninggalkan pasangan mereka pada saat ini.


"Kenapa mas Dimas meninggalkan kak Anette?" tanya Anita.


"Kenapa Anita meninggalkan mas Danar?" tanya dokter Damar yang keduanya saling pandang dan semakin penasaran.


"Hah! siapa?" tanya mereka yang juga bersamaan.


"Kamu dulu!" seru Damar yang mempersilahkan Anita bicara lebih dulu, dan itulah memang sikap dokter Damar yang kental mendahulukan wanita dalam bicara.


"Lho bukannya mbak Anette menikah dengan mas Dimas? Dan kalian kan sekarang sedang bulan madu?" tanya Anita yang semakin penasaran.


"Malah aku yang ingin tanya, dimana mas Danar? kalian kan menikah seminggu yang lalu?" balas tanya Dokter Damar.


"Tunggu dulu! apa maksudnya semua ini?" tanya Anita yang tak mengerti.


"Baiklah akan mas Dimas ceritakan, sebetulnya yang menikah kemarin adalah kakak mas Dimas. Dia dari kakak yang dulu mas Dimas pernah cerita waktu kecil sama kamu Anita. Kalau mas Dimas punya kakak laki-laki yang dirawat nenek di Bali. Apakah kamu masih ingat, akan hal itu?" tanya dokter Damar yang melangkahkan kaki dan menarik kursi yang disejajarkan dengan kursi Anita.


"Oh, iya Anita ingat itu mas. Lantas kenapa bisa jadi pengantin prianya?" tanya Anita yang penasaran.


"Ternyata mas Damar mendapat surat pindah kerja yang mendadak sekali, diantara beberapa dokter yang terpilih ada mas Dimas. Mau tak mau mas Dimas merelakan mas Danar sebagai pengantin prianya, untuk menutupi rasa malu keluarga. Dan mas Danar menyetujuinya, karena ternyata mas Danar menyukai kamu sejak aku selalu cerita sama mas Danar." jelas dokter Dimas yang kini duduk bersebelahan dengan Anita.


"Jadi....jadi bukan mas Dimas yang menikahi mbak Anita!" seru Anita yang kedua matanya berkaca-kaca antara bingung dan senang, yang menikah dengan Anette bukan dokter Dimas yang artinya, dia masih ada harapan bersama kekasihnya itu.

__ADS_1


"Iya bukan, terus kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Dimas yang penasaran.


"Mas, apa mas juga lupa? dulu Anita juga pernah cerita kalau Anita punya kembaran. Dan kembaran Anita itu dirawat paoa sama ibu tiri Anita. Dan waktu papa pulang untuk menghadiri pernikahan kita, ternyata mbak Anette sangat menyukai kamu mas Dimas. Entah kenapa dia menyekap aku didalam lemari, hingga selesai ijab kobul." jelas Anita yang menyeka air matanya.


"Kamu disekap? terus kamu bisa selamat bagaimana?" tanya dokter Damar yang penasaran.


"Ibu yang menyelamatkan Anita, dan demi kebahagiaan saudara kembarku itu yang sejak kecil selalu berteman akrab dengan jarum suntik dan juga ruangan rumah sakit itu. Akhirnya Anita setuju ikut papa ke kota dan Anita bisa mengenal ibu tiri Anita. Dan sekarang ini Anita bisa kuliah dengan diantarkan oleh ibu tiri Anita." jelas Anita.


"Jadi seperti itu ceritanya!" seru dokter Damar dengan rona bahagianya, demikian pula dengan Anita.


Entah bagaimana cara mereka mengungkapkan perasaan bahagia mereka, yang jelas tiba-tiba dokter Damar memegang punggung tangan Anita mencium dan mengusapkannya pada pipinya.


"Oh, Anita! Tahu tidak berapa rindunya mas Dimas pada kamu. Mas hanya bisa membuka foto-foto saat kita bersama jika mas Dimas teringat akan dirimu." ucap dokter Damar.


"Anita juga begitu mas, hanya kenangan kita yang selalu Anita ingat dan hadir selalu dalam mimpi Anita. Mas kita jangan pisah lagi, hati Anita sepi tanpa mas Dimas!" ucap Anita yang mulai meracau.


Anita menutup mata dan ada angin semilir seperti membebaskan yang belenggu hatinya. dan ciuman dikeningnya tetap sehangat yang dulu pernah dia rasakan saat dirinya sedang bersedih. Hanya dokter damarlah yang mampu membuatnya tenang dan berseri kembali.


Anita membuka kedua mata dan mengulas senyumnya, demikian pula dengan dokter Dimas. Keduanya saling pandang dengan intens.


"Mas Dimas, boleh kah Anita bertanya?" tanya Anita kemudian.


"Tentu saja anita." jawab dokter Damar yang masih mengulas swnyumnya.


"Kenapa mas Dimas semalam bisa bersama Lisa and the geng?"' tanya Anita yang penasaran.


"Oh, Lisa adalah putri dari pemilik yayasan yang menyalurkan para dokter ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan tenaga dokter. Jadi kalau mas mau tetap kerja, mas harus bersikap baik dengan Lisa." jelas dokter Damar.


"Terus kenapa kamu juga bisa berpelukan dengan Haikal?" tanya dokter Damar yang penuh selidik.

__ADS_1


"Itu karena kami satu kampus, dan pertama kali bertemu saat Anita melawan Lisa and the geng di lapangan basket." jawab Anita.


"Kamu berkelahi?" tanya dokter Dimas yang sangat terkejut.


"Tidak mas, kami bermain basket dan aku di keroyok mereka waktu itu. Aku bisa menjadi bahan bully mereka karena aku membela teman sebangkuku yang selalu mereka builly." jelas Anita.


"Terus?" tanya dokter Dimas yang penasaran.


"Aku menang melawan Lisa and the geng, terutama Yuni kekasih Haikal.Dan waktu itu Haikal juga hadir, tapi dia tak memihak siapapun hanya melihat permainan basket kami.Tapi esok harinya Anita diajak Haikal menggantikan adiknya Amanda yang sakit dan koma berhari-hari di rumah sakit ini, dan timnya main bertanding esok harinya. Dan akhirnya Anita setuju, dan siapa sangka ternyata sehabis bertanding basket itu tim kami melawan tim keponakannya Lisa. Dan Yuni serta yang lainnya juga menghadiri pertandingan itu."Jelas Anita yang menghentikan ceritanya sebentar untuk menarik napasnya.


Kemudian dia melanjutkan ceritanya, dan dokter Dimas menyimak dengan seksama.


"Marahlah Lisa dan Yuni pada saat tahu kalau aku membantu dalam pertandingan itu, pertandingan dianggap tida sah karena aku yang usianya diatas para pemain basket lainnya. Haikal tak tinggal diam, dia membuka sebuah kejahatan yang telah dilakukan oleh keponakan Lisa dan kekasihnya. Yaitu menabrak Amanda, pertandingan akhirnya dianggap sah. Mengingat waktu latihan mereka yang hanya beberapa hari. Sementara itu Yuni masih dalam kemarahannya dan menganggap akulah penyebab perpisahan mereka." cerita anita.


"Lalu kenapa kamu berpelukan dengan Haikal di pinggir jalan Anita?" tanya dokter Dimas yang menatap Anita dengan tajam.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


...           ...

__ADS_1


__ADS_2