Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 74


__ADS_3

Dokter Damar tak menjawabnya melainkan terus memperhatikan Anita yang sedang menghilangkan riasan diwajahnya.


"Eh, mas Damar! Mas...!" panggil Anita seraya mengibas-ibaskan telapak tangan kanannya di depan wajah dokter Damar.


"Ma'af Anita!" ucap dokter Damar yang terkejut seraya memegang tangan Anita, mengajak Anita berdiri dan mereka saling berhadapan.


"Ya, ada apa mas?" tanya Anita yang penasaran.


"Akhirnya kita bisa selalu bersama, kamu milikku dan aku milikmu" ucap dokter Damar.


"Iya mas, dan pernikahan kita tak ada yang menghalangi lagi. Anita bahagia sekali bisa selalu bersama mas Damar. Bimbing dan lindungi Anita dengan rasa cinta ya mas?" pinta Anita.


"Iya sayang, mas akan membimbing , melindungi dan mencintaimu setulus hati mas Damar." jawab dokter Damar yang mendekatkan wajahnya ke wajah Anita.


"He..hm.., Anita mandi dulu, Anita malu jika masih berkeringat begini" ucap Anita yang menundukkan kepalanya.


"Bagaimana kalau kita mandi bareng?" tanya dokter Damar yang menggoda Anita.


"Ma...mandi bareng? Anita masih malu mas" ucap Anita yang apa adanya.


"Baiklah, kalau begitu mas Damar akan bantu melepaskan gaun pengantin kamu ini ya!" ucap dokter Damar yang kemudian melangkahkan kakinya ke belakang Anita dan bersiap membuka resleting gaun pengantin istrinya.


"Eh iya, makasih kak!" ucap Anita yang masih malu-malu.


Setelah gaun pengantin itu lepas, tinggalah pakaian dalam yang menempel di tubuh Anita.


"Wow..!" seru dokter Damar pada saat melihat lekuk tubuh istrinya.


"Apa sih mas, hadap sana!" seru Anita seraya memutar tubuh dokter Damar untuk membelakanginya.


Dokter Damar pun tertawa geli, dan Anita semakin keki dibuatnya.


"Kenapa ketawa sih mas?" ucap Anita seraya mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya.


"Anita kita kan sudah suami istri, milikku itu milikku dan milikku itu milikmu. Jadi kenapa masih harus malu?" ucap dokter Damar yang kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Anita yang sudah melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


Dokter Damar melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Dan dia menggoda Anita dengan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut.


"Tokk..tokk..tokk..!"


"Mas Damar, jangan ganggu ya!" seru Anita sedikit kesal.


"Ayo cepat sedikit!" seru dokter Damar yang menahan tawanya, dan Anita mempercepat ritual mandinya.

__ADS_1


Setelah selesai dia kemudian memakai baju ganti dan Anita berwudlu.


Kemudian Anita keluar dari kamar mandi dan melewati dokter Damar yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Hmm..wangi benar istriku, jadi tak sabar nih!" goda dokter Damar sembari mengulas senyumnya.


"Eh suamiku, kita sholat Isya' berjama'ah yuk!" ajak Anita dan dokter Damar menganggukkan kepalanya secara pelan-pelan.


"Iya, tunggu ya aku mau mandi juga!" ucap dokter Damar yang bergegas masuk ke kamar mandi.


"Iya, cepetan ya mas!" seru Anita yang membalas apa yang di serukan dokter Damar tadi padanya.


"Siap istriku!" sahut dokter Damar yang kemudian menutup pintu kamar mandi dan mulai dengan ritual membersihkan dirinya.


Sementara itu Anita mengambil mukena serta menyiapkan pakaian Koko dan sarung yang biasa dokter Damar pakai untuk sholat.


Setelah mandi dan berwudlu, dokter Damar keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dan melangkahkan kakinya menghampiri pakaian Koko dan sarung yang sudah di siapkan oleh Anita.


Dokter Damar memakai pakaiannya sementara Anita memakai mukenanya. Setelah selesai, mereka sholat Isya berjama'ah.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sholat, dan Anita mencium punggung tangan kanan suaminya.


"Apa istriku sudah siap?" tanya dokter Damar yang melipat sajadahnya seraya mengulas senyumnya.


"Siap apa ya Mas?" tanya Anita yang pura-pura tak tahu sambil melipat mukenanya.


"Eh, apa mas Damar marah ya?" gumam dalam hati Anita yang merasa tak enak hati.


Setelah meletakkan Mukenanya ke tempat biasanya, Anita menghampiri suaminya yang tidur membelakanginya.


"Mas, mas Damar sudah tidur? ma'afkan Anita ya mas?" bisik Anita dan dokter Damar mencoba untuk tak bergeming dari tidurnya.


Anita kemudian merebahkan tubuhnya sejajar dengan suaminya, kemudian Anita memeluk suaminya dari belakang.


Hati dokter Damar tergerak, dan dia membalikkan badannya ke arah istrinya.


"Mas Damar jangan marah sama Anita, Anita minta ma'af jika Anita salah" ucap lirih Anita.


"Kakak tidak marah kok, kamu cantik sekali sayang" ucap dokter Damar yang membuat Anita tertegun.


Perlahan-lahan dokter Damar mencium kening dan kedua pipi istrinya. Kemudian berlanjut ke bibir dan mereka saling menikmati permainan mulut yang keduanya lakukan.


Gelora menggebu merasuki keduanya, dan tangan Dokter Damar menelisip membuka satu persatu kancing pakaian tidur Anita

__ADS_1


Dokter Danar menurunkan ciumannya ke leher dan membuat tanda merah disana, kemudian jari-jari dokter Damar bermain di dua gundukan milik Anita dan Anita mulai menggeliat.


Dokter Damar kembali menciumi pipi istrinya dan kembali bermain bibir menggullumnya seperti permen lolipop


Satu persatu pakaian mereka terlepas dari tubuh mereka dan berserakan di sekitar tempat tidur.


Dokter Damar mulai menciumi wajah dan lanjut ke bibir istrinya, Anita pun menyambutnya dan keduanya saling menikmatinya.


"Sayang, aku sangat mencintaimu..!" bisik dokter Damar yang kemudian jari tangan kanannya beraksi digunung kembar istrinya.


"Aku juga sangat mencintaimu mas!" balas Kiran yang menggeliat


Kemudian dokter Damar menautkan kembali kedua bibir mereka dan cukup lama mereka melakukannya, dan kiran kehabisan nafas karenanya.


Di lepaskannya bibirnya dari bibir istrinya dan kini posisi tubuhnya diatas Anita.


Dokter Damar mengusap wajah istrinya yang nampak sudah siap, dan kemudian tangannya meraba ke leher, turun ke dada, kedua gunung kembar, dan ke perut serta ke milik istrinya.


"Kamu siap bertempur sayang?" tanya dokter Damar lirih namun masih bisa di dengar oleh Anita.


"Iya mas!" jawab Anita yang sebetulnya sedikit tegang, namun tetap berusaha tersenyum di hadapan suaminya.


Perlahan dokter Damar mempertemukan miliknya dengan milik istrinya, naik turun pun dia lakukan.


Dokter Damar melakukannya dengan pelan-pelan, mengingat mereka yang baru pertama kali melakukannya.


Awalnya Anita menahan sakit, namun lama-kelamaan dia merasakan kenikmatannya.


"Mas Damar....Ahh....!" Kiran terus meracau, membuat dokter Damar semakin bersemangat melakukan gerakan memompa sampai di titik puncaknya.


Milik dokter Damar telah menembus gawang pertahanan Istrinya, yang pada awalnya pelan-pelan kemudian semakin cepat dan cepat hingga keduanya kelelahan dan mencapai klimaksnya.


Keringat mulai membasahi tubuh mereka, suara rintihan dan lolongan kenikmatan seolah menjadi ritme permainan ranjang mereka berdua.


Cukup lama mereka melakukannya, dan dokter Damar mengeluarkan cairan penyubur lahan milik Anita dan setelah itu mereka pun tertidur karena kelelahan tetapi mereka sangat menikmatinya.


...~¥~...


Terima kasih atas segala bentuk dukungannya, dan jangan lupa dukung karya-karya author lainnya.


Mohon ma'af jika ada salah kata dan penulisan, karena author hanya manusia biasa yang banyak salahnya. Dan yang sempurna hanya milik Allah Subhana Wa ta'alla.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal'afiat tak kurang suatu apa

__ADS_1


Aamiin yarobbal Alaamiin.


...SEKIAN...


__ADS_2