Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 66


__ADS_3

Setelah Anita dan Dokter Damar masuk lalu duduk di kursi belakang mobil mewah tersebut, mang Ujang melajukan mobil itu perlahan keluar dari halaman kediaman tuan Suroso.


Mobil itu terus berjalan lurus menyusuri jalan menuju ke sebuah hotel yang sesuai dengan alamat pada undangan itu.


"Mereka kan punya kafe, kenapa undangannya di hotel sih?" tanya dokter Damar yang penasaran.


"Anita sendiri juga nggak tahu mas, tapi sebaiknya kita positif thinking sajalah! nggak ada salahnya juga kan!" seru Anita yang sebenarnya juga merasa ada keanehan pada undangan itu.


"Terlepas dari masalah itu, dimana saja dan kapanpun kita memang harus selalu waspada dan berdoa yang terbaik untuk kita semuanya." ucap mang Ujang yang tetap dalam posisinya.


"Mantap!" seru Anita dan dokter Damar yang bersamaan.


"Bisa-bisanya ya mang Ujang bicara seperti itu, kangan-jangan mang Ujang ini dosen yang menyamar! ha...ha...ha ...!" seru dokter Damar dengan tertawa riang dan Anita ikut tertawa juga.


"Ha...ha....ha...! apa benar begitu ya mang?" tanya Anita.


"Ah, dengan Anita dan dokter ini ya, saya hanya lulusan SMA dan anak petani biasa saja kok!" seru mang Ujang yang sesekali melihat ke spion yang berada diatasnya.


Obrolan mereka berlangsung dengan yang ringan-ringan dan tentunya saling bercanda.


"Dik Anita, main tebak-tebakan yuk!" seru dokter Damar yang mengingatkan akan masa remaja mereka.


"Coba mas Damar punya tebakan apa?" tanya Anita yang penasaran.


"Hewan apa yang namanya terdiri dari dua huruf?" tanya dokter Damar seraya menatap Anita.


"Apa ya? apa mang Ujang tahu jawabannya?" tanya Anita pada sopirnya.


"Ikan!" seru mang Ujang.


"Salah mang! itu satu huruf I kan!" seru dokter Damar.


"Hmm.... Hewan apa ya? oh, udang kan U dan G! bener pasti!" jawab Anita dengan semangat karena yakin pasti benar.


"Iya itu benar neng! U dan G, benar begitu kan dok?" tanya mang Ujang yang penasaran.


"Hmm bisa juga sih, tapi bukan itu jawabannya!" jawab dokter Damar sembari mengulas senyumnya.


"Lantas apa?" tanya Anita yang penasaran.


"Nyerah ya?" tanya dokter Damar yang masih mengulas senyumnya. Dan Anita menganggukan kepalanya.


"Jawabannya adalah Panda, P and A! he...he...!" jawab dokter Damar seraya tertawa kecil.


"Panda, P and A! Aaah....itu kan and kalau dibaca kan jadi end! ah, mas Damar ngawur sih!" seru Anita seraya memukul dokter Damar secara pelan.


"Auw... kenapa punya tunangan kok pinter ya! ha ..ha...!" seru dokter Damar yang bercanda.


"Ih, garing tahu!" seru Anita gemas.


"Sekarang giliran Anita!" lanjut Anita dengan semangat.

__ADS_1


"Apa hayo! aku penasaran nih, seperti ya aku bisa jawab!" seru dokter Damar yang merasa percaya diri.


"Dih, mentang-mentang dokter! coba tebak, Siapa penyanyi dangdut yang paling Hot?" tanya Anita sembari mengulas senyumnya.


"Ah, Dewi Persik pasti!" jawab dokter Damar seraya mengulas senyumnya.


"Salah! weekkk....!" jawab Anita seraya menjulurkan lidahnya.


"Niken salindri! ha....ha ...!" jawab mang Ujang.


"Ah, mang Ujang! bukan, ngefans ya sama Niken Salindri! he...he...!" ucap Anita yang menggoda mang Ujang.


"Ah, Eneng! mang Ujang kan suka lihat dia mentas!" ucap mang Ujang yang terus mengemudi.


"Dik Anita, lantas jawabannya apa?" tanya dokter Damar yang penasaran.


"Jawabannya adalah Anisa BAKAR? ha...ha...!" jawab Anita sembari tertawa.


"Yah, kita kalah mang! ha...ha..!" seru dokter Damar seraya menepuk kursi yang diduduki mang Ujang.


"Ah, mang ujang juga puny tebakan!" seru mang Ujang dengan yakin.


"Apa itu mang?" tanya Anita yang penasaran.


"Iya, coba ucapkan mang. Siapa tahu kita dapat menjawabnya!" seru dokter Damar yang penasaran.


"Apa bedanya sarung sama kotak? pasti nggak bisa jawab ya!" tanya mang Ujang yang masih tetap mengemudi.


"Ah, gampang itu! kalau sarung bisa kotak-kotak, kalau kotak gak bisa sarung-sarung! benar bukan mang!" seru dokter Damar yang mengulas senyumnya.


"Itu mah tebakan diluar pikiran mang Ujang! he..he...!" seru Anita yang terkekeh.


"Sekarang giliran ku! Game apa yang sangat mengerikan?" tanya dokter Damar seraya menatap Anita dan mang Ujang.


"Game online?" jawab Anita ragu-ragu.


"Salah!" seru dokter Damar yang senang karena Anita kali ini tak bisa menjawab tebakannya.


"Gem....gemuruh! guntur maksudnya !" tebak Anita.


"Bisa juga tapi bukan itu jawabannya, ayo tebak lagi! barang kali mang Ujang tahu?" tanya dokter Damar.


"Gembala singa!" jawab mang Ujang yang asal.


"Ah, mang Ujang! masak singa digembala! hii.....takut! bisa-bisa dimakan sendiri! ha ..ha....!" seru dokter Damar yang tertawa lebar.


"Tapi benar itu!" seru Anita yang penasaran.


"Salah!" jawab dokter Damar dengan mengulas senyumnya.


"Lantas apa?" tanya Anita yang penasaran.

__ADS_1


"Game apa yang mengerikan, jawabannya adalah GAMEpa bumi!" jawab dokter Damar.


"Oiya-ya!" ucap Anita seraya menganggukkan kepalanya.


Sekarang giliran kamu dik Anita!' seru dokter Damar yang penasaran dengan tebakan dari Anita.


"Ok, coba jawab ya mas, mang Ujang kalau bisa! apa bahasa Inggrisnya ikan sapu-sapu?" tanya Anita.


"Cattle fish?" jawab dokter Damar.


"Bukan!" seru Anita.


"Lauk sapi!" jawab mang Ujang asal.


"Ha ..ha...! salah bukan bahasa Sunda mang!" seru Anita denga tawa riangnya.


"Cattle fish bukan, lauk sapi juga bukan! lantas apa Dik Anita?" tanya dokter Damar yang penasaran.


"Nyerah ya! he..he..!" seru Anita dengan masih tertawa.


"Iya-iya kami menyerah!" seru dokter Damar yang mewakili mang Ujang, dan mang Ujang menganggukan kepalanya.


''Gampang ini mah! Jawabannya adalah cleaning share fish (cleaning service), sudah paham?" jawab Anita seraya melontarkan pertanyaan pada dokter Damar.


"Oalah! bisa aja kamu ya! ha...ha...!" seru dokter Damar yang mengaku tak bisa menjawab pertanyaan Anita.


"Sekarang saya, apa bedanya sepatu dengan jengkol?" tanya mang Ujang yang bersemangat.


"Ya jelas bedalah mang! sepatu itu dipakai kalau jengkol itu dimakan!" seru dokter Damar yang sebenarnya.


"Iya sih dok! tapi bukan itu jawabannya!" seru mang Ujang yang sudah yakin kalau Anita dan dokter Damar tak bisa menjawab.


"Sepatu dan jengkol sama-sama bau!" seru Anita yang pasrah karena tak bisa menjawab.


"Yakin nih nggak ada yang bisa jawab?" tanya mang Ujang yang gembira.


"Ah, kami tahu jawabannya mang! Jawabannya sepatu itu disemir, kalau jengkol itu disemur!" jawab Anita sembari mengulas senyumnya." jawab Anita yang mengulas senyumnya.


"Ueaaalah! iya benat juga!'' seru Anita yang menganggukkan kepalanya.


"Neng dan dokter! kita sudah sampai!" seru mang Ujang yang menghentikan laju mobil majikannya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


...      ...


__ADS_2